
Lollyta merasa terus saja memikirkan Zivanna.
"Ahhhh, Zivanna kasihan sekali kamu sayang."
Lollyta membiarkan pekerjaan nya dia lebih memilih untuk pulang saja, karena dia tidak akan pernah bisa fokus karena sekarang sedang memikirkan Zivanna.
"Rossy, saya pulang duluan yaa."
Lollyta berpamitan dengan asisten pribadi nya.
"Ada apa ya dengan Ibu Lollyta seperti nya dia sedang mempunyai masalah besar."
Lollyta masuk ke dalam mobil dia mencoba untuk tenang agar fokus mengendarai mobil nya.
"Aku harus selamat sampai rumah, aku harus tetap fokus."
Lollyta pun terus saja memikirkan Zivanna sampai akhirnya dia sampai di rumah.
"Akhirnya aku sampai dengan selamat, jadi Maudy menyebut Zivanna adalah seorang wanita miskin yang berniat untuk menikah dengan Samuel agar memiliki harta kekayaan nya."
Lollyta semakin emosional terhadap Maudy.
Dokter Richard sudah sampai di rumah, dia pun langsung menyimpan pakaian nya yang basah karena Maudy.
"Ayah tumben sekali tidak menggunakan jas putih pulang kerja."
Lollyta tidak boleh sampai memperlihatkan wajah khawatiran kepada Zivanna di hadapan suaminya.
"Tadi Ayah bertemu dengan Maudy di Rumah Sakit, wajah memar sampai ada sedikit darah. Dia bilang terbentur sesuatu. Tapi dia seperti sengaja menumpahkan minuman ke pakaian Ayah sehingga semua basah seperti ini."
Lollyta merasa sangat curiga dia pun langsung melihat pakaian suaminya, dia mengecek Semuanya dan ternyata ada lipstik di jas putih.
__ADS_1
"Lipstik, apakah Maudy dengan sengaja menyimpan lipstik ini. Dia berencana untuk membuat rumah tangga ku berantakan seperti nya, akan ku simpan lipstik ini."
Dokter Richard masuk ke dalam dia ingin tahu apa yang sedang di lakukan oleh istrinya.
"Ibu sedang apa,? apakah ibu menemukan sesuatu?."
Lollyta menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada Ayah, lebih baik sekarang Ayah tunggu aku di meja makan yaa."
Dokter Richard mengikuti apa yang di katakan oleh istrinya.
"Maudy sekarang seperti nya sedang membenci aku dan Zivanna, Maudy kamu mencoba untuk bermain-main dengan ku. Maka aku juga akan mempermainkan mu, lihat saja Sebastian akan meninggalkan mu."
Lollyta memasukkan lipstik tersebut ke dalam tas dan Lollyta berjalan menuju ke suaminya.
"Makan yang banyak Ayah, karena hari ini aku merasa sangat lelah sekali."
"Kenapa Bu,? memang hari begitu sangat menguras tenaga yaa."
Dokter Richard mulai menghawatirkan kondisi istri nya.
"Sedikit Ayah tapi tidak apa-apa ibu tetap kuat."
Handphone Lollyta bergetar dan dia melihat itu adalah pesan dari Zivanna.
"Zivanna mengirimkan pesan."
Lollyta langsung membaca pesan tersebut.
*Bu, aku di ijinkan untuk pulang dua hari. Seperti nya besok aku pulang ke rumah untuk menenangkan pikiran dan perasaan ku ini*
__ADS_1
*Apakah Samuel mengijinkan mu,? lalu jika kamu pulang bagaimana dengan Bianca*
*Pak Samuel mengijinkan aku pulang, Bianca mungkin bersama dengan Omah nya. Karena besok sekolah libur*
*Yasudah yaa sayang kamu hati-hati yaa, Ibu dan Ayah menunggu mu di rumah*
*Iya Bu, yasudah sekarang aku istirahat dulu yaa Bu*
*Iya sayang mimpi yang indah*
Dokter Richard melihat Lollyta yang begitu sangat serius sekali mengirimkan pesan kepada Zivanna.
"Ada Bu dengan Zivanna,? apakah dia sakit."
Dokter Richard memilih duduk di samping istrinya.
"Zivanna meminta untuk pulang dua hari, dia rindu keluarga."
Dokter Richard pun merasa sangat senang sekali ketika mendengar Zivanna yang akan pulang.
"Akhirnya Zivanna dia pulang juga ke rumah."
Lollyta pun tersenyum manis kepada suaminya itu.
"Ayah, ibu mempunyai rencana. Ada produk shampo terbaru ibu, dan Ibu menginginkan Zivanna yang menjadi model nya. Tapi tidak ada orang tahu jika Zivanna adalah anak ku, dan Ayah pun harus menjaga rahasia ini."
Dokter Richard pun tersenyum mendengar perkataan istrinya.
"Kenapa sih kita harus merahasiakan jika Zivanna itu adalah anak kandung kita, tapi bagaimana pun juga ini adalah keinginan Zivanna. Terkadang kita pun yang harus mengikuti apa yang dia inginkan, kenapa tidak dari dulu saja kamu lebih memilih Maudy yang sudah sangat tua sekali."
Dokter Richard pun kembali menikmati makanan malam nya.
__ADS_1