
Bianca tidak bicara sama sekali dengan Suster Vina di perjalanan menuju ke rumah nya, Suster Vina merasa sangat kesal kepada Bianca.
Sampai mereka berdua sampai di rumah dan Bianca seperti biasanya dia langsung berlari menuju ke kamar nya.
" Aku merasa sangat kecewa sekali dengan Bianca, dia membuat aku kesel. Aku belum pernah kesal seperti ini sebelumnya, Bianca seperti nya dia memang ingin bersama dengan Mama nya."
Suster Vina masuk ke dalam dia membawa tas ransel milik Bianca, Suster Vina memeriksa isi tas Bianca dia mencari handphone Bianca.
" Handphone nya tidak ada dan ini tandanya Bianca memang berkomunikasi dengan Mama nya lewat handphone."
Suster Vina berjalan menuju ke kamar Bianca, dia mencoba untuk membuka pintu kamar nya ya ternyata terkunci.
Bianca memang ingin menelephone Mama nya.
" Maafkan aku Suster Vina, aku ingin berkomunikasi dengan Mama ku dulu yaa."
Bianca yang hafal nomber handphone Mama nya dia langsung mengerikan nya.
Maudy yang sedang berada di salon kecantikan dia pun langsung menjawab panggilan telephone dari Bianca.
* Hallo Bianca sayang, ada apa Nak*
* Mama sekarang sedang ada di mana*
* Mama sedang ada di salon kecantikan sayang, kamu sudah sampai rumah sayang*
* Aku sudah sampai rumah, Mama pergi ke salon kecantikan supaya lebih cantik dari Mommy Zivanna yaa*
Seketika Maudy pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Bianca.
* Hallo Mama kenapa diam Mama, Mama pasti akan lebih cantik dari Mommy Zivanna*
* Walaupun Mama lebih cantik dari Mommy Zivanna, tapi Mama tidak akan pernah bisa bersama dengan Papa*
* Mama masih sayang Papa ternyata,? Tapi kenapa Mama meninggalkan Papa demi om Sebastian*
__ADS_1
* Iya sayang Mama masih sayang Papa, dan Mama merasa sangat menyesal sekali kenapa Mama meninggalkan Papa dan menikah dengan om Sebastian*
Bianca pun langsung memikirkan nya.
* Tapi Mama dan Papa tidak akan pernah bisa bersama, karena Papa menikah dengan Mommy Zivanna*
* Mama sedih sekali ketika Papa menikah dengan wanita itu, padahal Mama mempunyai impian bisa bersama kembali dengan Papa. Bianca apakah kamu bisa membantu Mama untuk bisa bersama dengan Papa, agar keluarga kita bisa kembali utuh seperti dulu*
* Aku tidak bisa melakukannya nya Mama, tapi aku akan mencoba nya*
* Terimakasih banyak sayang*
* Iya Mama*
* Sayang besok kamu libur kan,? Bagaimana jika kita berdua pergi ke salon kecantikan sayang supaya kulit mu lebih putih dan halus*
* Seperti nya tidak bisa Mama, karena Papa dia pasti sangat marah dengan aku karena kejadian tadi*
* Yasudah sayang, jika kamu merasa bosan kamu bisa telephone Mama yaa kita akan selalu mengobrol seperti ini*
* Iya Mama, sudah dulu yaa Mama telephone nya*
Bianca mengakhiri panggilan telephone nya, dia langsung mengganti baju seragam nya.
Bianca membuka pintu kamar nya karena dia sangat lapar sekali.
Bianca melihat di meja sudah ada makan siang untuk nya, Bianca pun tersenyum memakannya.
Bianca merasa jika Suster Vina yang masih marah kepada nya.
" Suster Vina aku minta maaf, kalau Suster Vina marah aku dengan siapa mengobrol di rumah."
Bianca kelihatan langsung sedih sekali dan Suster Vina pun langsung menghampiri Bianca.
" Bianca bisa bicara dengan Mommy Zivanna, kenapa semenjak Bianca bersama dengan Mama Maudy sikap Bianca berubah seperti ini. Bianca sudah tidak sayang lagi dengan Mommy Zivanna? Padahal Mommy Zivanna itu sangat baik sekali."
__ADS_1
Bianca terdiam dia yang seperti tidak bisa menjawab pertanyaan dari Suster Vina.
" Bianca kamu adalah anak yang cerdas, kamu pasti sudah mengetahui nama yang mengajarkan sebuah kebaikan, dan mana yang mengajarkan kejahatan. Jika Bianca merasa jika mengetahui perkataan Mama Maudy jahat jangan Bianca ikuti."
Bianca menganggukkan kepalanya.
" Yasudah sekarang makan yang banyak, setelah itu langsung tidur siang yaa."
Suster Vina mengelus handphone nya dia melihat unggahan foto Zivanna yang begitu sangat cantik sekali.
" Astaga Zivanna dia memegang seperti Barbie."
Suster Vina pun memilih untuk menelephone Zivanna.
* Hallo Vina*
* Zivanna selamat yaa, kamu sangat cantik sekali aku suka. Kamu memang pantas menjadi Brand Ambassador, karena kamu kelihatan lebih segar*
* Terimakasih banyak yaa Vina, tapi usahakan kamu memuji ku seperti ini tidak sedang bersama dengan Bianca yaaa, di pasti akan marah besar*
* Bianca ada di sebelah ku, dia sedang makan*
* Yasudah yaa Vin, aku malas ribut aku nggak mau di saat nanti pulang kerja capek terdengar kembali perkataan nya yang membuat aku lemas*
* Baiklah Zivanna, semangat trus yaa*
* Iya Vina terimakasih*
Suster Vina melihat Bianca yang kelihatan seperti tidak suka mendengar suara Zivanna.
Bianca meninggalkan tempat makan dia berjalan menuju ke kamar nya.
" Astaga kenapa sikap nya sama seperti Mama nya yaa sangat jutek sekali, aku tidak menyangka Bianca bisa berubah seperti ini."
Suster Vina membereskan meja makan dia langsung mencuci piring nya, Suster Vina menyiapkan makanan spesial untuk Zivanna nanti malam.
__ADS_1
" Zivanna para tidak akan pulang di saat makan malam, Zivanna pasti menghindari Bianca. Lebih baik aku menyiapkan makanan spesial untuk Zivanna, aku merasa sangat kasihan dengan Zivanna."
Suster Vina lebih memilih menyiapkan bahan-bahan masakan untuk Zivanna dari pada menemani Bianca tidur siang.