I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #269#


__ADS_3

Maudy kembali ingin bertemu dengan Bianca, dia datang ke sekolah nya Bianca dan Suster Vina melihat nya.


" Seperti nya itu Bu Maudy, dia ingin bertemu dengan Bianca lagi. Satu kali bertemu saja sikap Bianca sudah berubah aku tidak akan membiarkan Bianca bertemu dengan Mama nya, ini akan membuat Zivanna menjadi sangat sedih sekali dengan perubahan sikap Bianca."


Maudy turun dari mobil dan Suster Vina langsung menghampiri nya.


Maudy tersenyum manis kepada Suster Vina tapi Suster Vina tidak membalas senyuman dari Maudy.


" Maaf Bu Maudy, mau apa lagi yaa ke sini. Bukan kah kemarin sudah bertemu dengan Bianca, saya mohon jangan terlalu sering nanti saya di marahin oleh Pak Samuel."


Maudy yang sudah di telephone oleh Bianca dia merasa sangat merindukan Bianca.


" Aku datang ke sini hanya ingin melihat Bianca saja, aku tidak akan membawa Bianca pergi."


Maudy memegang tangan Suster Vina seperti memohon.


" Tapi Bu Maudy, baru satu kali saja kalian berdua bertemu sikap Bianca menjadi berubah dia seperti membenci Mommy nya. Sebenarnya apa yang di katakan oleh Bu Maudy kepada Bianca,? sehingga Bianca menjadi seperti itu."


Suster Vina merasa sangat emosional sekali dengan Maudy.


" Saya tidak pernah berkata macam-macam dengan Bianca, kemarin kita mengobrol pun itu sangat sebentar sekali."


Bell berakhir pelajaran pun berbunyi dan Suster Vina langsung meninggalkan Maudy.


Maudy tersenyum manis ketika dia mengetahui jika Bianca sudah mulai bisa mengantikan posisi nya di rumah Samuel.

__ADS_1


" Seperti nya Bianca membuat Zivanna merasa tidak nyaman diam di rumah nya, Zivanna Lollyta aku tidak akan pernah membuat pernikahan mu bahagia bersama dengan Samuel. Jika perlu tidak usah terlalu lama kamu menikah, bulan depan kamu berakhir saja pernikahan nya."


Bianca keluar dari gerbang tapi dia langsung melihat Maudy bukan Suster Vina.


Bianca berlari menghampiri Mama nya.


Suster Vina pun seketika merasa sangat terkejut sekali ketika melihat Bianca yang menghampiri Maudy.


" Mamaaaa."


Teriak Bianca sambil berlari menghampiri Maudy.


Maudy begitu sangat terharu sekali ketika melihat Bianca yang berteriak memanggil nya dengan sebutan Mama.


Suster Vina langsung membuat Video, dia ingin melaporkan kepada Samuel.


Maudy memeluk Bianca dengan tangisan haru nya.


Bianca pun melepaskan pelukan erat tersebut karena dia merasa jika Mama nya menangis.


" Mama kenapa menangis,? kenapa Mama sedih seperti ini ketika aku memeluk Mama."


Maudy semakin histeris menangis dia tidak bisa mengungkapkan perasaan hati nya yang begitu sangat bahagia sekali.


Suster Vina langsung menghampiri mereka berdua.

__ADS_1


" Bianca ayo kita pulang sekarang juga Nak, jangan berlama-lama bersama dengan Mama nanti Papa marah."


Suster Vina menarik tangan Bianca, tapi Bianca tetap saja terdiam.


" Aku ingin bersama dengan Mama dulu, aku rindu Mama."


Bianca melepaskan paksa genggaman tangan Suster Vina.


" Mama kita mengobrol di sana yuu."


Bianca menarik tangan Mama nya untuk duduk di tempat yang banyak berjuang makanan.


Suster Vina yang sudah mengirimkan video kepada Samuel dia melihat Samuel yang seperti nya sangat sibuk sekali sehingga dia belum melihat video yang di kirimkan oleh dirinya.


" Aku tidak mungkin memberitahu Zivanna, dia akan semakin sedih jika mengetahui ini semua."


Suster Vina pun memilih untuk mengirimkan pesan kepada Sesilia.


* Ibu Sesilia, Bianca sekarang sedang bersama dengan Bu Maudy. Bukan Bu Maudy yang memaksa Bianca, tapi Bianca yang menginginkan nya. Saya harus bagaimana, Bianca saya paksa pulang dia tidak mau*


Suster Vina berharap Sesilia bisa langsung membaca pesan dari nya.


" Ahhhhhh, bagaimana ini seperti nya Ini Sesilia dan Pak Samuel mereka berdua memang benar-benar sedang sibuk."


Suster Vina memperhatikan mereka berdua.

__ADS_1


" Jika aku menghampiri mereka berdua, Bianca pasti berteriak kencang dan menyuruh ku untuk pergi. Dan orang-orang pun pasti akan lebih membela Bu Maudy dari pada aku, karena Bu Maudy adalah ibu kandung Bianca."


Suster Vina tidak punya pilihan lagi selain menuggu mereka berdua selesai mengobrol dan setelah itu barulah Bianca bisa pulang ke rumah.


__ADS_2