I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 356


__ADS_3

Zivanna memberanikan diri untuk turun dari mobil nya dia melihat jam di handphone nya.


" Waktunya jam makan malam, baiklah Zivanna abaikan anak kecil itu fokus saja pada suam mu."


Zivanna berjalan perlahan dia merasa ragu untuk masuk ke dalam dalam hingga akhirnya Zivanna seperti mendengar suara mobil datang.


Dia pun langsung membalikkan badannya dan melihat ternyata suaminya yang baru saja pulang dari kantor.


Zivanna lebih memilih untuk menunggu suaminya untuk bisa masuk ke dalam rumah.


Samuel merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


" Apakah aku bermimpi,? Itu Zivanna? Zivanna dia kembali ke rumah."


Dengan cepat Samuel turun dari mobil nya dia langsung menghampiri Zivanna.


" Zivanna kamu kembali sayang."


Samuel memeluk Zivanna, dia pun mengelus perut Zivanna dan mencium nya.


" Sayang, Ayah sangat merindukan mu. Kamu baik-baik yaa di dalam perut Bunda, jangan membuat Bunda mu mual dan muntah yaa."


Zivanna tidak kuasa menahan air mata nya ketika dia melihat apa yang di lakukan oleh suaminya.


" Aku tidak berani masuk ke dalam, beruntung sekali kamu baru pulang."


Samuel tersenyum manis memandangi wajah cantik istrinya.


" Yasudah, sekarang kita masuk ke dalam yaa."


Samuel memegang tangan Zivanna mereka berdua masuk ke dalam rumah.


Kedatangan Zivanna membuat Suster Vina dan Ibu Sesilia begitu sangat terkejut sekali, mereka bahagia melihat Zivanna kembali kecuali Bianca.


Zivanna memilih untuk langsung duduk saja, dia sedikit pun tidak melirikan mata nya kepada Bianca.


" Zivanna Mama sangat merindukan mu sayang, bagaimana dengan kehamilan mu ini sudah kelihatan yaa."


Sesilia mengelus perut besar Zivanna.


" Kehamilan ku sangat baik sekali, dan jenis kelamin pun sudah ketahuan. Bayi pertama ku perempuan, aku sungguh bahagia."


Bianca terus saja memperhatikan Mommy Zivanna, Bianca tidak berani menyapa Mommy Zivanna karena di melihat tatapan mata Mommy Zivanna tidak pernah tertuju kepada nya.


Bianca memilih tidak menghabiskan makan malam nya, dia pergi ke kamar nya tampa berpamitan terlebih dahulu.

__ADS_1


Samuel mencoba untuk mengalihkan pandangan mata Zivanna kepada Bianca.


Melihat Bianca Pergi, Suster Vina memilih untuk fokus pada Bianca.


" Aku tidak sabar untuk melihat wajah Putri ke dua ku ini, dia pasti sangat cantik sekali seperti Bunda nya."


Samuel terus saja mengelus perut istrinya.


" Terimakasih sayang, sudah mau mengalah dan kembali ke rumah ini. Mama sangat bahagia sekali, Mama juga sangat bangga dengan mu Zivanna."


Zivanna hanya bisa tersenyum saja dia datang hanya untuk suaminya.


" Hmmm, aku ingin istirahat saja yaa karena sebelumnya aku sudah makan."


Zivanna memilih untuk pergi ke kamar nya, Samuel dengan semangat mengantarkan istrinya pergi ke kamar.


Samuel memegang erat tangan istrinya mereka berdua berjalan menuju ke pintu kamar dan masuk.


Samuel dengan cepat dia langsung mengunci pintu kamar dan membuka baju kemeja kerja nya.


Zivanna menggelengkan kepalanya melihat suaminya sampai harus melakukan itu semua.


" Aku sangat merindukan mu, aku berharap kamu tidak pergi lagi untuk meninggalkan ku yaa."


" Aku tidak bisa janji yaa, mungkin besok juga aku akan kembali ke rumah."


Samuel menggelengkan kepalanya berkali-kali.


" Tidak, kamu tidak boleh kembali ke rumah. Aku tidak akan membuka kunci kamar, aku tidak akan pergi ke kantor. Kita berdua akan berada di dalam kamar seharian."


Samuel membaringkan tubuh Zivanna sambil mematikan lampu kamar nya.


Di tempat yang lain Suster Vina bersama dengan Bianca, Bianca yang sebelumnya diam karena dia memikirkan adik bayi nya nanti.


Sekarang di tambah dengan kedatangan Zivanna kembali ke rumah, membuat Bianca semakin tidak banyak bicara.


" Apakah kamu merasa marah dengan kedatangan Mommy Zivanna kembali ke rumah,? Bianca sampai kapan kamu seperti ini. Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Kakak, apakah kamu akan tetap tidak peduli dengan adik mu."


Bianca memilih untuk menarik selimutnya.


" Suster Vina, aku ingin tidur besok harus bangun pagi ke sekolah."


Suster Vina tidak bisa bicara banyak lagi, dia pun mematikan lampu kamar Bianca dan keluar dari kamar nya.


Suster Vina tersenyum manis karena akhirnya Zivanna kembali walaupun Bianca yang harus tersingkir kan.

__ADS_1


Suster kembali ke dalam kamar nya, dia juga merasa sangat capek sekali besok pagi sudah harus mengantarkan Bianca masuk ke sekolah.


Suasana berbeda terjadi di rumah Dokter Richard.


Dokter Richard duduk sendiri di meja makan dia menunggu istri dan anak nya.


Lollyta datang dan Dokter Richard mempertanyakan keberadaan Zivanna.


" Bu, kenapa kamu datang sendirian saja di mana Zivanna."


Lollyta pun langsung menghampiri suaminya.


" Zivanna pulang ke rumah suaminya, dia merindukan kebersamaan bersama dengan suaminya."


Dokter Richard merasa tidak setuju jika Zivanna kembali bersama dengan Samuel.


" Lalu bagaimana dengan anak yang menyebalkan itu, jangan sampai Zivanna menjadi despresi karena sikap anak perempuan itu."


Ekpresi wajah Dokter Richard terlihat sangat marah.


" Ayah, Zivanna sudah mempunyai suami sudahlah biarkan saja jika dia ingin kembali dengan suaminya. Permasalahan Bianca, ibu sudah bilang kepada Zivanna abaikan saja Bianca fokus pada suami mu saja."


Dokter Richard berencana untuk bisa mendekatkan Zivanna dengan Felix, Dokter Richard sudah hilang perasaan terhadap Samuel.


Dokter Richard merasa sangat benci sekali dengan Samuel, dia sekarang sudah masuk dalam perangkat Felix.


" Ayah sebenarnya ingin mendekatkan kembali Zivanna dengan Felix, Ayah menyesal sekali tidak memilih Felix di saat Zivanna masih belum menikah."


Lollyta seketika marah ketika mendengar suaminya yang berniat untuk mendekati Zivanna yang masih bersama dengan Samuel di dekatkan dengan Felix.


" Ayah, Felix bukan lelaki baik-baik. Dia lepas tanggung jawab pada wanita yang bernama Irene, dia sekarang sedang hamil anak Felix dan usia kandungan sudah 9 bulan. Felix meminta Irene untuk menggugurkan kandungannya nya, tapi Irene lebih memilih untuk mempertahankan kehamilannya."


Dokter merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh istrinya.


" Ibu bicara seperti ini bukan karena ibu yang memang tidak suka dengan Felix, tapi ini kenyataan nya. Sekarang Irene sudah ibu kontrak untuk menjawab model majalah produk skincare ibu, dan untuk proses persalinan nya akan ibu yang tanggung."


Lollyta sampai menghelakan nafas panjang nya.


" Masih kah Ayah berpikir untuk membuat Zivanna bersama dengan Felix, yang mungkin saja diluar sana banyak korban dari Felix."


Lollyta yang merasa sangat marah dengan suaminya, dia pun memilih untuk pergi ke kamar nya saja.


" Apakah benar Felix seperti itu, Astaga aku tidak percaya jika Felix begitu sangat jahat sekali."


Karena merasa kurang percaya dengan cerita istrinya, Dokter Richard memilih untuk mencari tahu sendiri tentang Felix dan kehidupan bebas nya.

__ADS_1


__ADS_2