I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 338


__ADS_3

Di saat Dokter Richard dan Felix sedang membicarakan hubungan rumah tangga Zivanna dan Samuel.


Di tempat lain Maudy dan Sebastian pulang dari rumah sakit, Maudy mencoba untuk memperbaiki hubungan mereka berdua.


Maudy tidak mau Sebastian dingin kepada karena Madu ingin bisa memberikan Sebastian keturunan.


" Sebastian aku ingin melakukan program kehamilan, aku ingin secepatnya memberikan keturunan untuk mu."


Sebastian merasa ada yang aneh dengan sikap Maudy yang berubah drastis.


" Apakah ini adalah efek dari benturan kecelakaan mu itu,? Kamu menjadi ingin mempunyai anak."


Maudy langsung terdiam karena Sebastian yang masih tidak percaya dengan perkataan nya, Maudy mencoba untuk tetap diam dia tidak mau terpancing emosi.


" Zivanna di benci Bianca karena dia hamil, dan sekarang kamu juga menginginkan untuk segera hamil. Sudah kah kamu pikirkan kembali Maudy, kamu akan kehilangan Bianca dan Bianca akan kembali memilih Zivanna."


Sebastian belum bisa menerima kehadiran Maudy, karena dia masih mengingat Maudy yang di bawa oleh seorang ke Apartemen.


" Masalah Bianca, aku bisa menjelaskan nya. Bianca pasti mau menerima kehadiran adik nya ini. Pokonya aku akan pergi ke Dokter Specialis Kandungan, aku akan melakukan program kehamilan."


Sebastian hanya bisa terdiam saja, karena dia berpikir untuk melakukan program kehamilan yang akurat itu harus suami dan istri.


Mereka berdua sampai di depan rumah, Maudy mulai berakting kembali. Dia bertingkah sangat lemas di hadapan Sebastian, bahkan Maudy seperti tidak sanggup untuk berjalan.


" Seperti aku butuh kursi roda, aku merasa melayang dan sangat pusing sekali."

__ADS_1


Sebastian pun meminta supir pribadi untuk mengambil kursi roda, Maudy memegang tangan Sebastian dia pura-pura lemas dan menyenderkan kepalanya ke pundak Sebastian.


Maudy berharap Sebastian mau mengendong nya ke dalam tidak usah memakai kursi roda.


" Jika kamu berharap untuk aku gendong itu tidak akan pernah terjadi, berat badan mu tidak seperti awal menikah 45 kg."


Maudy semakin di buat emosi oleh perkataan Sebastian, dia sampai menghelakan nafas panjang nya.


Sebastian mengetahui jika Maudy yang sedang emosional kepada nya.


Kursi roda datang Sebastian langsung mendudukkan Maudy di kursi roda dan mendorong nya.


Ekpresi wajah Maudy memberikan para pelayan yang ada di rumah merasa setelah terjadi kecelakaan, Maudy akan semakin galak kepada mereka.


" Kamu istirahat yaa, jangan banyak pikiran yaa. Ingat kepala mu itu terbentur, jangan sampai kamu pusing kembali."


Maudy hanya terdiam saja dia tidak menjawab perkataan suaminya.


" Aku harus kembali ke kantor, ada yang harus aku selesaikan."


Sebastian bersiap untuk pergi ke kantor.


" Ini sudah mau malam, pekerjaan apa yang kamu lakukan di kantor. Apakah benar untuk mengerjakan pekerjaan, atau kamu akan bertemu dengan seorang."


Pikiran negatif Maudy tertuju pada sekertaris muda yang ada di kantor.

__ADS_1


" Kau menuduh ku selingkuh,? Jika aku lelaki yang tidak mempunyai perasaan terhadap mu. Aku tidak akan berselingkuh, aku akan langsung menikah dengan nya."


Sebastian pun langsung keluar dari kamar Maudy.


Maudy mereka semakin tertekan dengan keadaan ini.


" Aku hampir mati tapi dia tetap tidak peduli dengan ku, baiklah aku harus bisa hamil anak lelaki. Agar harta kekayaan jatuh ketika anak pertama ku dengan Sebastian, besok aku akan mendatangi Dokter Specialis Kandungan."


Maudy harus bisa selalu bersikap baik di hadapan Sebastian.


" Astaga, aku baru mengingat Bianca. Kasihan sekali dia tadi, ketika bertemu dengan Sebastian dia seperti sangat ketakutan sekali."


Maudy mengambil handphone nya dia berniat untuk menghubungi nomer handphone Bianca.


" Jika aku menghubungi Bianca, aku takut dia sedang bersama dengan Mama Sesilia. Mama Sesilia dia sangat benci sekali dengan ku, lebih baik nanti saja di waktu berangkat sekolah."


Maudy menyimpan handphone nya kembali, dia merasa sangat bosan sekali.


" Aku benci berpura-pura sakit seperti ini, besok aku lebih baik bersikap seperti biasanya saja."


Maudy menekan tombol bell untuk memanggil pelayan nya, Maudy meminta untuk membawakan makanan.


Maudy memesan makanan yang sangat banyak sehingga membuat koki nya mereka aneh.


Maudy yang baru saja mengalami kecelakaan tapi dia ingin makan sebanyak ini.

__ADS_1


__ADS_2