I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (106)


__ADS_3

Zivanna menunggu kedatangan Ibu nya, karena dia yang harus melakukan pemotretan malam ini. Bianca masih saja bersama dengan Zivanna, dia tidak mau tidur masih ingin bersama dengan Zivanna.


" Ibu mana yaa kenapa belum datang juga, walaupun aku tau sekarang masih jam 7 malam tapi kan lebih cepat lebih baik."


Bianca melihat Zivanna yang begitu sangat resah sekali.


" Suster Zivanna kenapa,? kenapa seperti yang kebingungan dan resah seperti itu?. Lebih baik Suster Zivanna telephone Ibu Lollyta saja."


Zivanna pun mengikuti perkataan Bianca, dia mencari tempat yang aman untuk bisa menelephone ibu nya.


" Bianca diam di sini yaa, jangan ke mana-mana yaa. Suster Zivanna mau menelephone Ibu Suster Zivanna dulu yaa, jika mau masuk ke dalam silahkan masuk saja."


Bianca memilih untuk diam saja dia yang tidak mau ke mana-mana.


Zivanna pun langsung menelephone Ibu nya.


* Hallo Ibu, Ibu di mana sekarang? aku nunggu loh dari tadi mumpung masih belum malam*


* Ibu sekarang sedang di perjalanan sayaaaaang, kamu sabar yaa*


* Baiklah Bu aku tunggu*


Zivanna mengakhiri panggilan telephone nya. Dan Zivanna pun langsung menghampiri Bianca yang menunggu nya, dia begitu sangat tidak mau jauh dari Zivanna.

__ADS_1


Zivanna melihat satpam membuka gerbang rumah.


" Apakah itu ibu yang datang yaa.'


Zivanna pun langsung menghampiri mobil tersebut tapi ternyata itu adalah mobil Samuel bersama dengan Mama nya.


" Bukan Suster Zivanna, itu mobil Omah dan Opah bukan mobil Ini Lollyta."


Samuel pun langsung menghampiri mereka berdua.


" Kalian berdua malam-malam kok di luar rumah sih."


Samuel menggendong Bianca.


Akhirnya mobil Lollyta pun datang dan Zivanna pun bersiap-siap untuk pergi.


" Bianca sayang, Suster Zivanna pergi dulu yaa. Kamu tidur bersama dengan Papa dulu yaa, jangan susah tidur nya."


Zivanna mencium pipi Bianca.


" Suster Diana hati-hati yaa, jangan lupa ke rumah lagi."


Zivanna melambaikan tangan nya, dan dia pun langsung masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


" Papa kenapa aku merasa sedih yaa, aku takut Suster Zivanna tidak kembali ke rumah kita lagi."


Samuel membawa Bianca masuk ke dalam rumah.


" Suster Zivanna pasti akan kembali ke rumah kita, dia tidak mungkin tinggal di kantor nya."


Bianca berpikir jika Suster Zivanna yang lebih memilih untuk menjadi seorang Model dari pada menjadi Suster untuk nya.


" Sekarang lebih baik kita tidur yaa sayang, karena besok kamu masih sekolah kan. Tapi Papa ganti baju dulu yaa, kamu tunggu bersama dengan Omah yaa di sini."


Bianca bersama dengan Omah nya, ketika Papa nya yang sedang mengantikan baju nya.


" Bianca kamu kenapa sedih seperti ini sayang,? Bianca kamu baik-baik saja kan."


Bianca memeluk erat tubuh Omah nya.


" Omah aku merasa sangat sedih sekali, aku takut Suster Zivanna yang lebih memilih untuk menjadi model dan meninggalkan aku. Suster Zivanna sudah tidak mau menjadi Suster untuk ku, aku tidak mau hal tersebut terjadi."


Sesilia mencoba untuk menenangkan perasaan Bianca.


" Aku sudah sayang sekali dengan Suster Zivanna, aku tidak mau Suster Zivanna pergi dari kehidupan ku."


Samuel mendengar perkataan Bianca, dia yang begitu sangat dekat dengan Suster Zivanna sampai tidak mau di tinggalkan oleh Suster Zivanna.

__ADS_1


__ADS_2