I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (95)


__ADS_3

Kedatangan Lollyta membuat mereka berdua langsung terdiam, Maudy mulai merasa ketakutan dan Sebastian pun menyadari nya.


" Maudy kenapa kamu sampai seperti ini, ini sangat membuat saya hawatir dengan kamu.


Lollyta mencoba untuk mendekati Maudy. Tapi Maudy merasa sangat resah sekali ketika Lollyta mendekati nya dia seperti tidak nyaman.


Tapi Maudy mencoba untuk melawan rasa tersebut.


" Maafkan saya Bu Lollyta tapi ini benar-benar di luar batas keinginan saya. Saya pun tidak menginginkan kejadian tersebut terjadi dengan saya, karena saya yang masih ingin hidup di dunia ini."


Lollyta pun tersenyum tipis sambil memandangi Sebastian yang memegang tangan Maudy, tangan Maudy begitu sangat bergetar sekali sehingga Lollyta mengetahui jika Maudy sedang merasakan ketakutan.


Lollyta pun memilih tidak membicarakan Bianca karena itu hanya akan membuat Maudy semakin tersakiti.


" Baiklah Maudy seperti saya harus segera pergi karena saya merasa kamu merasa tidak nyaman sekali dengan kedatangan saya terlihat jelas dengan tangan kamu yang memegang erat tangan suami kamu sampai bergetar."

__ADS_1


Maudy pun tidak bisa bicara apapun karena kenyataannya memang seperti itu.


" Pak Sebastian lebih baik membawa istri Bapak ke psikiater saja. Agar dia merasa tenang kembali dan tidak seperti ini, karena jika di biarkan sangat berbahaya sekali."


Sebastian merasa jika Lollyta begitu sangat baik sekali, bahkan dia tidak membicarakan tentang Bianca di hadapan Maudy karena tahu itu yang menyebabkan Maudy menjadi seperti ini.


" Terimakasih Bu Lollyta atas saran nya, saya akan membawa Maudy ke psikiater."


Lollyta pun semakin mendekati Maudy.


" Saya pergi dulu yaa, semoga dengan apa yang kamu alami sekarang ini menjadi pelajaran berharga untuk kamu yaa dan tidak mengulangi lagi."


Sebastian melepaskan genggaman tangan nya.


" Dari Ibu Lollyta yang tidak membahas tentang Bianca menunjukkan jika dia sangat baik sekali, dia masih menghargai perasaan kamu dan seperti memang benar kamu harus di bawa ke psikiater agar kondisi kamu lebih membaik."

__ADS_1


Sebastian akan selalu berada di samping Maudy dia akan selalu menemani Maudy selamanya.


" Lalu bagaimana dengan Bianca sekarang, apakah dia sudah di temukan. Aku pun sangat menghawatirkan kondisi Bianca, sudah dua hari dia menghilang. Bagaimana dengan tidur nya dan makan nya, sedang dia sudah terlahir dengan kehidupan yang sangat berkecukupan."


Maudy pun kembali menagis dan Sebastian mencoba untuk menenangkan Maudy.


"Bianca anak yang kuat dia pasti bisa bertahan hidup, dia juga anak yang pintar. Aku merasa Bianca hanya berada di sekitar sekolah saja, dia tidak hilang jauh. Hanya dia merasa takut untuk pulang, dia merasa sangat trauma dengan apa yang sudah kamu lakukan kepada nya."


Perkataan Sebastian membuat Maudy menangis kencang dan histeris.


" Bianca, Masakan Mama Sayaaaaang. Ini semua adalah kesalahan Mama, cepat pulang Nak Mama sangat menghawatirkan mu."


Lollyta yang sebenarnya tidak langsung pergi dia pun mendengar kata-kata penyesalan dari Maudy.


Teriakkan Maudy pun membuat para Suster langsung berlari menuju ke ruangan Maudy.

__ADS_1


" Sebuah tangisan penyesalan seorang ibu, aku merasa memang seharusnya Maudy mempunyai perasaan menyesal seperti, sehingga dia tidak akan mengulangi perbuatannya lagi."


Lollyta pun segera pergi dari rumah sakit tapi para wartawan pasti menunggu nya di luar.


__ADS_2