
Sesilia dan Samuel pun memilih untuk duduk di luar mereka berdua yang seperti nya ingin membicarakan tentang Zivanna dan Bianca.
"Zivanna yang masih terlalu muda tapi dia bisa membuat Bianca merasa nyaman ada di samping dia. Tapi kenapa Maudy dia yang melahirkan Bianca tapi dia tega untuk meninggalkan Bianca dari bayi aku tidak habis pikir dengan nya."
Sesilia pun merasa sangat sakti hati sekali jika dia mengingat hal tersebut, rasanya air mata pun sudah tidak bisa terbendung lagi
"Sudahlah Samuel lupakan Maudy, hapus rasa cinta mu dengan nya. Di saat nanti kamu bertemu kembali dengan Maudy kamu harus ingat apa yang sudah dia lakukan dengan Bianca."
Samuel yang sebelumnya dia sangat mencintai Maudy sekarang rasa cinta nya berubah menjadi benci.
"Iya Bu, aku tidak akan pernah mau bersama dengan Maudy. Karena Maudy lebih menyukai lelaki yang kaya raya banyak harta."
Samuel yang merasa sangat lelah dia pun masuk ke dalam untuk segera beristirahat.
Zivanna akhirnya terselamatkan oleh Bianca.
"Bianca sayaaaaang, terimakasih banyak yaa Nak. Suster tidak akan telat lagi janji deh sekarang."
Zivanna memeluk erat Bianca.
__ADS_1
"Iya Suster Zivanna yang cantik, sekarang kita satu kamar jadi Suster Zivanna tidak mungkin kesiangan."
Zivanna pun merasa sangat bahagia sekali karena kebaikan Bianca kepada nya.
"Pokoknya kamu yang paling baik sayaaaaang, Suster Zivanna sayang Bianca."
Bianca pun melepaskan pelukan erat nya.
"Sekarang kita bersiap tidur yuu."
Zivanna mengantar Bianca ke toilet mereka berdua mencuci wajah tangan dan kaki dan tidak lupa menggosok gigi.
"Sudah selesai ayo kita tidur."
Mereka berdua pun tidur sangat nyenyak sekali.
Samuel merasa penasaran dengan mereka berdua dia pun keluar dari kamar dan berjalan menuju ke kamar sebelahnya yaitu kamar Zivanna.
Dia menyalakan lampu kamar dan melihat mereka berdua sudah tertidur pulas, Samuel melihat Bianca yang memeluk Zivanna. Terlihat penuh kasih sayang di antara mereka berdua.
__ADS_1
Samuel pun tersenyum bahagia melihat keindahan ini.
"Terimakasih Zivanna Lollyta, kamu benar-benar memberikan yang terbaik untuk Bianca."
Samuel pun keluar dari kamar Zivanna dia mematikan kembali lampu kamar dan menutup rapat pintu kamar nya.
Sesilia memperhatikan Samuel yang baru saja keluar dari kamar Bianca.
"Aku merasa Zivanna begitu sangat tulus sayang kepada Bianca walaupun usianya yang masih muda dan Bianca pun merasakan kasih sayang tersebut."
Sesilia hanya bisa berdoa yang terbaik untuk mereka berdua karena dia tidak tahu kedepannya akan seperti apa.
Ketika Samuel yang merasakan kebahagiaan melihat kebersamaan Zivanna dan Bianca.
Di sisi lain Maudy yang sudah menyelesaikan pembicaraan nya bersama dengan Lollyta dia merasa bahagia di saat dia menjadi Brand ambassador tapi dia merasa sangat kecewa sekali ketika melihat wanita muda yang bersamaan dengan Samuel.
Maudy merasa jika wanita tersebut tidak pantas untuk menjadi calo ibu untuk Bianca.
"Dia tidak pantas untuk menjadi ibu sambung untuk Bianca, dia masih terlalu muda dan bisa saja dia hanya mengincar harta kekayaan milik Samuel."
__ADS_1
Maudy masih merasa sangat emosional sekali dia pun tidak berani menjalankan mobilnya dalam kondisi seperti ini.
Maudy yang seperti tidak rela jika wanita tersebut menikah dengan Samuel.