I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 333


__ADS_3

Mobil ambulance pun datang dengan bantuan para medis Maudy langsung di masukkan ke dalam mobil.


Melihat mobil ambulance yang sudah pergi, Zivanna pun langsung bicara dengan Ibu nya.


" Maudy baik-baik saja, tidak ada luka yang serius dia hanya pingsan saja karena mungkin kaget."


Lollyta mendengarkan perkataan Zivanna yang lebih mengetahui tentang masalah seperti ini.


" Aku bicara seperti ini bukan karena aku benci dengan Maudy, tapi aku merasa Maudy memakai sabuk pengaman. Aku tidak menyangka Maudy sampai melakukan hal seperti ini, di saat rasa sayang suaminya menghilang dia memakai cara seperti ini untuk menarik simpatik banyak orang."


Zivanna dengan santainya dia berjalan kembali ke dalam kantor nya.


" Seperti nya apa yang di katakan Zivanna benar yaa, sekarang cinta Sebastian yang mulai memudar membuat Maudy panik melakukan apa saja."


Lollyta pun mengikuti Zivanna, di saat Zivanna yang sudah mengetahui semuanya.


Sebastian kelihatan sangat panik sekali di perjalanan dia menangis sambil memegang tangan Maudy.


" Kenapa kamu harus sampai melakukan ini semua Maudy, ini sangat bahaya."


Mereka pun akhirnya sampai di Rumah Sakit, Maudy langsung di tangani oleh pihak medis.


Sebastian menunggu di luar dia sangat menghawatirkan kondisi Maudy, tapi ternyata apa yang di katakan oleh Zivanna benar saja Maudy hanya pingsan.


Benturan nya pun tidak terlalu keras sehingga Maudy bisa langsung pulang, mendengar kondisi yang baik Maudy pun langsung memohon kepada Dokter dan Suster yang menangani nya.


Maudy menangis di hadapan para Dokter dan Suster.


" Saya tidak mau langsung pulang Dok, saya tadi melihat suami saya sedang bersama dengan selingkuhannya. Mereka berdua mengobrol, saya merasa sangat kecewa sekali dan langsung berlari menuju ke mobil saya menabrak kan mobil saya ke pohon yang besar."


Dokter dan Suster pun seketika langsung terdiam mendengar cerita Maudy.


" Saya berpikir jika saya seperti ini, suami saya akan sadar bahwa saya sangat cinta kepada nya. Saya mohon ijinkan saya untuk menginap di rumah sakit ini, saya ingin suami saya merasa menyesal dengan apa yang sudah di lakukan nya."


Dokter merasa kasihan ketika mendengar cerita Maudy.


" Yasudah yaa Buu, sekarang lebih baik ibu istirahat yaa."

__ADS_1


Dokter meninggalkan Maudy dan dia pun langsung bertemu dengan Sebastian.


" Dokter bagaimana dengan kondisi istri saya,? Dia baik-baik saja kan?."


Sebastian yang begitu sangat menghawatirkan kondisi istrinya.


" Isteri bapak tadi hanya pingsan saja, tidak ada luka yang serius tapi sepertinya dia ingin mendapatkan perawatan di sini."


Dokter pun langsung pergi meninggalkan Sebastian.


" Maksud nya bagaimana yaa, apakah Maudy yang meminta untuk di rawat di Rumah Sakit walaupun kondisi tidak ada yang serius."


Sebastian langsung masuk ke dalam ruangan Maudy, dan Suster pun pergi.


Sebastian melihat Maudy yang sedang menangis histeris sambil memegang kepalanya.


" Maudy kenapa kamu harus melakukan ini semua,? Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan mu."


Tangisan Maudy semakin kencang dia ingin mendapatkan perhatian dari suaminya.


" Kamu yang sudah berubah, aku tidak seperti yang kamu pikirkan."


" Sudah jangan menangis seperti ini malu jika sampai terdengar banyak orang, sekarang lebih baik kamu istirahat yaa."


Maudy memeluk erat tubuh suaminya.


" Aku ingin kamu berjanji untuk tidak seperti itu lagi yaa, kamu jangan berubah kamu harus seperti dulu lagi. Dengan adanya kejadian seperti ini aku ingin kita memulai dari nol."


Maudy benar-benar ingin Sebastian kembali mencintai nya.


Sebastian pun melepaskan pelukan erat Maudy.


" Sudah jangan dulu memikirkan itu semua, sekarang lebih kita pulang saja dari Rumah Sakit ini."


Sebastian merasa Maudy yang baik-baik saja.


" Kamu tidak memiliki luka yang serius, ayo kita pulang saja ke rumah."

__ADS_1


Maudy merasa rencana gagal dia ingin berada di rumah sakit agar Bianca bisa melihat nya.


" Tapi kepala ku masih sangat pusing, kita belum melihat hasil ronsen nya kan."


Maudy tetap ingin berada di Rumah Sakit.


" Baiklah Maudy, jika itu keinginan mu."


Suster datang membawa makanan dan obat untuk Maudy.


" Silahkan makan yaa Buu, dan lupa di minum obat nya."


Sebastian mengambil makanan tersebut.


" Terimakasih banyak Suster."


Sebastian menguapi Maudy, karena Maudy yang terus-menerus mengeluh pusing pada bagian kepala nya.


Maudy akhirnya mendapatkan kembali perhatian dari suaminya, walaupun dia harus sampai melakukan hal yang membahayakan nyawa nya.


Maudy merasa sangat senang sekali ketika dia melihat Sebastian yang kembali seperti dulu.


Selesai makan Sebastian memberikan obat kepada Maudy.


" Sudah makan dan minum obat sekarang kamu istirahat yaa, aku keluar sebentar yaa untuk membelikan buah-buahan untuk mu."


Maudy membaringkan tubuhnya dia memang masih merasa sangat pusing dan sakit di bagian kepalanya.


Sebastian meninggalkan Maudy, dia berjalan menuju ke luar rumah sakit.


Maudy di bawa ke rumah sakit yang di miliki oleh Dokter Richard, Ayah Zivanna.


Dokter Richard melihat Sebastian, dia pun langsung bertanya-tanya siapa yang sakit.


" Apakah Ibu nya Sebastian yaa yang sakit, aku merasa sangat penasaran sekali."


Handphone Dokter Richard bergetar dia melihat ada pesan masuk dari Zivanna.

__ADS_1


* Maudy melakukan hal yang bodoh, dia menabrakkan mobilnya ke pohon besar di depan kantor ibu. Maudy mungkin merasa cemburu melihat suaminya mengobrol dengan ku, karena ternyata suaminya sudah tidak lagi mempunyai perasaan terhadap nya*


Membaca pesan dari Zivanna akhirnya rasa penasaran Dokter Richard hilang.


__ADS_2