
Samuel menjemput Bianca dengan rasa emosional, dia merasa jika Maudy tidak bisa mengurus Bianca.
" Bagaimana dengan Maudy, dia ingin membawa Bianca tapi kenyataannya Bianca yang hanya bertahan sampai malam saja. Apa yang di lakukan Maudy kepada Bianca, sampai dia menangis di telephone."
Samuel pun akhirnya sampai dia melihat Sebastian dan Maudy seperti sedang bertengkar.
Samuel pun langsung turun dari mobil nya.
" Maudy di mana Bianca, tadi dia menephone ku dalam keadaan menangis."
Maudy langsung melepaskan genggaman erat tangan nya kepada Sebastian.
Dan Sebastian semakin yakin jika Maudy yang memang masih mempunyai perasaan terhadap Samuel.
" Aku pergi itu yang kamu inginkan."
Sebastian pun pergi dan Samuel merasa tidak nyaman dia harus datang di saat Maudy dan Sebastian sedang bertengkar.
Sebastian tidak pergi dia memperlihatkan Samuel dan Maudy dari dalam mobil nya.
Maudy hendak memegang tangan Samuel, tapi Samuel langsung menepis nya.
" Jangan pegang tangan ku, kamu tidak menghargai suami mu. Cepat masuk ke dalam dan bawa Bianca keluar, aku tidak mau masuk ke dalam jika suami mu sedang berada di luar rumah."
Sebastian melihat jelas jika Samuel yang mengindari Maudy tapi Maudy yang ingin tetap dekat dengan Samuel.
" Maudy kamu benar-benar membuat aku kecewa, aku tidak menyukai kita yang sudah menjalani hubungan rumah tangga selama 4 tahun lamanya tapi kamu masih mempunya terhadap Samuel."
Sebastian memilih untuk pergi menenangkan pikiran nya dia melihat Samuel yang aman tidak mungkin melakukan sesuatu dengan Maudy.
Maudy membawa Bianca keluar dari rumah nya dan Bianca langsung berlari menghampiri Samuel.
" Papa, aku ingin pulang saja."
__ADS_1
Bianca memeluk erat tubuh Papa nya.
" Yasudah sayang ayo kita pulang yaa, kita tinggal kan tempat ini."
Maudy merasa sangat sedih sekali ketika melihat Bianca yang awalnya sudah dekat dengan nya sekarang harus pergi meninggalkan.
" Bianca, maafkan Mama yaa sayang."
Maudy mencoba untuk mengirimkan pesan kepada Sebastian.
* Pulang aku mohon, aku janji akan berubah*
Maudy kembali masuk ke dalam rumah nya, dia menuggu kedatangan suaminya dan bisa memaafkan nya.
Bianca dan Samuel masuk ke dalam mobil.
Samuel menyalakan mesin mobil nya dan dia pun langsung pergi dari rumah Maudy.
" Kenapa kamu harus menangis Bianca, buku kah keinginan mu untuk bisa tinggal bersama dengan Mama mu."
Samuel ingin mengetahui jawaban dari Bianca.
" Maafkan aku yaa Papa, aku merasa jika Papa Sebastian tidak menyukai aku untuk tinggal bersama dengan Mama. Mereka berdua bertengkar dan seperti nya karena aku, aku merasa sangat bersalah."
Samuel pun hanya bisa terdiam saja dia berharap jika sikap Bianca akan berubah menjadi lebih baik lagi kepada Zivanna.
Mereka berdua pun sampai di depan gerbang, mendengar suara klakson mobil Suster Vina langsung keluar dari kamar Zivanna karena harus menjemput Bianca.
" Zivanna seperti nya Bianca sudah datang aku harus cepat keluar dari kamar mu ini, jika sampai Pak Samuel melihat aku masuk ke kamar kalian maka dia pasti akan marah besar kepada ku."
Suster Vina berlari dan dia melihat Bianca yang seperti habis menangis, Suster Vina pun langsung membawa Bianca ke dalam kamar.
" Ayo kita masuk ke kamar yaa, sudah jangan menagis lagi yaa. Sekarang kamu sudah berada di rumah, kamu aman di rumah ini."
__ADS_1
Bianca masuk ke dalam kamar nya, sedangkan Samuel pun berjalan menuju ke arah nya.
Samuel melihat Zivanna yang sedang memakan buah malam-malam dan dia pun langsung menghampiri nya.
" Kenapa makan buah sayang, kenapa tidak makan nasi saja jangan menyiksa diri yaa."
Samuel membelai rambut panjang Zivanna.
" Aku lagi nggak mau makan nasi, aku sedang ingin makan buah-buahan. Kamu tenang saja yaa aku sudah tidak menjalani program diet."
Zivanna menyimpan buah-buahan yang ada di piring, dia fokus bertanya tentang Bianca.
" Bagaimana dengan Bianca,? Kenapa dia mendadak ingin pulang ke rumah."
Zivanna begitu sangat penasaran sekali.
" Bianca menangis karena dia melihat Maudy dan Sebastian bertengkar dan Bianca berpikir jika pertengkaran itu karena kedatangan nya di rumah itu."
Zivanna merasa jika pertengkaran itu karena dirinya yang datang ke kantor Sebastian.
Samuel melihat Zivanna yang melamun.
" Kamu kenapa melamun sayang,? kamu memikirkan Bianca yaa. Apakah sikap Bianca akan berubah atau tidak dengan kamu, semoga saja Bianca kembali seperti dulu lagi yaa."
Zivanna hanya tersenyum tipis dan dia pun merasa sangat mengantuk sekali.
" Aku sangat mengantuk sekali, besok aku ada pemotretan dan aku di undang di acara televisi untuk mempromosikan produk tersebut Ibu."
Samuel merasa bangga mempunyai istri seperti Zivanna.
" Yasudah kamu istirahat yaa, selamat tidur sayang mimpi indah bersama ku."
Samuel mencium kening Zivanna dia juga menarik selimut dan mematikan lampu kamar nya.
__ADS_1