
Mereka berdua pun akhirnya sampai di sekolah mewah Bianca dan Zivanna hanya bisa mengantarkan sampai gerbang saja.
"Semangat yaa sayang sekolah nya, jadi anak yang pintar yaa. Suster menunggu di dalam mobil yaa."
Bianca pun masuk ke dalam kelas nya dan Zivanna di buat terdiam dengan apa yang sudah di lakukan oleh Bianca kepada nya.
"Baru dua hari aku sudah bisa belajar masak dan bangun pagi. Astaga aku tidak mengerti harus bicara apalagi, aku merasa sangat bahagia sekali bersama dengan Bianca."
Zivanna menunggu di dalam mobil tapi dia merasa sangat bosan sekali sehingga Zivanna memilih untuk keluar dari mobil nya.
Zivanna seperti melihat ada seorang yang memperhatikan nya, seorang lelaki yang langsung pergi begitu saja.
"Apa yaa itu membuat aku curiga saja."
Zivanna sibuk dengan handphone tapi tiba-tiba Ibunya menelephone.
"Ibu, akan aku ceritakan semuanya kepada Ibu. Perubahan yang terjadi dengan aku ini."
Zivanna begitu sangat semangat sekali ketika Ibu nya yang menelephone dirinya.
__ADS_1
*Hallo Ibu*
*Ziva, kamu baik-baik saja kan di sana kamu tidak membuat anak perempuan itu menangis atau terluka dengan sikap kamu*
*Astaga Bu, tidak mungkin aku seperti itu. Anak perempuan itu sangat baik sekali loh Bu, bahkan dia mengajarkan aku untuk memasak dan sekarang aku jadi bisa menyalahkan kompor dan juga memasak telor dadar*
*Astaga Zivanna, kamu membuat ibu malu mendengar nya. Lalu bagaimana dengan anak perempuan itu apakah dia mengadu kepada orang tua nya*
*Tidak Bu, dia malahan melindungi kesalahan ku. Aku merasa sangat beruntung sekali Bu dan bahagia menjadi Suster dari Bianca*
*Yasudah itu tandanya kamu harus lebih baik lagi yaa, jaga anak perempuan itu seperti adik kamu sendiri yaa. Yasudah ibu mau melanjutkan perjalanan ibu dulu yaa*
"Zivanna umur 24 tahun baru bisa menyalahkan kompor dan itu pun berkat bantuan dari Bianca gadis kecil berusia 5 tahun. Aku menginginkan Zivanna bisa menjadi Suster yang baik karena nanti dia juga yang akan menjadi seorang ibu dia harus bisa melakukan semuanya sendiri. Beruntung sekali dia mendapatkan anak perempuan yang baik hati."
Lollyta yang mempunyai produk kecantikan terbaik dia ingin mengeluarkan produk terbarunya tapi dirinya yang masih memilih untuk siapa yang akan menjadi brand ambassador nya.
"Siapa yaa yang pantas menjadi Brand ambassador produk baru ku, coba aku lihat model-model cantik yang terbaik."
Lollyta melihat di sebuah majalah dan dia melihat ada foto wanita yang sudah dewasa.
__ADS_1
"Maudy Larissa, usia 30 tahun. Dia adalah seorang model internasional juga sudah menikah tetapi belum mempunyai anak."
Lollyta pun memperhatikan terus foto nya.
"Sangat cantik sekali dan elegan seperti aku akan menjadi kan dia sebagai brand ambassador produk terbaru ku, cocok sekali."
Lollyta pun mulai mencari tahu tentang alamat dan nomor handphone nya dia ingin bertemu dengan Maudy.
"Maudy Larissa, aku berharap kamu mau bekerja sama dengan ku yaa."
Lollyta pun mulai mencari informasi tentang Maudy, dia menanyakan kepada Asisten pribadi nya lewat telephone.
*Tolong cari tahu tentang model yang bernama Maudy Larissa, aku menginginkan nya menjadi model produk shampo terbaru ku yaa. Cari tahu dengan sangat detail yaa*
*Baiklah Bu Lollyta saya akan mencari informasi nya*
Lollyta pun mengakhiri panggilan telephone dan dia bersiap untuk makan siang.
__ADS_1