
Bianca dan Zivanna memilih untuk masuk ke dalam kamar nya, mereka berdua yang lebih menginginkan secepatnya pagi.
"Seperti nya sebuah acara yang mewah sekali yaa Suster Zi, sampai harus mengundang satu keluarga seperti ini."
Suster Zivanna pun tersenyum dia tidak bisa membayangkan jika besok Bianca akan bertemu dengan Mommy nya.
"Seperti nya akan akan kejutan yang luar biasa untuk kamu sayang, besok kamu pasti sangat bahagia sekali."
Bianca pun merasa binggung dengan apa yang akan terjadi kepada nya besok hari.
"Yaudah sayang sekarang kita tidur yaa, agar segera besok dan kita akan melihat pesta yang yang luar biasa sekali."
Bianca pun mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Zivanna merasa memilih untuk istirahat karena merasa tidak sabar.
Suster Zivanna melihat Bianca yang sudah tertidur pulas dia pun memulai memikirkan nasibnya besok bagaimana.
"Aku besok akan bertemu dengan Ayah dan Ibu, bagaimana dengan Ibu yang mengetahui aku yang berada di sana. Jangan sampai menjadi kesalahan dan mereka mengetahui semuanya."
Suster Zivanna pun memegang kepalanya ingin rasanya dia tidak ingat datang di acara tersebut.
__ADS_1
Keesokan harinya, Bianca yang sudah terbangun dari tidurnya dia membangunkan Suster Zivanna.
"Suster Zi, ayo kita bangun. Kita mandi dan bersiap-siap untuk menuju Omah Spesial. Suster Zi yang sebenarnya dia tidak bersemangat dan mereka pun langsung menunggu Omah Sesilia.
"Wah, semua nya yang sudah bersiap-siap, yaudah ayo kita pergi yaa. Kita makan diluar saja yaa."
Suster Zivanna dan Bianca pun masuk ke dalam mobil nya di perjalanan Bianca terus saja menangis sambil di di perjalanan.
Mereka pun akhirnya sampai di di tempat tersebut, Sesilia mencari baju untuk Suster Zivanna.
"Lihat baju yang warna putih seperti baju yang romantis sekali yaa, apalagi kulit Suster Zivanna yang putih seperti salju."
Setelah sudah mencari gaun yang cantik pun mencari aksesori untuk Zivanna, Sesilia benar-benar ingin membuat Zivanna cantik sekali.
Sesilia ingin menunjukkan kecantikan Zivanna di hadapan Maudy dia ingin mengatakan jika Zivanna yang lebih baik dari dirinya.
Setelah sudah selesai mengumpulkan semua Zivanna pun diam di salon kecantikan sedangkan Sesilia pergi ke untuk mencari pakaian untuk Bianca.
"Kenapa Omah ingin sekali Suster Zivanna terlihat sangat cantik di acara tersebut,? apakah agar mereka menyangka jika Suster Zivanna itu kekasih Papa Sam."
__ADS_1
Bianca tersenyum manis kepada Omah nya.
"Siapa pun yang menjadi ibu sambung ku dia pasti sangat yang terbaik untuk kebaikan kalian nanti."
Bianca menginginkan penampilan nya yang sama dengan Suster Zivanna.
"Aku ingin sangat cantik sekali yaa Omah, aku tidak mau berbeda dengan Suster Zivanna."
Setelah selesai melakukan make up, Bianca yang sudah selesai dia langsung menghampiri Suster Zivanna.
Bianca begitu saja terkejut sekali ketika melihat wajah Suster Zivanna yang sangat berubah tidak seperti sebelumnya.
"Astaga, Suster Zivanna sangat cantik sekali dan Papa pasti sangat menyukai penampilan Suster Zivanna."
Bianca terus saja memegang wajah Suster Zivanna.
"Terimakasih sayaaaaang, ini hanya kekuatan make up saja. Merubah penampilan menjadi lebih baik."
Bianca pun memeluk erat tubuh Suster Zivanna dia kelihatan begitu sangat bahagia sekali dan Omah Sesilia memperhatikan nya.
__ADS_1