
*** Keesokan Harinya ***
Zivanna kelihatan sangat bersemangat sekali karena hari ini dia akan bertemu dengan Sesilia, walaupun dia tidak tahu apa yang akan di bicarakan oleh mereka berdua.
Lollyta melihat Zivanna yang sudah sangat cantik sekali.
" Zivanna pagi-pagi sekali kamu mau ke mana,? bukan kah kamu tidak mempunyai jadwal pemotretan hari ini."
Zivanna tersenyum manis kepada Ibunya.
" Aku harus cantik dong Buu, walaupun tidak sedang bekerja. Kan sekarang aku ini adalah seorang model, jadi harus berpenampilan cantik dan menarik."
Zivanna melihat Ayah nya yang kelihatan sangat terburu-buru sekali.
" Ayah langsung pergi ya Bu, Ayah harus secepatnya sampai di Rumah Sakit."
Dokter Richard pun bersalaman dengan Istri nya dan anak nya.
Setrika melihat Ayah nya yang sudah pergi, Zivanna pun mulai bisa memberanikan diri untuk bicara dengan Ibunya.
" Bu, aku tidak suka dengan Felix. Untuk apa sih dia sampai harus datang ke rumah, tidak punya rasa malu."
Lollyta melihat Zivanna yang seperti membenci Felix.
" Zivanna, dia itu kan teman kecil kamu wajar jika dia seperti ini datang untuk melakukan silaturahmi kepada kita."
Zivanna menggelengkan kepalanya berkali-kali.
__ADS_1
" Itu hanya alasan saja, aku pergi yaa Buu."
Zivanna bersalaman dengan ibunya dan dia pun langsung pergi begitu saja.
" Sebenarnya dia mau pergi ke mana sih, pagi-pagi sekali. Apakah dia ingin bertemu dengan Samuel, Zivanna dia lebih suka dengan lelaki dewasa dari pada lelaki seumuran nya."
Karena tidak ada yang menemani nya makan, Lollyta pun memilih untuk pergi langsung ke kantor nya.
Lollyta ingin melihat hasil dari pekerjaan Maudy yang di undang di salah satu stasiun televisi untuk mempromosikan produk baru nya.
Ketika Maudy keluar dari rumah dia melihat Zivanna yang diam seperti kebingungan di depan mobil-mobil nya.
" Aku kan mau bertemu dengan Bu Sesilia, dia kan tau nya aku gadis sederhana yang tidak mungkin punya mobil mewah seperti ini."
Lollyta pun mendengar perkataan Zivanna.
" Jadi kamu mau ketemuan dengan calon mertua, tapi kamu lupa dengan keadaan. Yasudah ibu antarkan kamu pergi ke mana,? nanti pulang nya kamu minta jemput saja."
" Bu, di cerita yang aku buat kan. Aku ini wanita simpanan Ayah, bagaimana ceritanya aku bisa satu mobil dengan Ibu.'
Lollyta pun melepaskan genggaman tangan nya.
" Sudahlah Zivanna sampai kapan kamu akan melanjutkan drama yang kamu buat ini, Ayah kandung saja kamu jadikan Sugar Daddy untuk cerita mu ini."
Zivanna tersenyum tipis kepada Ibunya.
" Bukan aku yakin memulai drama perselingkuhan ini Bu, tapi Maudy yang yang membuat nya, dan aku bertugas untuk mengembangkan cerita nya menjadi lebih menarik lagi seperti sekarang contoh nya."
__ADS_1
Lollyta yang sudah merasa sangat pusing dia pun memilih untuk pergi masuk ke dalam mobil nya, Lollyta seakan tidak memperdulikan Zivanna.
" Yasudahlah, aku pakai Taksi saja. Nanti selesai mengobrol aku minta Ibu yang menjemput ku."
Zivanna pun berjalan menuju ke gerbang untuk menuggu datangnya taksi, Zivanna duduk sambil memainkan handphone nya.
Zivanna melihat hasil penampilan Maudy di televisi dalam mempromosikan produk skincare terbaru milik Ibunya.
" Aku merasa Maudy gagal deh, tidak ada cerah dan bercahaya di wajah nya, seperti nya memang lebih pantas aku yang menjadi Brand Ambassador produk milik ibu semuanya."
Akhirnya taksi pun datang Zivanna langsung masuk ke dalam, dia memasukkan handphone nya dan mengambil cermin di dalam tasnya.
" Aku harus cantik jelita di depan calon mertua, walaupun aku masih belum yakin jika Pak Samuel Mahendra itu mempunyai perasaan terhadap aku, ahhhh jika sampai itu terjadi aku akan lebih memilih untuk langsung menikah."
Ekpresi wajah Zivanna begitu sangat bahagia sekali dia pun sampai memperhatikan wajah nya di kaca.
" Aku merasa sudah cantik, dan sekarang aku sudah sampai."
Zivanna keluar dari taksi dia melihat belum ada Sesilia, dsn membuat Zivanna langsung masuk untuk memesan minuman untuk mereka berdua.
" Seperti nya tidak perlu makan karena langsung pergi ke kantor."
Zivanna yang selesai memesan minuman dia mengeluarkan handphone nya kembali.
" Apakah Bu Sesilia lupa yaa, hmmmm."
Zivanna terus saja memandangi handphone nya.
__ADS_1
" Jika sampai satu jam tidak datang aku akan pergi dari Restoran ini, lebih baik aku rebahan sambil menikmati harta orang tua."
Zivanna mencoba untuk setia menunggu kedatangan Sesilia.