
Zivanna terlihat begitu sangat bersemangat sekali dia bisa melakukan pekerjaan nya dengan sangat profesional sekali.
Setelah ngisi acara di televisi, Zivanna memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya.
" Zivanna apakah kamu tidak langsung saja bilang kepada Samuel jika kamu sekarang sedang hamil, supaya Samuel lebih bersemangat untuk datang ke rumah."
Zivanna langsung terdiam seperti sedang memikirkan perkataan Ibunya.
" Hmmmm, seperti nya tidak Ibu. Biarkan saja jika dia memang ingin bertemu dengan istri nya, datang lah dia bertemu dengan ku tapi jika tidak yasudah tidak apa-apa."
Zivanna masuk ke dalam mobil sedangkan Lollyta dia tidak bisa bicara apa-apa semua terserah Zivanna.
" Bu, aku kan sekarang sedang hamil yaa dan berat badan ku pasti akan bertambah terus kan lalu bagaimana dengan pekerjaan ku ? Apakah ibu akan mengganti dengan model yang lain? Tidak lagi memakai aku sebagai brand ambassador produk kecantikan ibu?."
Zivanna takut ibu nya menyuruh Maudy untuk kembali.
" Ibu menjual produk kecantikan bukan produk pelangsing, memang kenapa jika ada perubahan di badan mu ? Apakah itu akan mengubah kecantikan wajah mu ? Tidak akan Zivanna. Mereka pun pasti akan mengetahui jika perubahan itu karena kamu yang sedang hamil, dan sebagainya sesama wanita mereka pasti bisa memaklumi nya termasuk ibu mu ini."
__ADS_1
Zivanna pun langsung tersenyum manis kepada Ibu nya.
" Zivanna, kamu harus bisa seperti dulu lagi yaa sayang. Kamu harus bisa baik dengan Bianca, sekarang Bianca yang sudah tidak mau dengan Mama nya giliran kamu sebagai Mommy nya mengembalikan sikap Bianca seperti dulu lagi."
Lollyta merasa Zivanna yang menjadi benci kepada Bianca itu karena bawaan dari kehamilan nya.
" Aku tidak bisa Buu, setiap melihat Bianca rasanya sangat kesal sekali seperti aku melihat wajah Maudy. Aku tidak mau jika anak nanti mirip dengan Maudy, itu sama saja seperti suamiku menikah lagi dengan Maudy."
Lollyta tidak bisa memaksa dia pun sekarang hanya bisa terdiam saja, Lollyta tidak mau Zivanna menjadi kesal dan tensi darah nya tinggi hanya karena membicarakan tentang Maudy dan Bianca.
Mereka berdua akhirnya sampai di rumah, Wajah Zivanna seketika langsung berubah dia kelihatan sangat senang sekali.
Zivanna masuk ke dalam kamar nya, dia sangat rindu sekali dengan suasana kamar yang nyaman.
" Ahhhhhh, akhirnya aku bisa berbaring di kamar ku yang sangat nyaman ini."
Zivanna memegang perut nya dia pun langsung membayangkan ketika dia menjadi seorang ibu nanti.
__ADS_1
" Di saat waktu di Rumah Sakit, aku mendengar teriakkan kencang perjuangan seorang ibu untuk bisa melahirkan anak nya. Dan sebenarnya lagi, aku akan berada di posisi itu."
Zivanna membayangkan jika dia sampai di berikan kepercayaan untuk mempunyai anak kembar.
" Aku yang sebagai seorang ibu yang gampang emosi seperti ini, apa kabar nya jika aku mengurus anak sendiri jauh dari orang tua."
Zivanna pun tiba-tiba saja dia langsung menangis sambil membayangkan nya.
" Ahhhhhh, kenapa ibu hamil itu mood nya berubah-ubah seperti ini yaa."
Zivanna memilih untuk keluar dari kamar dia ingin ingat pergi ke luar rumah nya, karena di sana sangat banyak sekali tumbuh-tumbuhan yang bisa membuat pikiran nya menjadi lebih segar.
Lollyta memperhatikan Zivanna yang berjalan menuju ke luar rumah, Lollyta yang merasa hawatir dia pun lebih memilih untuk mengikuti Zivanna.
Lollyta sangat menjaga Zivanna, dia takut Zivanna sampai terjatuh karena Zivanna berjalan seperti seorang model.
Zivanna duduk di bawah pohon yang rindang dan di bawah ada kursi.
__ADS_1
Zivanna memegang kalung berlian yang pernah di belikan oleh Samuel untuk nya.
Zivanna teringat kembali dengan kebersamaan nya bersama dengan Bianca di saat hujan turun mereka bertiga sampai kehujanan sampai basah seluruh pakaian nya.