I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *170*


__ADS_3

Sesilia dengan sangat terpaksa dia pergi ke rumah Sebastian untuk melihat kondisi Maudy secara langsung.


Sesilia tidak mau sampai dia bohongi oleh Maudy, karena dia yang memang ingin mengambil Bianca dari Samuel.


" Aku ingin melihat mu Maudy, aku ini lihat dengan langsung. Aku akan bicara langsung di hadapan mu, kamu tidak bisa bohong kepada ku."


Sesilia menjalankan mobilnya dan di perjalanan dia melihat banyak bunga-bunga dan membuat nya memberhentikan mobilnya, dia langsung turun dari mobil dan membeli bucket bunga mawar putih untuk Maudy.


" Aku berharap hati mu bisa seputih bunga mawar ini, karena hati mu itu terlalu kotor Maudy."


Setelah membeli bucket bunga tersebut, Sesilia pun masuk kembali ke dalam mobil nya dia melanjutkan perjalanan nya menuju ke rumah Sebastian.


" Sebelumnya aku yang belum memberitahu kedatangan ku ke sana, karena aku tidak mau Maudy mengetahui nya."


Setelah menempuh perjalanan sampai 1 jam, Sesilia pun sampai di rumah Sebastian.


Ketika Sesilia turun dari mobil dia pun langsung di hampiri oleh satpam karena tidak sembarang untuk bisa masuk ke rumah ini.


Sesilia pun langsung menjelaskan semuanya kepada satpam tersebut dan akhirnya Sesilia pun di persilahkan untuk masuk ke dalam rumah mewah tersebut.


Sesilia menatap sinis kepada rumah itu.


" Oh ternyata ini yang membuat Maudy sampai meninggalkan Samuel, karena rumah megah ini tapi sekarang Samuel pun sudah mempunyai rumah yang lebih dari ini."


Susana berbeda terasa di saat Sedikit masuk ke dalam rumah tersebut yang terkesan sangat sepi sekali.


Salah satu pegawai pun langsung menghampiri Sesilia.


" Aku ingin melihat Maudy, bisakah kamu mengantarkan saya langsung ke kamar nya."


Pegawai tersebut langsung mengantarkan Sesilia ke depan pintu kamar Maudy, baru saja sampai Sesilia sudah mendengar teriakkan keras Maudy.


Dan seketika membuka Sesilia yang hendak membuka pintu dia langsung terkejut.

__ADS_1


" Apa yang sebenarnya terjadi di dalam,? apakah Maudy sedang merasa kesakitan? aku merasa takut sekali tapi aku juga penasaran."


Pegawai tersebut pun langsung membukakan pintu kamar dan dengan sangat terpaksa Sesilia pun masuk ke dalam kamar tersebut.


Sesilia melihat Sebastian yang sedang memeluk erat tubuh Maudy yang terus menerus berteriak seperti ingin pergi.


Sesilia pun dengan berani menghampiri Maudy.


" Kenapa kamu menjadi seperti ini Maudy,? bukan kamu itu adalah wanita yang kuat."


Maudy membalikkan badannya ketika dia mendengar suara Sesilia dan Sebastian pun begitu sangat terkejut sekali dengan kedatangan Sesilia.


" Mama Sesilia, aku mohon sekali aku ingin bertemu dengan Bianca Mam. Aku hanya ingin memeluk nya, aku ini seorang ibu kandung nya."


Sebastian melepaskan Maudy yang sudah sangat lemas sekali berteriak-teriak kencang sambil memanggil Bianca.


" Kamu menyesal sekarang,? kamu meninggalkan Bianca yang masih 4 bulan dan juga suami mu yang begitu sangat mencintaimu hanya karena Sebastian untuk lebih kaya dari Samuel."


Sebastian pun langsung menundukkan kepalanya dia merasa bersalah dan malu sekali, tapi kenyataannya memang Maudy yang meminta untuk menikah dengan nya.


Maudy sampai berlutut di depan kaki Sesilia, tapi Sesilia tetap kuat dia tidak mau kasihan dengan Maudy karena Samuel jauh lebih kasihan jika melihat perlakuan Maudy di masa lalu.


" Sudah lupakan Bianca, biarkan dia bahagia bersama dengan Papa nya. Bianca lebih bahagia bersama dengan Papa nya, Lebih baik kamu melakukan program kehamilan saja."


Sesilia memundurkan tubuhnya dia tidak mau Maudy sampai menyentuh kaki nya.


" Kita sudah melakukan banyak progres kehamilan tapi tidak ada yang berhasil satu pun, dan itu yang membuat Maudy menginginkan Bianca untuk bisa bersama dengan nya walaupun hanya sebatas untuk menginap saja."


Sesilia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


" Apakah kamu merasa sadar jika itu adalah sebuah karma untuk mu,? seorang ibu yang meninggalkan bayi nya dan berharap bisa mempunyai lagi anak dengan cepat. Tapi ternyata karma menimpa mu Maudy, di saat kamu mengabaikan anak mu sekarang kamu menginginkan anak yang baru."


Sesilia merasa tensi darah bisa tinggi jika terus menerus berada di rumah ini.

__ADS_1


" Aku pergi dulu yaa, dan ini bunga mawar putih untuk mu supaya hati mu menjadi putih dan bersih."


Sesilia membalikkan badannya tapi Maudy yang tiba-tiba saja dia menarik rambut Sesilia sehingga membuat Sesilia merasa sangat kesakitan sekali.


Sebastian pun langsung menghampiri mereka berdua dan memisahkan kan nya, Sedikit memegang kepalanya sedangkan Maudy dia hanya bisa tertawa terbahak-bahak di hadapan Sesilia.


Sesilia pun langsung keluar dari kamar tersebut dan menutup rapat pintu kamar nya, kedatangan Sesilia membuat seisi rumah mengetahui apa yang di lakukan oleh Maudy terhadap Bianca.


Para pegawai pun merasa ini merupakan sebuah karma, karena Maudy yang mengabaikan Bianca di saat masih bayi.


Sesilia masuk ke dalam mobil dia pun mengatur nafas nya yang sangat sesak sekali.


" Ahhhh, berani sekali dia menarik rambut panjang ku. Seperti nya Maudy memang benar-benar gangguan Jiwa yaa, bahaya sekali jika Maudy sampai bertemu dengan Bianca."


Sesilia pun dengan sangat cepat dia meninggal rumah tersebut, Sesilia tidak akan menceritakan kepada yang terjadi dengan Samuel karena dia tidak mau Samuel yang merasa kasihan dengan Maudy.


" Pokoknya aku hanya bersikap tenang seperti tidak terjadi apa-apa, Samuel Jagan sampe mengetahui nya."


Sesilia pun terus saja mengatur nafas nya dia benar-benar ingin merasa sangat tenang sekali, pada saat sampai di depan kantor.


Sesilia mengeluarkan handphone nya untuk mengirimkan pesan kepada Suster Vina.


* Suster Vina, jaga Bianca dengan baik yaa. Tadi saya melihat Maudy dan dia sangat parah sekali dia sampai menjambak rambut saya*


Suster Vina begitu sangat terkejut sekali ketika membaca pesan dari Sesilia.


* Baiklah Bu saya akan berhati-hati dengan Bianca. Saya tidak akan membiarkan Bianca sampai di sentuh oleh Bu Maudy, saya akan melindungi Bianca*


* Baguslah, tapi jangan sampai Bianca mengetahui ini yaa. Saya tahu mau Bianca menjadi ketakutan, jaga perasaan Bianca*


* Baiklah ibu Sesilia*


Sesilia pun berjalan menuju ke dalam kantor dia benar-benar harus bersikap biasa saja, walaupun sebenarnya dia merasa sangat trauma dengan sikap Maudy terhadap nya.

__ADS_1


Sesilia melihat Samuel yang sedang sibuk dengan rapat penting nya dan membuat Sesilia bisa masuk ke dalam ruangan untuk menenangkan perasaan dan pikiran nya.


__ADS_2