I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (111)


__ADS_3

Sebastian yang membaca pesan dari istrinya dia seketika langsung panik.


" Jika Maudy melihat Zivanna yang mengantikan posisi nya, Maudy akan kembali despresi."


Sebastian pun memilih untuk menelephone Suster Vina, karena jika dia mengirimkan pesan Sebastian hawatir Maudy yang membaca nya.


* Hallo Suster Vina, kamu sekarang sedang berada di mana. Tidak bersama dengan Maudy kan, saya ingin berbicara serius*


* Tidak Pak saya tidak sedang bersama dengan Bu Maudy, saya sekarang sedang berada di luar rumah*


* Baiklah bagus, tolong jauh kan Maudy dari handphone dan televisi. Jangan sampai Maudy mengetahui jika posisi Maudy di gantikan oleh Zivanna, itu akan membuat Maudy kembali despresi*


* Baik Pak Sebastian saya mengerti*


* Terimakasih banyak Suster Vina*


Suster Vina melihat Maudy kembali dia melihat Maudy yang sedang tertidur pulas.


Suster Vina merasa sangat tenang sekali ketika melihat Maudy yang sedang beristirahat.


Suster Vina tiba-tiba saja dia merasa sangat lelah sekali dan akhirnya dia memilih untuk tidur di sofa ada di kamar Maudy.


Suster Vina tidur sambil menunggu Maudy, setelah Suster Vina tertidur pulas, Maudy pun membuka mata nya dia menginginkan handphone Suster Vina.


" Baguslah dia tidur pulas, maka aku bisa mengambil handphone nya."


Maudy pun mengambil handphone tersebut, dia kelihatan sangat senang sekali.

__ADS_1


Maudy pun mulai melihat berita yang tranding topik untuk hari dan dia begitu sangat terkejut sekali ketika posisi nya sementara di gantikan oleh Zivanna.


" Lollyta mengantikan posisi ku dengan Zivanna, seorang model ternama di gantikan oleh Zivanna."


Maudy begitu sangat emosional sekali dia pun mengembalikan handphone nya dengan posisi seperti semula, Maudy kelihatan sangat emosional sekali dia pun memilih untuk pergi dari rumah nya dengan membawa gunting di dalam tas nya.


Kepergian Maudy membuat para pegawai merasa sangat menghawatirkan sekali Maudy yang dalam keadaan masih sakit.


Tapi tidak ada yang berani mencegah Maudy.


Maudy tiba-tiba terdiam dia melemparkan banyak uang, kepada para pegawai nya.


" Tutup mulut kalian semuanya, jangan sampai ada yang bicara kepada Sebastian."


Para pegawai pun menundukkan kepalanya mereka tidak ada yang mengambil uang yang berceceran di lantai.


Para pegawai lebih memilih untuk mengambil uang tersebut dan mengumpulkan nya kembali.


" Di mana Suster Vina, kenapa dia tidak mengetahui Bu Maudy pergi. Sekarang lebih baik kita simpan uang ini ke kamar Bu Maudy, Bu Maudy benar-benar sangat seram sekali."


Pegawai tersebut pun masuk ke kamar Maudy dan melihat Suster Vina yang sedang tertidur pulas, mereka melihat Suster Vina yang tidak seperti tidur biasanya.


Para pegawai pun langsung membangunkan Suster Vina yang sangat susah sekali untuk di bangunkan.


" Coba kita ciptakan air ke wajah nya, siapa tahu dia bisa langsung bangun."


Mereka pun melakukan itu dan akhirnya Suster Vina pun bisa terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


" Astaga kenapa kepala aku sangat berat yaa, pusing sekali ini."


Suster Vina memegang kepalanya dan dia melihat Maudy yang sudah tidak ada di kasur nya.


" Bu Maudy, kenapa tidak ada di kasur nya."


Suster Vina kelihatan sangat panik sekali.


" Seperti nya Suster Vina di berikan obat tidur oleh Bu Maudy, sebelum dia melakukan aksinya ini."


Suster Vina mulai mengingat apa yang terjadi dengan nya, dan ternyata dia memang di berikan minuman oleh Maudy.


" Bu Maudy memberikan saya minum jeruk, dia bilang supaya bisa menyegarkan tubuh. Dan setelah saya minum, Bu Maudy langsung masuk ke dalam kamar. Saya melihat Bu Maudy yang tertidur pulas, dan saya pun merasa kan rasa mengantuk yang sangat luar biasa sekali."


Para pegawai pun merasa sangat menghawatirkan Maudy.


" Kita semua diancam untuk tidak mengatakan hal ini kepada Bapak Sebastian, Bu Maudy sampai melemparkan banyak uang. Tapi kami tidak mengambil uang tersebut, kami mengembalikan nya kembali."


Suster Vina merasa sangat serba salah, dia pun langsung menelephone Sebastian.


* Hallo Pak Sebastian, Bu Maudy kabur dari rumah. Saya di berikan obat tidur, sehingga dia bisa pergi dengan mudah nya. Bu Maudy juga mengancam para pegawai yang lain nya, jika sampai mencegah nya untuk pergi*


* Terimakasih Suster Vina atas informasinya, saya sekarang akan mencari keberadaan Maudy"


Suster Vina mengakhiri panggilan telephone nya.


" Kalian semua tidak usah hawatir karena aku yang memberitahu Pak Sebastian, bukan kalian yaa. Jadi kalian semuanya aman, kalian bisa memberitahu kepada Bu Maudy."

__ADS_1


Suster Vina merasa jika Maudy begitu sangat nekad sekali karena dia yang menyimpan perasaan dendam terhadap pekerjaan nya.


__ADS_2