
Di perjalanan menuju ke rumah nya, Bianca terdiam dia tidak mau berbicara sedikit pun.
" Bianca sayang, kamu pasti masih trauma dengan apa yang di lakukan oleh Mama mu yaa. Sudah ya sayang jangan di pikirkan lagi yaa, lupakan nanti kamu semakin terganggu."
Suster Vina memeluk erat tubuh mungil Bianca. Dia sangat menyayangkan sikap Maudy yang melakukan hal kekerasan di hadapan Bianca, ini semakin membuat Bianca tidak bisa menerima kehadiran Mama nya.
" Suster Vina, aku merasa sangat takut sekali. Aku tidak mau lagi bertemu dengan Mama, karena Mama itu sangat jahat sekali. Mung nanti Mama juga akan melakukan hal yang sama kepada ku, aku sangat takut sekali."
Tangan Bianca sampai bergetar dan Suster Vina pun mencoba untuk mengirimkan pesan kepada Samuel.
* Pak Samuel, Bianca sangat ketakutan sekali tangan nya sampai bergetar dia bertemu dengan Mama nya. Ibu Maudy marah besar ketika mengetahui kita bisa bertemu dengan Suster Zivanna di sebuah Restoran, Ini Maudy mau menampar wajah saja di depan Maudy*
Suster Vina mencoba untuk menenangkan perasaan Bianca.
" Kamu yang tenang yaa sayang, semuanya pasti akan baik-baik saja. Mama Maudy tidak akan lagi mencari kamu yaa, kita diam di dalam rumah saja yaa sayang."
Bianca menganggukkan kepalanya dan akhirnya mereka berdua pun sampai di rumah, Bianca langsung berlari menuju ke kamar nya.
" Bianca harus makan siang, dia tidak boleh sampai sakit."
Suster Vina menyiapkan makan siang untuk Bianca, sedangkan Bianca dia menangis di dalam kamar nya.
__ADS_1
" Aku ingin Suster Zivanna menjadi ibu ku, aku tidak mau bersama dengan Mama. Mama yang sangat jahat dan kasar sekali selalu menyakiti orang lain."
Bianca memandangi foto kebersamaan nya bersama dengan Suster Zivanna, dia mencium foto Suster Zivanna.
" Suster Zivanna juga sayang Papa kok, dia juga sayang aku. Semoga saja mereka berdua bisa bersama kembali, aku ingin bersama dengan Suster Zivanna."
Suster Vina masuk ke dalam kamar Bianca dengan membawa makanan untuk Bianca.
" Bianca sayang, ayo makan Nak."
Suster Vina mencoba untuk menyuapi Bianca.
" Sebentar ya Suster Zivanna, aku belum Menganti seragam sekolah ku."
Dengan cepat Suster Vina menjawab panggilan telephone tersebut.
* Hallo Suster Vina, bagaimana sekarang dengan kondisi Bianca*
* Bianca masih merasa sedih dan kecewa, tapi sekarang Bianca sedang Menganti baju seragam dan setelah itu Bianca makan siang.*
* Bolehkah saya bicara dengan Bianca sebenar saja*
__ADS_1
Suster Vina memberikan handphone nya kepada Bianca.
" Papa mau bicara dengan Bianca."
Bianca pun langsung mengambil handphone tersebut.
* Hallo Papa*
* Hallo Bianca sayang, kamu baik-baik saja kan Nak*
* Papa, aku tidak mau bertemu dengan Mama lagi Mama jahat sekali dia mau menampar wajah Suster Vina*
* Iya sayang kamu tidak akan pernah lagi bertemu dengan Mama yaa*
* Papa, aku ingin Suster Zivanna menjadi Ibu aku. Suster Zivanna itu sangat baik sekali, dia tidak pernah jagat seperti Mama*
Samuel pun terdiam ketika mendengar perkataan Bianca.
* Papa kenapa diam, ayo lah Papa menikah dengan Suster Zivanna secepatnya. Agar Mama Maudy, tidak menggangu aku Papa*
* Sayaang, maafkan Papa yaa. Papa tiba-tiba ada tamu yang datang, Papa akhiri yaa panggilan telephone nya*
__ADS_1
Bianca memberikan handphone kembali kepada Suster Vina, dengan wajah yang cemberut kembali.