
Setelah sampai di tempat Dokter Richard sampai membuat dekorasi yang sangat cantik sekali, dia juga memberikan sentuhan bunga-bunga yang indah sehingga seperti makan malam romantis bersama dengan dua wanita yang dia sayangi.
Zivanna tidak menyangka akan jadi seperti ini.
"Ayah seperti sedang mengajak dua wanita untuk bisa berkencan bersama, aku begitu sangat menyukai nya."
Zivanna dan Lollyta duduk dan alunan biola begitu sangat indah di dengar.
"Zivanna ini adalah untuk mu, Ayah yakin kamu akan membuat produk shampo milik ibu mu laku keras. Ayah yakin itu sayaang, dan ibu mu nanti akan membayar mahal kamu."
Zivanna tersipu malu ketika mendengar perkataan Ayah.
"Perkataan Ayah itu terlalu berlebih-lebihan, aku kan seorang Suster bukan model. Besok hari terakhir pemotretan aku kan Bu setelah itu aku kembali menjadi seorang Suster."
Zivanna begitu sangat merindukan Bianca.
"Aku sangat merindukan Bianca, gadis kecil itu selalu membuat aku bahagia."
Lollyta melihat Zivanna sudah sangat dekat sekali dengan Bianca mungkin sudah bukan seperti kakak dan adik tapi seperti ibu dengan anak nya.
Dokter Richard berpikir Zivanna hanya melakukan ini semua sampai dua tahun saja dan setelah itu dia akan kembali dan mengikuti keinginan nya.
__ADS_1
Dokter Richard sudah kuat dengan keinginan untuk menjodohkan Zivanna dengan Felix Felio.
"Ayah, apa yang Ayah lihat dari ibu sekarang?. Apakah ibu semakin cantik dan Ayah tidak akan pernah berpaling dari ibu ?."
Pertanyaan Zivanna membuat Lollyta dan Dokter Richard tersenyum.
"Ayah masih mencintai Ibu mu seperti awal mula kita berdua bertemu, kecantikan wajah ibu mu tidak pernah pudar dari awal pertama kita bertemu dan Ayah sangat mencintai mu Ibu mu sampai kapan pun."
Zivanna melihat ketulusan cinta Ayah nya untuk Ibu nya.
Mereka pun menikmati makanan yang sudah di hidangkan, Zivanna kelihatan sangat bersemangat sekali.
"Bu bagaimana jika kita foto kebersamaan bertiga, tapi jarak nya aku tidak terlalu dekat dengan ibu dan Ayah."
Lollyta merasa ada yang aneh dengan keinginan Zivanna.
"Bukan kah kita berdua itu bukan keluarga, itu kan yang kamu sekarang sedang di jadikan drama dalam kehidupan mu."
Zivanna ingin membuat Maudy semakin pusing dengan sikap nya.
"Sudahlah Bu, ada udang di balik batu. Ada sesuatu di balik foto kebersamaan kita berdua dan ibu yang upload nya."
__ADS_1
Dokter Richard hanya terdiam dan mengikuti saja apa keinginan Zivanna, karena sesungguhnya dia tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya Zivanna sedang lakukan.
"Baiklah anak sayaaaaang, bagaimana pose kita berdua."
Zivanna pun tersenyum mengatur pose mereka berdua, Ayah dan ibu nya yang sedang bersama dan dirinya berada di sebelah Lollyta.
"Foto seakan aku adalah orang ke tiga di antara kalian berdua."
Lollyta begitu sangat terkejut sekali mendengar perkataan Zivanna.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu Zivanna."
Zivanna mengatakan nya setelah ibu nya sudah mengambil foto.
Zivanna pun langsung merebut handphone Ibu nya, dan dia pun yang mengetik kata-kata yang mungkin menyeramkan untuk di baca oleh Maudy.
Zivanna mengembalikan handphone nya kepada ibunya.
"Sudah yaa Buu, kita lihat besok pasti akan terjadi sesuatu yang menyeramkan di kantor."
Zivanna begitu sangat yakin sekali jika Maudy akan membaca setiap ibu nya membuat pembaruan di media sosial nya.
__ADS_1