
Maudy mencoba untuk bangkit dia berlari untuk mencari suaminya, usahanya selama ini untuk membuat hubungan Samuel dan Zivanna retak sekarang terjadi dengan rumah tangga nya sendiri.
" Sebastian jangan pergi yaa aku mohon Sebastian, aku minta maaf atas semua sikap ku selama ini terhadap mu yaa."
Maudy sampai bertekuk lutut di hadapan Sebastian dan Bianca pun melihat Mama nya yang sampai seperti itu kepada Papa sambung nya.
" Ternyata yang terbaik itu adalah Papa ku sendiri, Papa sambung ku tidak mau menerima kehadiran ku."
Bianca menagis dia mengeluarkan handphone nya, Bianca mencoba untuk menghubungi Suster Vina.
Suster Vina yang sedang bersama dengan Samuel dan Omah Sesilia dia langsung memberikan panggilan telephone tersebut kepada Samuel.
" Pak Sam, Bianca menelephone saya."
Samuel pun langsung mengambil handphone tersebut dan Zivanna baru saja datang.
* Hallo Bianca*
* Papa, jemput aku di rumah Mama yaa Pap. Aku ingin pulang Papa, sekarang juga Papa datang ke sini*
* Baiklah Bianca Papa ke sana sekarang juga*
Samuel langsung memberikan handphone nya ke Suster Vina.
Samuel langsung berlari untuk menjemput Bianca.
Zivanna hanya terdiam saja ketika Bianca yang menginginkan di jemput.
__ADS_1
" Zivanna kamu baik-baik saja kan,? Kenapa kamu kelihatan sangat lemas sekali."
Zivanna memegang kepalanya yang terasa sangat pusing sekali.
" Aku pusing dan sangat mual sekali, seperti nya aku kecepan dan kurang tidur."
Suster Vina membuatkan teh manis hangat untuk Zivanna.
" Minumlah, seperti kamu kurang istirahat."
Zivanna meminum teh manis hangat tersebut.
" Terimakasih yaa Vina."
Zivanna lumayan semakin membaik dia terus saja memegang kepalanya.
Zivanna di antar ke dalam kamar, Zivanna sebenarnya tidak berniat untuk pulang dia lebih memilih untuk bersama dengan Ibunya.
" Terimakasih banyak Mama."
Sesilia menyelimuti tubuh Zivanna.
" Mama keluar dulu yaa, Mama ingin menunggu kedatangan Bianca."
Zivanna menganggukkan kepalanya dan Sesilia pun keluar dari kamar Zivanna.
Zivanna merasa pusing dan sangat mual sekali.
__ADS_1
" Kenapa sekarang aku seperti ingin muntah yaa, ahhhh jangan sakit Zivanna ingat pekerjaan mu sangat banyak sekali."
Zivanna pun langsung berlari menuju ke kamar mandi dia yang sangat mual sekali.
Zivanna merasa sangat lemas ketika dia sudah muntah.
" Ahhhhhh, apa mungkin aku langsung hamil yaa."
Zivanna memegang perut nya, sambil berjalan perlahan menuju ke tempat tidur.
" Di saat situasi seperti ini, apa mungkin aku hamil sedangkan sikap Bianca yang sangat menyebalkan sekali kepada ku. Wanita hamil itu nggak boleh stres nggak boleh banyak pikiran, dan selalu harus gembira."
Zivanna memilih membeli respek di saat dia bekerja saja.
" Aku tidak boleh mempublikasikan ini dulu, jika sampai iya aku sedang hamil biarkan hanya aku saja yang mengetahui. Aku tidak mau Maudy sampai mengetahui aku hamil, dia bisa saja melakukan hal-hal, yang membahayakan untuk aku."
Zivanna memilih untuk membaringkan tubuhnya di tempat tidur, Zivanna berharap di saat Samuel sampai dia tidak merasa mual dan muntah-muntah di hadapan suaminya.
Suster Vina merasa sangat hawatir dia pun mengetuk pintu kamar Zivanna.
" Masuklah."
Suster Vina masuk dengan membawakan buah-buahan segar untuk Zivanna.
" Zivanna aku membawa kan buah-buahan, segar untuk mu, kamu pasti sangat mual sekali kan."
Zivanna pun langsung terbangun dia dengan lahap makan buah-buahan segar tersebut.
__ADS_1
Suster Vina mulai merasa curiga terhadap Zivanna.