
Keesokan harinya, Irene sudah sangat cantik sekali dia ingin bertemu dengan Lollyta, Irene sangat percaya diri sekali.
Irene berharap ini jalan penghasilan nya, dia masuk ke dalam mobil nya dan menyalakan mesin mobil nya.
Ketika Irene keluar dari gerbang rumah nya, dia seperti melihat mobil Felix yang sedang menuju ke rumah nya.
" Astaga apakah itu Felix, secepatnya itu kah dia mengetahui rumah ku."
Irene mulai merasa panik, tapi dia harus bisa konsentrasi karena sedang mengendarai mobil.
" Irene kamu harus tenang yaa, sekarang lebih baik kamu fokus pada tujuan mu saja."
Irene tidak memikirkan Felix, dia terus saja mengendarai mobil sampai ke tempat tujuan
Ketika Irene sampai di depan kantor Beauty Skincare, dia melihat Zivanna yang sedang berdiri di depan pintu.
Di saat di Restoran Irene tidak melihat Zivanna, tapi ternyata kenyataan Irene mengenal Zivanna yang merupakan brand ambassador Beauty Skincare.
" Astaga cantik sekali yaa, dan ternyata dia juga sedang hamil juga yaa."
Irene turun dari mobil secara perlahan dan Zivanna melihat Irene.
" Akhirnya dia mau datang juga syukurlah, aku sangat menginginkan kedatangan nya."
Irene menghampiri Zivanna dia tersenyum manis kepada Zivanna.
" Ayo masuk ke ruangan yaa, hati-hati jalan nya."
Irene dan Zivanna masuk ke ruangan Lollyta.
" Selamat pagi Bu Lollyta, saya datang karena kemarin ada yang memberitahu kepada saya jika Ibu Lollyta menginginkan saya untuk datang ke sini."
Irene duduk dan Zivanna membuat kan minuman untuk Irene.
" Benar sekali yaa, saya sangat tertarik dengan kecantikan kamu. Di saat kamu sedang hamil besar pun kamu kelihatan sangat cantik sekali, saya ingin sekali kamu menjadi model produk saya. Tapi nanti setelah kamu melahirkan anak pertama mu ini, karena sekarang saya tidak mungkin memperkerjakan kamu dalam kondisi hamil seperti ini."
Irene merasa sangat bahagia sekali mendengar nya, dia sampai sangat terharu.
" Saya tidak tahu harus berkata apa kepada kebaikan ibu, tapi ini kejutan untuk kehamilan saya."
Zivanna memberikan tissue untuk Irene, Zivanna merasa bingung bagaimana cara memulai pembicaraan yang ujungnya Irene mau menceritakan tentang kehidupan nya.
" Kenapa kamu sangat sedih sekali, apakah kamu mempunyai permasalahan yang besar?."
Zivanna mencoba untuk mendekati Irene.
" Permasalahan besar sudah saya rasakan dari saya mulai hamil, bukan karena saya tidak menginginkan kehamilan ini tapi ada sesuatu yang mungkin tidak bisa saya bicarakan."
Irene tidak mau jujur kepada Zivanna dan Lollyta.
Lollyta mencoba untuk mengetik nama Irene karena dia mendapatkan mendapatkan identitas Irene.
Lollyta begitu sangat terkejut sekali ketika melihat keluarga Irene seorang pembisnis sukses.
__ADS_1
" Irene mohon maaf yaa sebelumnya, ternyata kamu ini anak seorang pembisnis sukses yaa dan kamu juga anak tunggal."
Lollyta mengetahui informasi tersebut dari internet, dia sangat terkejut sekali membuat nya.
" Iya, tapi sekarang aku sudah tidak tinggal bersama dengan kedua orang tua ku semenjak aku hamil aku memilih untuk hidup mandiri."
Mendengar cerita Irene, Zivanna semakin gemas ingin sekali dia mengatakan Felix di hadapan Zivanna.
" Oh, jadi kamu tinggal bersama dengan suami saja yaa. Apakah ini seperti cerita di drama di televisi, orang tua mu tidak mau kamu menikah dengan lelaki yang kurang berpenghasilan besar."
Irene tertawa mendengar perkataan Zivanna.
" Tidak seperti itu, tapi aku hamil di luar nikah sehingga membuat kedua orang tua malu. Aku lebih memilih untuk mempertahankan kehamilan ku dari pada menggugurkan nya, aku memilih keluar dari rumah dengan bekal tabungan ku sendiri."
Zivanna sampai meneteskan air mata nya ketika dia mendengar cerita Irene, ternyata ada yang lebih menyedihkan daripada dia.
" Aku berpikir cerita kehidupan yang palin menyedihkan, ketika aku menyukai lelaki yang sudah mempunyai anak. Aku mencintai anak nya, begitu juga dengan Papa nya, tapi semenjak kehadiran Ibu kandung nya dalam wanita cepat, anak itu membenci ku dan sampai sekarang masih membenci apalagi sekarang aku yang sudah hamil rasa benci nya semakin mendalam."
Lollyta berdiri dari tempat duduk nya, dia merangkul Zivanna dan Irene.
" Kalian berdua adalah wanita yang luar biasa, kalian berdua kuat yaa."
Irene pun seketika langsung menangis dia seperti mengingat ibu nya.
" Bulan depan aku akan melahirkan anak pertama ku, tanpa adanya suami dan orang tua ku. Aku sangat sedih sekali, tapi aku beruntung untuk tetap kuat karena anak pertama ku ini adalah lelaki dia harus bisa menjadi lelaki kuat dan bertanggung jawab."
Lollyta di buat tidak bisa berkata-kata ketika mendengar perkataan Irene.
Lollyta mengajak Irene dan Zivanna keluar dari kantong nya, tapi tanpa sepengetahuan mereka bertiga ada Felix membawa makanan untuk Zivanna.
Felix melihat Irene yang sedang bersama dengan Zivanna dan dia ibu Lollyta.
" Aku mencari nya ke rumah ternyata dia berada di sini, untuk apa Irene berada di sini."
Tatapan mata Felix fokus pada perut Irene yang besar dia pun akhirnya mengetahui jika Irene mempertahankan kehamilan nya.
" Irene ternyata dia tidak menggugurkan kandungan nya, dia memperlihatkan nya."
Secara tidak langsung Felix akan melihat kelahiran anak pertama nya.
" Aku akan menjadi seorang Ayah, aku merasa masih tidak percaya."
Felix memilih untuk kembali ke mobil dia akan menunggu Irene di depan gerbang rumah nya saja.
Irene dan Zivanna pun kelihatan sangat Akbar sekali, tapi Zivanna masih merasa gemas karena Irene tidak memberitahu siapa lelaki yang membuat nya hamil.
Walaupun sebenarnya Zivanna sudah mengetahui nya, tapi dia ingin mendengar langsung dari Irene.
" Irene kamu harus banyak makan yaa, karena kamu harus mempunyai kekuatan untuk melahirkan anak mu nanti."
Lollyta begitu sangat perhatian kepada Irene, dia melihat Irene seperti melihat anak nya sendiri.
" Anak mu lelaki yaa, sedangkan anak pertama ku perempuan."
__ADS_1
Handphone Zivanna berdering dia melihat panggilan telephone masuk dari suaminya.
Zivanna merasa sangat malas sekali untuk menjawab panggilan telephone tersebut, dia memasukkan kembali handphone nya pada tas nya.
Lollyta memperhatikan wajah Zivanna dia merasa jika panggilan telephone tersebut dari Samuel.
" Jawab panggilan telephone dari suami mu, dia pasti sangat menghawatirkan mu."
Zivanna pun langsung pergi dari tempat tersebut untuk menjawab panggilan telephone tersebut.
Irene memperhatikan Zivanna dan Lollyta pun bercerita kepada Irene.
" Rumah tangga mereka berdua sedang tidak baik-baik saja, semuanya karena anak dari suaminya yang merasa jika Papa nya hanya cinta kepada Ibu sambung nya saja ini sangat berat sekali. Dan membuat Zivanna memilih untuk tinggal bersama dengan orang tua, sedangkan suaminya sendiri anak nya."
Irene mulai berani bertanya tentang ibu kandung anak tersebut.
" Apakah ini ibu kandung anak itu belum menikah kembali,? Sehingga dia masih saja seperti menggangu anak nya."
Lollyta pun langsung tersenyum ketika mendengar pertanyaan Irene.
" Ibu kandung Bianca adalah Maudy Larissa, mantan brand ambassador produk ku dulu. Dia sudah menikah, bahkan demi menikah dengan lelaki yang dia cinta Maudy rela meninggalkan Bianca di saat usia nya masih 3 bulan."
Irene tidak menyangka jika banyak sekali cerita tentang kehidupan yang sangat luar biasa menyakitkan dari pada dirinya.
Irene pun memilih untuk fokus pada makanan yang ada di hadapannya saja.
Zivanna memilih untuk menjawab panggilan telephone suaminya di ruangan nya, Zivanna mereka aman mengobrol di sana.
* Hallo ada apa yaa*
* Zivanna, aku tidak bisa seperti ini. Aku sangat merindukanmu, aku tidak mau kita jauh seperti ini*
* Lalu kamu ingin aku kembali ke rumah mu, bertemu dengan anak perempuan mu dan kita bertengkar setiap bertemu*
* Zivanna, aku akan meminta Maudy untuk tinggal bersama dengan Bianca. Sekarang aku akan mengikuti apa yang di inginkan oleh Bianca, agar kamu bisa tinggal bersama ku di sini*
* Kamu lebih memilih aku dari pada anak mu, astaga apa yang akan terjadi nanti. Sekarang Maudy sedang hamil muda, dia tidak akan mungkin bisa merawat Bianca dengan baik*
* Aku akan menyuruh Suster Vina untuk ikut dengan Bianca, agar Bianca aman*
* Aku pusing sekali memikirkan kehidupan rumah tangga kita ini, aku ingin tenang aku tidak mau banyak pikiran. Aku merasa nyaman tinggal bersama dengan orang tua ku, maafkan aku yaa*
Zivanna mengakhiri panggilan telephone nya.
Samuel merasa sangat kesal sekali apa yang harus dia lakukan, sekarang jika dirinya melihat wajah Bianca.
Samuel merasa sangat kesal sekali padahal sebelumnya dia sangat mencintai Bianca.
Sesilia masuk ke dalam ruangan Samuel, dia melihat Samuel yang baru saja selesai telephone dengan Zivanna.
" Samuel, ini pasti sangat berat sekali untuk mu. Mama mendengar percakapan mu dengan Zivanna, jika sekarang Zivanna merasa nyaman dengan orang tua sudahlah biarkan saja. Di rumah kamu mencoba untuk bicara dengan Bianca, sekarang Maudy pun sedang hamil Bianca pasti akan melakukan hal yang sama dengan Maudy."
Samuel hanya bisa terdiam saja ketika mendengar perkataan Mama nya, sekarang yang ada di pikiran nya Zivanna dan bayi nya bukan lagi Bianca.
__ADS_1