
Samuel terus saja menghawatirkan kondisi Zivanna dia ingin sekali mendatangi Zivanna ke rumah nya untuk bisa berbicara langsung dengan orang tua nya.
" Zivanna, aku sangat menghawatirkan mu. Semoga kamu baik-baik saja di sana, aku tidak akan membiarkan mu sendirian."
Samuel mengambil handphone nya dia pun merasa menghubungi nomer handphone Zivanna.
Zivanna yang memang butuh seseorang ada di samping nya dia melihat ada panggilan telephone masuk dari Samuel.
" Ada apa yaa dengan Pak Samuel, seperti nya dia merasa apa yang sedang aku rasakan sekarang."
Zivanna mengunci pintu kamar nya, dan dia memiliki uang untuk menjawab panggilan telephone tersebut di dalam toilet nya.
* Hallo Pak Samuel*
* Zivanna kamu baik-baik saja kan,? aku benar-benar memikirkan mu sekarang*
Zivanna terdiam dia merasa binggung harus jujur atau tidak dengan Samuel.
* Zivanna kenapa kamu diam seperti ini, ayo coba ceritakan kepada ku. Sekarang kita adalah pasangan, kamu juga seperti ini yaa Zivanna*
__ADS_1
* Aku sangat sedih sekali, Ayah ku menjodohkan aku dengan teman masa kecil ku hanya karena dia kaya raya pengusaha muda yang sukses tapi aku tidak mencintai nya*
Terdengar jelas suara tangisnya Zivanna, dan Samuel pun terdiam ketika apa yang dia takutkan pun menjadi sebuah kenyataan.
* Aku merasa sudah tidak nyaman berada di rumah ini, aku bisa hidup dengan kesederhanaan karena Ibu selalu mengajarkan seperti itu. Aku tidak perlu kemewahan yang aku inginkan adalah kebahagiaan, kebahagiaan itu sangat tidak mudah untuk aku dapatkan di rumah ini*
* Zivanna, maafkan aku yaa semuanya Karena aku. Aku akan datang ke rumah mu untuk membicarakan semuanya, aku tidak kamu yang harus menanggung beban ini*
* Tidak usah datang ke rumah, aku berencana untuk pergi dari rumah ini besok. Aku telah menyuruh teman ku mencarikan Apartemen untuk ku, dan aku pergi tanpa sepengetahuan Ayah dan Ibu hanya memakai pakaian yang di pakai saja*
* Apapun yang kamu pilih semoga itu menjadi yang terbaik untuk kamu, aku minta maaf atas semuanya*
* Yasudah yaa, aku mau istirahat dulu yaa.*
Samuel mengakhiri panggilan telephone nya dan Zivanna dia mencoba untuk mencuci wajah nya sampai berkali-kali dia juga merasa sangat pusing sekali karena menangis tidak ada hentinya.
" Seperti nya, nanti kehidupan ku di mulai dengan mencari Rumah Sakit untuk bisa bekerja di sana menjadi seorang Suster kembali untuk bisa membiayai kehidupan ku."
Zivanna mencari obat pusing, dia pun langsung meminum nya. Zivanna berharap jika semuanya bisa langsung hilang, ketika dia meminum obat.
__ADS_1
Zivanna membaringkan tubuhnya di atas kasur dia mencoba untuk memejamkan mata nya sambil memegang kepalanya.
Di saat Zivanna yang ingin beristirahat, di sisi lain orang tua Zivanna yang bertengkar di kamar nya.
Lollyta membela Zivanna di hadapan suaminya.
" Ayah, tadi Ayah bilang jika Felix itu adalah pengusaha muda yang kaya raya. Apakah Ayah yakin dengan perkataan Ayah itu,? dia hanya meneruskan pekerjaan Papa nya. Semuanya bukan milik Felix, dan Ayah seharusnya melihat dari sikap Felix yang sangat sombong seperti itu."
Dokter Richard pun terdiam ketika mendengar perkataan istrinya, yang tidak menyukai Felix.
" Ibu tidak menyukai Felix, ibu lebih memilih Samuel. Jangan di lihat dari massa lalu nya, dia memang mempunyai anak dan Zivanna single tapi merasa berdua saling melengkapi dan saling sayang."
Dokter Richard sampai menghelakan nafas panjang nya, ketika dia mendengar perkataan istrinya yang lebih memilih Samuel dari pada Felix.
" Ayah lebih memilih Zivanna dengan Felix, dia yang lebih cocok dengan Zivanna."
Lollyta yang merasa sangat kesal dengan suaminya dia memilih untuk keluar dari kamar nya.
Lollyta yang memilih untuk menghindari suaminya, dia memilih untuk kembali ke kantor saja.
__ADS_1
" Mental ku harus baik, jangan sampai aku menjadi despresi seperti Maudy hanya karena terlalu berlebih-lebihan memikirkan permasalahan ini."
Lollyta pun masuk ke dalam mobil nya dia menyalahkan mesin mobil untuk menuju ke kantor nya.