
Maudy menarik tangan Sebastian dia menekan tangan Sebastian ke perut nya.
" Kamu jangan seperti itu kepada ku, karena sebentar lagi aku yakin aku pasti akan hamil dan memberikan kamu seorang anak."
Sebastian seketika langsung mengingat Maudy yang tidak sadarkan diri pergi ke Apartemen bersama dengan Felix.
" Aku pergi ke kantor dulu, aku tidak mau membuang waktu ku dengan percuma."
Sebastian langsung pergi saja dia mengabaikan perkataan Maudy.
" Kenapa dengan Sebastian, bahkan dia seperti tidak peduli di saat aku meyakinkan dia bisa hamil."
Maudy tidak mau sampai kehilangan Sebastian, dia memikirkan cara bagaimana bisa membuat Sebastian seperti dulu lagi.
Maudy memilih untuk menyusul Sebastian ke kantor, Maudy melupakan sejenak Bianca.
" Aku hawatir Sebastian menyukai sekretaris muda nya itu, aku tidak akan pernah membiarkan nya."
Maudy masuk ke dalam mobil nya, dia sangat cemas sekali.
" Aku tidak akan pernah membiarkan Sebastian bersama dengan wanita lain, sebelum aku menguasai harta kekayaan nya. Jika sampai aku hamil, dan mendapatkan anak laki-laki maka harta kekayaan aku sepenuhnya di berikan kepada anak itu."
Maudy mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali, Sebastian pun mengetahui Maudy yang sedang mengikuti nya.
__ADS_1
" Kenapa lagi dengan nya, apakah dia harus melakukan seperti ini. Ketika aku mengetahui semuanya rencana nya, baiklah aku tidak akan pergi ke kantor tapi akan pergi bertemu dengan Zivanna."
Sebastian memilih untuk bertemu dengan Zivanna, hal tersebut akan membuat Maudy semakin panas dan emosi.
" Kenapa ke sini, ini bukan jalan menuju ke kantor tapi ini jalan menuju ke Lollyta beauty skincare."
Sebastian turun dari mobil nya, dia melihat Zivanna yang sedang berada di luar kantor.
Melihat Sebastian turun dari mobil nya, Maudy hanya memperhatikan suami dari dalam mobil.
Kedatangan Sebastian membuat Zivanna sedikit terkejut.
" Wah, ada apa yaa tidak seperti biasanya."
" Apakah istri mu mengikuti mu,? Ini sangat unik sekali yaa."
Zivanna pun langsung mengajak Sebastian duduk dan mengobrol.
" Aku berpikir setelah pulang dari Thailand semuanya akan baik-baik saja dan semakin membaik tapi ternyata tidak, aku semakin tidak mempunyai perasaan terhadap Maudy."
Melihat suaminya mengobrol dengan Zivanna, Maudy merasa sangat cemburu melihat nya.
" Apa yang sedang di bicarakan mereka berdua, aku sangat benci sekali melihat nya."
__ADS_1
Maudy sampai membuka jendela mobil nya, agar lebih jelas melihat mereka berdua.
" Lalu bagaimana jika sudah seperti ini, aku pun sekarang mengalah untuk tidak tinggal bersama dengan suamiku. Sikap Bianca semakin membuat ku pusing, aku tidak mungkin bertahan hidup bersama di rumah itu."
Sebastian merasa lebih kasihan melihat Zivanna.
" Kamu harus lebih mementingkan kehamilan mu, sudahlah lupakan sejenak Bianca. Karena dia sudah di pengaruhi oleh Maudy, tidak mudah bila mengembalikan Bianca seperti dulu lagi."
Zivanna pun sampai meneteskan air mata nya.
" Aku menginginkan Maudy hamil, di saat Maudy sudah melahirkan anak ku. Aku akan membayar Maudy untuk pergi meninggalkan ku selamanya, aku hanya menginginkan anda nya saja."
Zivanna merasa rencana Sebastian tidak akan bisa berhasil, karena Maudy pasti akan mengambil anak tersebut seperti Bianca.
" Apakah Maudy akan rela di bayar anak nya, hanya untuk uang."
Sebastian melihat ekspresi wajah Zivanna yang seperti tidak percaya.
" Ya, aku bisa membaca pikiran mu. Setelah mendapatkan uang Maudy pasti akan sangat senang sekali, tapi di saat uang itu habis dia pasti akan mengambil kembali anak tersebut."
Zivanna tersenyum mendengar perkataan Sebastian.
" Ntah apa yang ada di pikiran nya, dia juga menginginkan untuk bisa kembali bersama dengan mantan suami. Menurutku ku itu sangat aneh sekali yaa, ketika sudah masing-masing mempunyai pasangan tapi mempunyai pemikiran seperti itu."
__ADS_1
Zivanna melihat mobil Maudy yang masih terparkir di depan pintu gerbang kantor nya, Zivanna merasa Maudy pasti sangat kesal melihat kebersamaan dirinya dengan suaminya.