
Lollyta berharap jika Samuel bisa mengijinkan Zivanna untuk bisa menggantikan posisi Maudy sementara.
Samuel terus saja memikirkan apa yang sekarang terjadi dengan dirinya dan juga Zivanna.
Samuel yang di jodohkan oleh Mama nya dan juga anak nya.
" Umur ku sudah tidak pantas bersama dengan Zivanna dia terlalu muda dan cantik untuk ku, tapi aku juga tidak bisa membohongi jika dia bisa membuat Bianca nyaman berada di samping nya."
Samuel tersenyum seperti dia merasakan kembali rasa jatuh cinta dengan seorang.
Lollyta mengetuk pintu ruangan Samuel dan membuat Samuel begitu sangat terkejut sekali.
" Silahkan masuk."
Lollyta pun masuk ke dalam ruangan Samuel.
" Ibu Lollyta, silahkan masuk."
Lollyta duduk dan langsung menyampaikan maksud kedatangan nya ke sini.
" Maudy Larissa, belum bisa masuk ke kantor sedangkan pekerjaan banyak di tunda. Saya sangat butuh pengganti model sementara yaitu Zivanna. Apakah Pak Samuel mau mengijinkan nya, mungkin proses pemotretan malam di saat Bianca sudah tidur. Saya akan antar jemput Zivanna setiap hari, jadi tidak merepotkan Pak Samuel."
Samuel kembali membayangkan Zivanna yang cantik menjadi model.
" Jika Zivanna mau saya setuju karena bisa menambah penghasilan nya untuk bisa di berikan kepada orang tua nya."
Samuel memperbolehkan dan Lollyta pun memilih untuk berpamitan dengan Samuel.
" Baiklah Pak Samuel jika setuju saya permisi pergi dulu yaa, sukses selalu untuk perusahaan Pak Samuel."
Samuel bersalaman dengan Lollyta dan Lollyta pun langsung pergi dari ruangan Samuel.
__ADS_1
" Aku melihat Ibu Lollyta yang begitu sangat sayang sekali dengan Zivanna, apakah karena Zivanna seumuran dengan Putri nya juga. Tapi aku merasa sangat penasaran sekali dengan wajah putrinya Bu Lollyta pasti sangat cantik sekali."
Samuel mencoba untuk fokus pada pekerjaan kembali.
***
Di tempat yang lain Sebastian merasa sudah tidak tahu dia harus bagaimana lagi, Maudy yang semakin tidak bisa mengendalikan emosi nya dia seperti despresi.
" Aku harus segera datang ke perusahaan Samuel, aku akan meminta dengan keluarga nya."
Sebastian tidak mau melihat Maudy yang terus menerus seperti ini, dia segera pergi dia ingin meminta maaf atas nama Maudy.
Sebastian sebenarnya merasa sangat ragu sekali, apakah akan di maafkan atau tidak oleh Samuel terutama Sesilia yang begitu benci sekali dengan Maudy.
Tapi Sebastian tidak peduli dia tetap akan pergi ke kantor Samuel dengan sangat percaya diri sekali.
Sebastian sampai di kantor Samuel, dia pun di antar oleh salah satu pegawai menuju ke depan ruangan Samuel berkerja.
" Sebastian."
Samuel merasa telah terjadi sesuatu dengan Maudy.
" Samuel saya mewakili Maudy Larissa ingin meminta maaf, atas perilaku Maudy yang membuat Bianca pergi. Maudy begitu sangat menyesal sekali dengan apa yang sudah dia lakukan, dia sekarang sangat ketakutan di laporkan ke pihak kepolisian dan membuat Maudy despresi."
Samuel tidak menyangka jika Maudy sampai despresi dan dia merasa apa yang sudah dia lakukan sangat keterlaluan sekali terhadap Maudy.
Beruntung Sesilia masuk jika tidak Samuel pasti sudah mengatakan jika Bianca yang sudah ketemu.
" Apakah Maudy menyesal dengan perbuatan nya,? dia akan menyimpan rasa dendam terhadap orang-orang di sekitar Bianca?. Bianca bagaikan nyawa untuk Samuel, dia begitu sangat menyayangi Bianca. Samuel tidak punya siapa pun lagi selain Bianca, yang bisa membuat nya semangat dalam bekerja."
Sebastian menundukkan kepalanya dia tahu kesalahan Maudy.
__ADS_1
" Kita tidak akan melaporkan Maudy ke pihak kepolisian. Tapi kita tidak mau Maudy sampai harus bertemu kembali dengan Bianca, Bianca merasa trauma dengan kejadian tersebut."
Sesilia pun pergi ke tempat kerja nya kembali dia begitu sangat emosional sekali ketika sudah membicarakan tentang Maudy.
" Kita sudah memberikan maaf kepada Maudy, sekarang silahkan kamu pergi. Karena Maudy sekarang sangat butuh kamu di samping nya, jangan pernah meninggalkan Maudy karena sifat aslinya Maudy itu sebenarnya penakut dan selalu tidak tenang jika dia sedang sakit tidak ada seseorang di samping nya."
Samuel seperti mengingat kembali kebersamaan mereka berdua dulu.
" Terimakasih banyak Samuel, kamu sangat baik sekali. Semoga Maudy bisa mengubah sikap nya, dia bisa jauh lebih baik lagi."
Sebastian keluar dari ruangan Samuel, dia pun langsung pergi kembali untuk melihat kondisi Maudy.
Sebastian masuk ke dalam mobil nya, dia membelikan bucket bunga untuk Maudy.
" Semoga saja Maudy menyikapi nya."
Sebastian kembali ke dalam mobil nya dia melanjutkan perjalanan menuju ke Rumah Sakit.
Sebastian membuka pintu dia melihat Maudy yang sedang duduk dalam keadaan tenang, dan ini adalah kesempatan untuk Sebastian memberi bucket bunga untuk Maudy Larissa.
" Bunga mawar merah, untuk wanita cantik yang sedang duduk melamun di sini."
Maudy bersikap dingin dia mengambil bucket bunga tersebut tapi dia simpan di pinggir nya.
Sebastian duduk di samping Maudy, dia pun memegang tangan Maudy.
" Tadi aku pergi ke kantor Samuel, meminta maaf ke Samuel dan Bu Sesilia. Mereka tidak akan melaporkan kamu ke pihak kepolisian, mereka tidak akan melakukan itu kepada mu."
Maudy pun langsung melirikan mata nya kepada suaminya tersebut.
Tapi tidak ada wajah ceria yang di lihat dari wajah Maudy setelah mendengar hal tersebut.
__ADS_1
Maudy masih saja diam dan melamun dengan tatapan mata yang kosong.