I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (138)


__ADS_3

Suster Zivanna memilih untuk diam di dalam kamar nya dia pun juga sampai mengunci kamar sekarang yang di pikirkan adalah bagian dia bisa membakar kan dendam nya kepada Maudy.


Sesilia berhasil untuk membujuk Bianca masuk ke dalam kamar dia pun membacakan dongeng hingga akhirnya Bianca tertidur pulas di kamar nya.


Sesilia sebenarnya dia merasa tidak tega harus mengunci pintu kamar Bianca di saat dirinya yang sedang tertidur pulas.


Tapi Sesilia melakukan itu semua karena terpaksa, Sesilia pun langsung menghubungi Samuel.


* Hallo Samuel, bisakah kamu sekarang pulang ada sesuatu hal yang ingin Mama bicarakan. Ini tentang Suster Zivanna, sangat penting sekali.*


* Baiklah aku pulang sekarang juga*


Mendengar suara Sesilia, Suster Zivanna pun langsung keluar dengan membawa koper nya. Sesilia sebenarnya merasa tidak tega untuk melakukan ini semua kepada Suster Zivanna.


Tapi melihat lagi lelaki yang dia goda itu adalah seorang Dokter Richard, pasti akan mempengaruhi perusahaan mereka karena sampai mau menyimpan perempuan perebutan suami orang.


" Ibu Maudy tadi siang datang ke sekolah dan dia bilang dia sudah memberitahu Ibu Sesilia tentang foto kebersamaan saya bersama dengan Dokter Richard, hal ini pasti sangat menggangu sekolah apalagi uang perusahaan ibu dan Bapak Sakura."


Samuel pun akhirnya datang dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Suster Zivanna yang sampai membawa sebuah koper.


" Kamu mau pergi ke mana,? kenapa kamu sampai membawa koper."


Suster Zivanna yang melihat Sesilia yang sedang memegang foto-foto kebersamaan nya bersama dengan Dokter Richard dia pun langsung mengambil nya dan memberikan kepada Samuel.


" Aku bukan seorang Suster yang baik, Aku adalah seorang Suster yang menggoda suami orang dan aku tidak pantas untuk menjadi Suster untuk Bianca. Sumber foto ini dari mantan istrinya mu, Maudy Larissa. Dia akan melakukan berbagai macam cara bisa masuk kembali ke dalam rumah ini."


Samuel merasa tidak percaya jika Suster Zivanna bisa sampai bisa melakukannya hal seperti ini.


" Itu adalah foto asli bukan editan, aku sangat dekat sekali dengan Dokter Richard bahkan dia sayang kepada ku mungkin lebih sayang kepada istrinya."


Setelah merasa puas Zivanna pun akhirnya meninggal rumah tersebut dia mendengar suara pintu yang di tepuk-tepuk oleh tangan.


" Seperti nya itu adalah Bianca, maafkan Suster Zivanna sayaaaaang. Sekarang Suster Zivanna ingin mengikuti permainan Mama mu, Suster Zivanna ingin membuat Mama mu bahagia."


Zivanna pun langsung meminta supir pribadi nya untuk menjemput dirinya, Zivanna kelihatan sangat emosional.


" Sekarang aku akan mempersilahkan mu untuk tertawa atas perbuatan mu Maudy, tapi setelah ini kamu akan merasa malu sekali."


Zivanna menunggu mobil jemputan nya di depan gerbang, Zivanna benar-benar merasa sangat kesal sekali dengan Maudy.


Di saat Zivanna sedang menunggu jemputan nya, Samuel langsung berlari menuju ke kamar Bianca.


" Astaga Mama, kenapa harus di kunci segala sih."


Samuel membukakan pintu tersebut dan dia melihat Bianca yang menagis histeris.


" Di mana Suster Zivanna Pap,? kenapa Papa menyuruh Suster Zivanna untuk pergi.*


Samuel yang merasa kesal dengan Mama nya dia pun mencoba untuk menjelaskan semuanya kepada Bianca.

__ADS_1


" Papa tidak pernah meminta Suster Zivanna untuk pergi, tapi mungkin ada seseorang yang menginginkan Suster Zivanna untuk pergi dari rumah ini.


Samuel secara tidak langsung dia menyalahkan Mama nya.


" Samuel, Mama melakukan ini semua supaya menyelamatkan perusahaan kita juga dari incaran para wartawan. Jika foto-foto ini tersebar maka pada wartawan akan mencari kita berdua kerena Zivanna bekerja di sini."


Samuel hanya bisa terdiam saja dia mencoba untuk menenangkan pikiran Bianca.


" Kamu harus tenang yaa Bianca, Suster Zivanna dia pasti sebentar lagi akan kembali ke sini yaa sayang."


Ucapan Samuel membuat Bianca terdiam.


" Papa janji kan Pap, Papa tidak berbohong kepada ku."


Samuel berjanji kepada Bianca dan Sesilia pun memilih untuk keluar dari kamar Bianca.


" Kenapa Samuel bersikap biasa saja dengan ini semua, dia seperti nya tidak mengatakan dampak nya akan menjadi seperti apa."


Sesilia memilih untuk kembali ke kantor nya, karena dia merasa sangat pusing sekali.


Ketika Sesilia keluar dari gerbang di melihat Zivanna masuk ke dalam mobil yang sangat mewah sekali.


" Zivanna dia mempunyai mobilitas mewah, apakah itu hasil dari dia selama menjadi wanita simpanan Dokter Richard Lenoel."


Sesilia sampai menggelengkan kepalanya berkali-kali.


Sesilia merasa tidak menyangka sekali jika wanita yang dia anggap baik ternyata begitu sangat licik sekali dalam mengambil hak yang bukan miliknya sendiri.


***


Di tempat yang lain Maudy merasa di permalukan oleh Lollyta dia pun berencana untuk menyebarkan foto-foto kebersamaan Zivanna dengan Lollyta.


Ketika mereka semuanya sedang mendapatkan ceramah dari Lollyta, tiba-tiba saja Zivanna datang ke kantor tersebut tanpa permisi.


Tatapan mata Zivanna langsung kepada Maudy, dia pun langsung tersenyum sinis kepada Maudy.


Zivanna pun memilih masuk ke dalam ruangan Lollyta tanpa bicara sedikit pun, Lollyta langsung membalikkan badannya dia mengetahui jika Zivanna sedang merasa kesal.


" Kalian semuanya bubar yaa berkerja di tempat masing-masing yaa, saya mau pergi ke ruangan saya."


Lollyta sampai berlari masuk ke dalam ruangan nya.


" Tidak sopan santun sekali pelakor itu, masuk ke kantor tanpa basa-basi dan langsung masuk ke ruangan CEO."


Maudy pun hanya bisa menggelengkan kepalanya berkali-kali dan pergi ke tempat kerja.


Jika Maudy melihat sikap Zivanna yang tidak sopan, pegawai yang lain semakin yakin jika Zivanna itu adalah anak kandung Lollyta.


Zivanna duduk di tempat biasa ibu nya memberikan pekerjaan.

__ADS_1


" Kenapa kamu murung sekali seperti ini Zivanna,? apa yang telah terjadi dengan mu."


Lollyta mencoba untuk membuatkan minuman untuk Zivanna agar dia lebih tenang dalam menjelaskan semuanya.


Zivanna pun merasa meminum nya dan dia mulai bisa bercerita dengan ibunya.


" Aku benci Maudy Larissa."


Zivanna mengatakan nya dengan sangat kencang sekali sehari membuat Ibunya terkejut.


" Dia memberikan foto-foto kebersamaan aku dengan Ayah ke Ibu Sesilia, dan dia pun menyebut aku pelakor. Akhirnya dia juga memberitahukan kepada Pak Samuel dan aku lebih memilih untuk pergi dari rumah itu."


Lollyta tersenyum manis ketika mendengar cerita Zivanna.


" Sampai kapan kamu harus menjadi wanita simpanan Ayah mu, kenapa kamu tidak menjelaskan semuanya dan kamu tidak mungkin di suruh pergi meninggalkan Bianca."


Lollyta tidak habis pikir dengan rencana Putri nya itu.


" Aku ingin foto-foto kebersamaan aku dengan Ayah menyebar ke seluruh media sosial, mungkin untuk pihak Rumah Sakit mereka akan tertawa melihat berita ini. Dan dengan ini aku akan mempermalukan Maudy, aku sudah sangat kesal sekali dengan nya."


Lollyta pun hanya bisa terdiam saja mengikuti keinginan Putri nya.


" Lalu bagaimana sikap ibu dan Ayah jika para wartawan menyerbu kita berdua, apa yang harus ibu katakan di depan banyak wartawan."


Lollyta pun akhirnya mau mengikuti permainan Zivanna.


" Suaminya saya sangat sayang sekali dengan Zivanna, mungkin rasa cinta dan sayang nya lebih besar kepada Zivanna dari pada dengan saya isteri nya sendiri."


Mendengar kata-kata yang harus dia ucapkan di depan banyak wanita membuat Lollyta hanya bisa tersenyum tipis saja.


" Baiklah Ibu akan mengijinkan apa yang kamu inginkan yaa, ibu akan bicarakan seperti itu di depan para wartawan jika Maudy menyebarkan luas kan foto-foto tersebut ke media sosial."


Zivanna pun merasa sangat senang sekali ketika Ibunya mau bekerja sama dengan dirinya.


" Aku pulang ya Bu."


Zivanna bersalaman dengan Ibu nya dan ketika dia membuka pintu dia lagi-lagi melihat Maudy yang sedang menunggu nya.


Zivanna pun langsung berjalan cepat menuju ke Maudy.


" Aku sudah tidak menjadi Suster untuk Bianca, sekarang aku akan menjadi seorang istri pemilik Rumah Sakit Permata. Aku akan segera menjadi pemilik Rumah Sakit Permata, karena sebentar lagi aku akan menikah dengan Dokter Richard Lenoel."


Zivanna pun pergi dan Maudy merasa sangat terkejut sekali mendengar perkataan Zivanna yang sangat berani.


Lollyta pun langsung menutup pintu ruangan nya, dia mendengar dengan sangat jelas sekali perkataan Zivanna kepada Maudy.


" Aku yakin Lollyta mendengar perkataan Zivanna tadi, aku merasa Lollyta merasa lebih takut terhadap Zivanna."


Maudy pun sampai menggelengkan kepalanya berkali-kali melihat kelicikan Zivanna yang sampai bisa memiliki Dokter Richard Lenoel seutuhnya.

__ADS_1


__ADS_2