I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (94)


__ADS_3

Lollyta menghubungi Samuel untuk rencana makan malam dia belum mengetahui jika Brand Ambassador nya masuk Rumah Sakit.


*Hallo Pak Samuel*


*Iya Bu Lollyta*


*Pak Samuel, saya ingin sekali mengajak Pak Samuel dan Ibu Sesilia untuk datang ke rumah saya nanti malam. Kita makan malam bersama dan juga untuk bisa bertemu dengan Bianca, karena saya tahu Pak Samuel dan Ibu Sesilia pasti sangat merindukan Bianca*


*Terimakasih banyak Ibu Lollyta, saya dan Mama saya pasti akan datang*


*Baiklah saya tunggu kedatangan nya*


Lollyta mengakhiri panggilan telephone dan tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan nya.


"Silahkan masuk"


Lollyta melihat wajah karyawan yang begitu sangat panik sekali.


"Bu Lollyta, saya mendapatkan kabar jika Brand Ambassador produk Lollyta Skincare masuk rumah sakit."


Karyawan tersebut memberikan handphone nya kepada Lollyta.

__ADS_1


"Maudy Larissa, seorang Brand Ambassador Lollyta Skincare, di temukan dan mobil nya dalam keadaan pingsan."


Lollyta pun langsung membaca alamat Rumah Sakit nya.


" Terimakasih atas informasinya Renita, saya akan segera pergi ke sana."


Lollyta keluar dari ruangan sampai berlari karena bagaimana pun juga Maudy itu adalah Brand Ambassador produk kosmetik nya.


" Sepertinya Maudy memikirkan Bianca, dia sampai seperti ini jadinya."


Lollyta mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi, karena Rumah Sakit yang lumayan jauh.


" Jangan sampai acara makan malam ku gagal hanya karena Maudy, aku tidak mau hal tersebut terjadi."


Kedatangan Lollyta langsung di serbu oleh para wartawan.


" Mohon maaf yaa semuanya ijin kan saya untuk cepat masuk ke dalam, agar bisa melihat kondisi Maudy Larissa yaa karena saya tidak bisa bicara apapun jika kalian semua bertanya tentang Maudy."


Wartawan pun mempersilahkan Maudy untuk bisa berjalan.


" Nanti jika saya sudah melihat kondisi Maudy, saya pasti akan memberitahu kepada kalian semua."

__ADS_1


Lollyta masuk ke dalam Rumah Sakit dia langsung berjalan cepat menuju ke ruangan Maudy.


Dan Lollyta melihat Sebastian masuk ke dalam ruangan tersebut.


" Baiklah aku menunggu mereka berdua sambil mendengarkan apa yang di bicarakan oleh mereka berdua."


Lollyta pun duduk di kursi yang mendekati pintu.


Ketika Sebastian masuk Maudy yang sudah sadar kan diri karena memang hanya pingsan saja.


" Maudy kenapa bisa seperti ini,? mobil mu tiba-tiba berhenti di saat posisi sedang berada di tengah jalan. Astaga Maudy, itu sangat berbahaya sekali, apakah kamu ingin mengakhiri kehidupan mu ?."


Maudy pun langsung menangis di hadapan suaminya.


" Aku takut masuk penjara, karena Bianca sampai sekarang dia belum di temukan. Aku kepikiran jadinya, dan membuat tidak untuk fokus konsentrasi."


Sebastian pun langsung memeluk erat tubuh Maudy, dia mencoba untuk menenangkan perasaan dan pikiran karena hanya dia sebagai suami yang bisa ada di samping nya.


" Kita jalani bersama ya, jika sampai kamu di laporkan ke pihak kepolisian. Kamu bicara saja sejujurnya jika kamu itu adalah ibu kandung nya yang sangat merindukan anak nya."


Lollyta mendengar percakapan mereka berdua, dan dia pun langsung berpikir.

__ADS_1


" Semudah itu kah bicara jika dirinya adalah ibu kandung nya, seorang ibu kandung tidak mungkin tega pergi meninggalkan anak nya ketika masih bayi demi untuk menikah dengan lelaki lain."


Lollyta pun membuka pintu ruangan tersebut.


__ADS_2