
Setelah Sebastian mendobrak pintu kamar ternyata Maudy sedang memegang gunting dia seperti akan menggunting rambut panjang nya.
Tapi Sebastian langsung mengambil gunting tersebut dan melemparkannya.
" Maudy apa yang sebenarnya kamu lakukan,? kamu akan menggunting rambut panjang mu yang indah ini."
Maudy pun langsung menangis kembali.
" Aku ingin bertemu dengan Bianca, aku ingin meminta maaf kepada Bianca. Aku merasa sangat menyesal sekali dan aku tidak mau jika sampai terjadi sesuatu dengan Bianca, itu adalah kesalahan aku."
Sebastian tidak mungkin bisa memenuhi keinginan Maudy, karena mungkin sekarang Bianca yang merasa sangat trauma dengan dirinya.
" Iya nanti kita bertemu dengan Bianca yaa, rapi kamu harus sehat dulu. Lihat lah rambut kamu sangat berantakan sekali seperti ini, dan wajah mu juga sangat kusam sekali mungkin penampilan seperti ini akan membuat Bianca merasa sangat ketakutan sekali."
Maudy pun langsung berjalan melihat wajah nya di cermin dia pun melihat memang penampilan yang tidak seperti dulu lagi.
" Aku ingin mandi sekarang, aku ingin cantik seperti dulu lagi."
Sebastian pun mengantarkan Maudy ke kamar mandi dan Suster pun langsung menghampiri Sebastian.
" Pak Sebastian kita jangan dulu membawa Ibu Maudy ke luar rumah, karena dia juga harus mengonsumsi obat-obatan ini yaa. Ibu Maudy harus berada di dalam kamar dulu saja, setelah dua sampai tiga hari jika kita melihat ada perubahan barulah ibu Maudy boleh melakukan aktivitas nya kembali menjadi seorang model."
Sebastian pun mengikuti apa yang di katakan oleh Suster dan Sebastian mengambil makan untuk Maudy.
__ADS_1
" Biarkan saya saja yang akan menyuapi Maudy dan memberikan obat nya karena saya melihat Maudy yang merasa nyaman dan tenang di dekat saya."
Suster pun memilih untuk keluar dari kamar tersebut dan membiarkan mereka berdua.
Setelah selesai mandi, Sebastian menyiapkan baju untuk Maudy dan Maudy pun langsung memakai baju tersebut.
" Terimakasih banyak."
Ucap Maudy dengan suara yang terdengar bergetar.
Sebastian pun mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambut Maudy yang basah, Maudy merasa jika dia begitu sangat di perhatikan oleh suaminya.
Maudy pun mulai bisa tersenyum kembali.
Sebastian pun membiarkan Maudy untuk make up sedangkan dirinya mengambil makanan yang akan di konsumsi oleh Maudy.
Melihat Maudy yang sudah selesai, Sebastian pun langsung menghampiri Maudy dengan membawa makanan.
" Kamu harus makan yang banyak yaa."
Maudy pun mau mengikuti apa yang di katakan oleh suaminya dia menghabiskan makanan tersebut.
" Sekarang minum obat yaa, dan setelah itu kamu harus beristirahat yaa."
__ADS_1
Maudy memegang tangan suaminya dengan sangat erat sekali.
" Kamu tidak akan berbohong kepada ku,? kamu akan membawa Bianca ke sini untuk bertemu dengan ku kan."
Genggaman tangan Maudy semakin erat dan tatapan mata nya yang semakin tajam ketika dia menuggu jawaban dari suaminya itu.
Dengan sangat terpaksa akhirnya Sebastian pun harus berbohong kepada Maudy.
" Ya, aku berjanji akan membawa Bianca ke sini bertemu dengan mu."
Maudy pun melepaskan genggaman erat tangan nya dia pun langsung meminum obat yang di sediakan oleh Sebastian.
Maudy menarik selimut nya dia langsung memejamkan mata nya.
Sebastian pun keluar dari kamar Maudy dan barulah Suster yang menjaga Maudy di dalam kamar nya.
" Bagaimana mungkin aku bisa membawa Bianca masuk ke dalam rumah ini dan bertemu dengan Bianca, sedangkan dari kejadian itu membuat Samuel dan Ibu Sesilia semakin membenci Maudy dan mungkin mereka sekarang mencoba untuk melindungi Bianca agar tidak bisa bertemu kembali dengan Maudy."
Sebastian pun duduk sambil memegang kepalanya dia tidak pernah berpikir jika Maudy bisa sampai seperti ini.
Sebastian yang mengenal Maudy adalah wanita yang sangat kuat sekali dan berani tapi ternyata dia bisa seperti ini karena Bianca.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku merasa sangat binggung sekali."
__ADS_1
Sebastian memandangi handphone nya ingin rasanya dia menelephone Samuel dan mengatakan keinginan Maudy saat ini.