I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 407.


__ADS_3

Keesokan harinya, Larissa Mama dari Maudy dia berniat untuk pergi ke sekolah Bianca. Dia ingin bertemu dengan cucu pertama nya, dan berniat untuk mengambil Bianca dari Samuel.


Bianca mungkin tidak akan mengenal nenek nya itu, dia tidak pernah di pertemukan oleh Samuel.


Bianca dengan ekspresi wajah yang cemberut dia turun dari tangga berjalan menuju ke tempat makan, di sana hanya ada Omah dan Papa nya.


" Selamat pagi Bianca, pagi-pagi kamu sudah cemberut seperti itu kamu kenapa Bianca?."


Sesilia bertanya kepada cucu pertama kesayangan nya.


" Kamu ingin bertemu dengan Mamu mu,? Dia sekarang bersama dengan Nenek mu yang bernama Larissa. Kamu tidak mungkin kenal dengan nya, jika kamu mau bertemu dengan nya Papa akan mengantarkan mu ke sana."


Ekpresi wajah Bianca tiba-tiba saja langsung berubah.


" Papa tidak bohong kan,?"


Bianca meyakinkan bertanya kepada Papa nya.


" Untuk apa papa berbohong, pulang sekolah kamu bisa bertemu dengan Mama mu karena besok hari Sabtu dan Minggu kamu libur sekolah."


Bianca kelihatan sangat senang sekali.


" Kamu pergi tanpa Suster Vina yaa, karena sekarang kita sudah besar Bianca."


Bianca menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis.


" Suster Vina, siapkan pakaian untuk Bianca menginap yaa karena pulang sekolah saya akan langsung membawa Bianca."


Suster Vina langsung pergi ke kamar Bianca dia mengikuti apa yang di katakan oleh Samuel.


Sesilia melihat Bianca yang sangat senang sekali, dia berharap Bianca bisa betah untuk tinggal di sana.


" Sambil menunggu Suster Vina, Papa mau berpamitan dengan Mommy dan adik perempuan mu."


Samuel meninggalkan meja makan dia berjalan menuju ke kamar nya.


Samuel terpaksa melakukan ini semua karena dia melihat Zivanna yang sudah tidak nyaman dengan perkataan Bianca yang ingin membawa Adik lelaki nya ke r.


Samuel membuka pintu kamar nya dia melihat Zivanna yang sedang memberikan asi eksklusif untuk Zivilia.

__ADS_1


" Zivanna, pulang sekolah aku akan membawa Bianca bertemu dengan Maudy. Maudy yang sudah berada di rumah bersama dengan orang tua, Bianca akan menginap beberapa hari di sana."


Mendengar Maudy yang sudah tidak lagi berada di rumah sakit, Zivanna pun mulai berpikir akan terjadi sesuatu dengan Irene dan Felix.


" Yasudah jika itu keinginan Bianca."


Samuel mencium kening Zivanna dan mencium pipi chubby Zivilia.


" Sayang, baik-baik ya sama Mommy yaa."


Zivanna bersalaman dengan suaminya.


" Kamu hati-hati yaa di rumah, aku pergi dulu."


Zivanna tersenyum manis kepada suaminya.


" Iya hati-hati yaa sayang."


Samuel keluar dari kamar nya dan dia melihat Bianca sudah siap pergi ke sekolah dengan tas ransel yang terpisah untuk baju-baju nya.


" Ayo papa kita berangkat."


Samuel berlari dia mengendong Bianca agar bisa cepat samping di depan mobil, Suster Vina berjalan cepat sambil membawa ransel Bianca.


" Suster Vina, nanti pulang nya kamu akan di jemput dengan supir pribadi yaa. Kamu jangan pulang sendirian, kamu harus pulang dengan selamat karena sekarang banyak yang membahayakan nyawa kita."


Suster Vina mengerti dengan apa yang di katakan oleh Samuel, di sepanjang perjalanan Bianca terus saja bernyanyi hingga akhirnya mereka berdua sampai di depan pintu gerbang.


Tanpa sepengetahuan mereka ternyata Larissa sudah datang dia pun akhirnya mengetahui wajah cucu pertama nya yang di tinggalkan oleh Maudy.


" Samuel bersama dengan anak perempuan, apakah itu Putri Bianca?. Cucu pertama ku, dia sangat cantik sekali."


Larissa mencoba untuk mendekati mereka dan Samuel tidak percaya ternyata mantan ibu mertua nya dengan cepat dia sudah berada di depan sekolah Bianca.


" Samuel bagaimana dengan kabar mu sekarang,? Kamu sudah menikah kembali dengan wanita yang lain."


Samuel bersalaman dengan Larissa.


" Kabar ku sangat bahagia sekali, sekarang aku menemukan wanita yang sangat setia bersama dengan ku dan sudah memberikan aku putri cantik ke dua."

__ADS_1


Tatapan mata Samuel begitu sangat sinis kepada Larrisa.


" Baguslah jika kamu bahagia bersama dengan wanita pilihan mu."


Suster Vina menatap wajah wanita yang mengobral dengan Samuel, dia merasa wajah wanita itu yang sangat mirip sekali dengan Maudy.


" Bianca, ini adalah nenek mu yaa salaman cepat nak sebelum masuk ke sekolah."


Bianca bersalaman dan Larrisa memeluk erat tubuh Bianca.


" Sayang akhirnya Nenek bisa bertemu dengan mu, nenek sangat merindukan mu."


Pelukan kerinduan seorang nenek yang sudah lama tidak bertemu dengan cucu nya.


Bianca melepaskan pelukan erat nya.


" Nenek jangan pulang yaa, tunggu aku sampai pulang sekolah yaa karena aku ingin ikut bersama dengan Nenek. Aku sudah membaca tas ransel ku, aku ingin menginap di rumah nenek dan bertemu dengan Mama."


Larrisa begitu sangat bahagia sekali ketika mendengar perkataan Bianca.


" Dua hari Bianca libur sekolah, dia ingin bertemu dengan Maudy."


Bell masuk pun berbunyi Bianca langsung berlari pergi meninggalkan nenek nya.


" Terimakasih banyak Samuel, kamu sudah mau mempertemukan Bianca dengan Maudy. Karena kondisi Maudy yang sangat memprihatikan, dia harus ada yang memberikan semangat baru untuk nya."


Larrisa berharap Samuel bisa datang untuk melihat Maudy.


" Kenapa tidak hubungi saya Felix, lelaki tampan yang masih muda yang bisa membuat Maudy berpaling dari Sebastian sampai bisa mempunyai anak lelaki yang sangat tampan."


Merasa puas berkata seperti itu di hadapan Larrisa, Samuel pun memilih untuk pergi.


Larrisa merasa sangat kesal sekali dengan perkataan Samuel untuk Maudy.


" Ibu maaf ya ini ransel yang di maksud oleh Bianca, ibu bisa menunggu Bianca sampai pulang di sana yaa."


Suster Vina memberikan ransel tersebut.


" Terimakasih banyak yaa."

__ADS_1


Larrisa membawa ransel dan duduk untuk menunggu Bianca sampai pulang sekolah.


Sedangkan Suster Vina dia menunggu jemputan untuk pulang, Suster Vina sangat merindukan Zivilia di rumah.


__ADS_2