I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 380


__ADS_3

Sebastian sampai di rumah nya dia melihat sudah ada mobil Samuel, Sebastian pun langsung berlari masuk ke dalam.


Sebastian melihat pintu kamar nya yang terbuka dia masuk dan melihat Bianca yang sedang memandangi wajah adik lelaki nya.


" Bianca, kamu bersama dengan Suster yaa. Papa mau mengobrol dulu yaa sama Papa Bastian."


Bianca menganggukkan kepalanya dia fokus kembali dengan adik lelaki nya.


" Christian Gunawan, itu nama yang di berikan Mama mu untuk adik lelaki mu."


Sebastian memberitahu Bianca sebelum dia pergi keluar untuk mengobrol dengan Samuel.


Sebastian memilih tempat ruangan keluarga dia tidak mau Bianca sampai mendengar obrolan mereka berdua.


" Anak lelaki itu sangat mirip dengan anak Irene, bahkan mereka berdua seperti bayi kembar."


Samuel memberikan photo anak lelaki Irene.


" Ya, aku akan bertemu dengan Felix. Dia harus bertanggung jawab atas semua yang sudah di lakukan, mungkin banyak korban yang lain nya diluar sana."


Sebastian merasa sangat lelah sekali.


" Aku masih harus bertanggung jawab atas Maudy, karena dia masih berstatus istri ku tapi setelah dia sembuh aku merelakan Maudy menikah dengan Felix."


Samuel merasa Sebastian sudah gila perasaan sayang nya terhadap Maudy.


" Aku yang dulu merebut Maudy dari pelukan mu, sekarang aku merelakan Maudy untuk bersama dengan lelaki lain aku sudah ikhlas."


Samuel menepuk pundak Sebastian.


" Sabarlah semoga kamu bisa mendapatkan wanita yang terbaik untuk mu yaa, dengan siapa pun itu adalah pilihan mu."


Sebastian tersenyum tipis kepada Samuel.


" Aku di goda oleh Irene, dia terus saja mendekati ku. Aku tidak mengerti kenapa Irene mempunyai perasaan terhadap ku, padahal dia yang masih muda."


Samuel mereka Irene yang ingin mempunyai lelaki yang lebih dewasa.


" Bisakah kamu menerima Irene,? wanita yang di hamili oleh lelaki yang sama dengan istri mu. Tapi jika kamu memang mempunyai perasaan terhadap nya, coba saja buka hati mu untuk Irene."


Sebastian seketika dia langsung terdiam, dia yang masih tidak tega meninggalkan Maudy dalam konteks seperti ini.


" Aku ingin fokus pada kesehatan Maudy, setelah itu barulah aku memikirkan wanita lain."


Samuel merasa sangat salut sekali dengan Sebastian dia yang masih bisa mau bertanggung jawab terhadap Maudy.


Walaupun Sebastian sudah mengetahui Maudy yang seperti apa.


" Bagaimana dengan Bianca,? Apakah dia bisa menerima kehadiran adik cantik perempuan nya ?."

__ADS_1


Samuel langsung tersenyum ketika Sebastian bertanya seperti itu kepada dirinya.


" Bianca sudah mau menerima kehadiran adik perempuan nya, walaupun dia belum bisa bersikap seperti dulu lagi dengan Zivanna. Tapi aku merasa ini adalah sebuah proses, nanti semuanya pasti akan membaik."


Ketika sedang mengobrol terdengar suara ketukan pintu.


" Ya, silahkan masuk."


Bianca membuka pintu tersebut.


" Papa, ayo kita pulang Papa."


Bianca meminta untuk pulang dia ingin bertemu dengan baby Zivilia.


" Baiklah sayang, ayo kita pulang sekarang yaa."


Samuel berpamitan dengan Sebastian.


" Papa Bastian, titipkan salam ku untuk Mama yaa. Semoga Mama cepat sembuh yaa, agar adik Tian tidak sendirian di rumah."


Sebastian merasa sangat terharu mendengar perkataan Bianca.


" Iya Bianca, nanti pasti Papa sampaikan yaa."


Samuel dan Bianca pun keluar dari rumah Sebastian.


" Bianca, Mama Maudy belum bisa di tenggok oleh sembarang orang. Bukan Papa tidak mau membawa kamu ke Rumah Sakit yaa, sekarang lebih baik kamu doakan saja Mama Maudy sehat kembali."


Wajah Bianca kelihatan sangat sedih sekali tapi Samuel tidak mungkin membawa Bianca melihat Mama dalam keadaan seperti ini.


Di saat Samuel dan Bianca sudah pergi, Sebastian masuk ke dalam kamar dia melihat Christina yang sedang tertidur.


Sebastian mengirimkan photo tersebut ke Felix.


" Apakah dia menyadari jika wajah nya sama dengan anak laki-laki nya Irene."


Felix yang sedang berada di kantor dia membuka pesan masuk dari Sebastian.


" Untuk apa Sebastian mengirimkan photo anak bayi kepada ku."


Felix memperhatikan photo bayi tersebut.


" Bukan kah ini anak Irene yaa, kenapa Sebastian mengirimkan photo anak Irene kepada ku."


Felix mencoba untuk menghubungi nomer handphone Sebastian.


Sebastian tersenyum ketika Felix menephone nya.


* Hallo Pak Sebastian, apakah bapak salah kirim photo bayi kepada saya*

__ADS_1


* Tidak saya sengaja mengirimkan photo anak Maudy kepada mu*


Felix seketika langsung terdiam ketika Sebastian mengatakan jika photo bayi tersebut anak Maudy.


Menurut Felix itu adalah photo bayi lelaki Irene.


* Kenapa kamu terdiam ketika melihat photo bayi lelaki itu, wajah nya sangat mirip dengan baby lelaki Irene yaa. Apa mungkin karena bayi ini satu Ayah, saya merasa tidak mengerti karena tidak mirip dengan saya*


Felix langsung mengakhiri panggilan telephone nya.


" Tidak, tidur mungkin Maudy melahirkan anak ku. Sekarang aku sudah memiliki dua anak lelaki, aku tidak mau ini terjadi cukup satu anak lelaki saja dari Irene."


Felix mulai merasa sangat ketakutan sekali, tidak lama kemudian Sebastian mengirimkan bukti tes DNA kepada Felix.


* Anak lelaki ini bukan anak ku, aku mengetahui kamu dan istri ku bermalam di Apartemen pada saat istri tidak sadarkan diri. Aku sudah mengetahui dari awal, tapi aku diam karena aku ingin menunggu kelahiran anak tersebut dan melakukan tes DNA*


* Di mana sekarang Maudy*


* Maudy sekarang berada di Rumah Sakit Permata, dia kembali despresi. Datanglah kepada nya, dan berjanji untuk bisa menikah lagi nya*


Felix semakin merasa sangat ketakutan sekali, jika harus menikah dengan Maudy.


" Aku tidak mau Menikah dengan Maudy, dia sudah terlalu tua untuk ku. Lebih baik aku menikah dengan Irene, dia jelas masih cantik dan segar."


Felix merasa tidak bisa fokus pada pekerjaan, dia harus memikirkan bagaimana cara nya agar tidak bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan.


Orang tua Felix masuk ke dalam ruangan dia ingin mempertahankan sesuatu kepada Felix.


" Felix, Papa ingin bertanya kepada mu. Apakah benar Irene yang sekarang sedang jadi pemberitaan di media sosial sebagai seorang pelakor, dia adalah mantan kekasih mu dan dia hamil dan sampai melahirkan anak mu. Felix kamu tidak mau bertanggung jawab, kamu memilih untuk meminta Irene untuk menggugurkan kandungan nya."


Pikiran Felix semakin bertambah ketika Papa nya mengetahui semuanya.


" Siapa yang memberitahu Papa,? apakah dia mempunyai bukti yang kuat dalam berbicara seperti itu kepada Papa."


Felix tetap ingin menutupi kesalahannya.


" Dokter Richard yang memberitahu kepada Papa, Dokter Richard merasa sangat kecewa sekali padahal ketika rumah tangga Zivanna sedang bermasalah dia ingin mendekatkan kamu kembali dengan Zivanna tapi ternyata kamu seperti ini Felix."


Wajah orang tua Felix kelihatan sangat marah sekali.


" Aku minta maaf atas kesalahan ini, aku mengakui jika Irene hamil anak mu dan sudah melahirkan anak laki-laki ku. Hanya Irene saja tidak ada yang lain, aku mau bertanggung jawab atas semua perbuatan ku."


Felix berpikir dari pada dia menikah dengan Maudy lebih baik dia menikah dengan Irene.


" Ke dua orang tua Irene, bukan orang sembarangan. Lebih baik kamu saja yang mendatangi mereka di rumah nya, Papa merasa jika malu sekali untuk datang ke sana."


Papa Felix memilih untuk keluar dari ruangan Felix, dia merasa sangat kecewa sekali dengan Felix.


Felix pun memberanikan diri untuk datang ke rumah orang tua Irene, Felix akan menikah dengan Irene dia akan menjalani kehidupan rumah tangga bersama dengan Irene.

__ADS_1


__ADS_2