I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #291#


__ADS_3

Keesokan harinya Zivanna merasa sangat berat sekali untuk bangun pagi, dia merasa lemas dan ingin tetap tidur.


Samuel terbangun dari tidurnya dia melihat Zivanna yang masih saja tertidur pulas.


" Lebih baik aku biarkan saja Zivanna tidur, kasihan jika aku bangunkan."


Samuel pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


Handphone Zivanna berdering kencang dan membuat Zivanna terbangun dari tidurnya.


" Ahhhhhh, aku masih ingin tidur."


Handphone yang terus menerus berdering membuat Zivanna terbangun dari tidurnya.


" Ibu, astaga sudah jam berapa ini yaa."


Zivanna melihat jam di handphone yang sudah menunjukkan pukul 07:15.


Zivanna tidak menjawab panggilan telephone dari ibu nya, dia langsung terbangun dan melihat suaminya yang berada di kamar mandi.


Zivanna seketika merasa sangat mual sekali dan dia pun langsung muntah.


Mendengar suara Zivanna yang sedang muntah membuat Samuel langsung keluar dari kamar mandi.


" Zivanna kamu baik-baik saja kan,? Kamu sampai muntah-muntah seperti ini."


Samuel merasa sangat hawatir melihat wajah Zivanna yang sampai pucat.


" Kita ke Dokter yaa, seperti nya kamu terlalu kecapean Zivanna."


Zivanna pun hanya bisa terdiam saja.


" Yasudah aku mandi dulu ya, karena tidak mungkin aku pergi ke Dokter belum mandi seperti ini."


Zivanna masuk ke dalam kamar mandi dan Samuel mendengar suara dering handphone Zivanna yang tidak berhenti.


" Ibu Lollyta."


Samuel langsung menjawab panggilan telephone tersebut.

__ADS_1


* Hallo Ibu Lollyta*


* Samuel, di mana yaa Zivanna apakah dia sudah bersiap untuk berangkat untuk pemotretan pagi ini*


* Zivanna tadi pagi muntah-muntah Bu, seperti Zivanna sedang tidak enak badan nya*


* Astaga seperti nya Zivanna terlalu capek yaa, yasudah bawa Zivanna ke Rumah Sakit Permata yaa. Nanti ibu ke sana, untuk jadwal pemotretan ibu akan mengundurkan nya*


* Baiklah Bu*


* Semoga Zivanna lekas sehat kembali yaa*


* Iya Bu*


Zivanna keluar dari kamar mandi dia mendengar pembicaraan suaminya dengan Ibu nya.


" Aku tahu jika sebenarnya ini adalah tanda kehamilan, aku tidak jika keluarga ku sampai tahu Apalagi suamiku. Karena mereka pasti menyuruh aku untuk beristirahat di rumah dan melarang aku untuk bekerja, tidak aku tidak mau setiap hari harus berhadapan dengan Bianca karena Ibu hamil itu tidak boleh banyak pikiran mood nya harus baik."


Zivanna pun langsung menghampiri suaminya.


" Sayang seperti aku sudah sembuh sekarang, aku sudah tidak pusing dan mual lagi aku akan pergi untuk pemotretan yaa."


" Sayang tadi aku lihat wajah mu sampai pucat, kamu jangan terlalu memaksakan yaa."


Samuel memegang tubuh Zivanna dia juga merasa jika suhu tubuh Zivanna normal.


" Aku baik-baik saja, aku bisa buktikan itu semua yaa. Sekarang lihat wajah ku tidak pucat kan, karena di saat bangun tidur itu aku tidak pakai make up sayang."


Zivanna menarik tangan Samuel untuk keluar kamar dan Zivanna merasa keajaiban di dalam dirinya.


Zivanna seketika dia tidak merasakan pusing dan mual, Zivanna merasa bayi yang ada di dalam kandungan nya mendukungnya untuk bekerja.


Samuel dan Zivanna pun berjalan menuju ke tempat makan, ketika Zivanna melihat wajah Bianca dia langsung merasa sangat emosional sekali.


" Hmmmmm, seperti nya aku tidak makan yaa. Aku makan di tempat pemotretan saja, maafkan aku yaa suamiku. Aku berangkat pergi dulu yaa, kamu hati-hati berangkat kerja nya dan selalu semangat mencari uang nya."


Ketika Zivanna akan pergi, Suster Vina sudah menyiapkan bekal untuk Zivanna.


" Ini bekal nya yaa, semuanya sudah komplit menu sehat untuk tubuh."

__ADS_1


Suster Vina sengaja membuat kan bekal sehat untuk Zivanna.


" Terimakasih banyak Suster Vina."


Zivanna langsung pergi dia tidak menyapa Bianca, padahal Bianca berniat untuk bisa meminta maaf kepada Mommy Zivanna.


Suster Vina melihat Bianca yang seperti sedih.


" Zivanna tadi pagi muntah-muntah aku merasa sangat menghawatirkan kondisi Zivanna, tapi setelah mandi dia kembali baik-baik saja."


Bianca sudah menghabiskan sarapan pagi nya.


" Suster Vina, ayo kita berangkat ke sekolah."


Bianca bersalaman dan berpamitan dengan Papa dan Omah nya.


" Papa dan Omah, aku pergi ke sekolah dulu yaa."


Samuel melihat Bianca yang masih merasa sangat sedih sekali.


" Samuel apa yang terjadi dengan Bianca,? Kenapa dia sampai meminta untuk pulang."


Sesilia merasa sangat penasaran sekali karena dia yang mengetahui jika Bianca yang sudah mulai dekat dengan Maudy.


" Maudy dengan suaminya bertengkar hebat, dan Bianca merasa pertengkaran mereka berdua itu karena kehadiran nya. Sehingga Bianca menangis dan meminta aku untuk menjemput nya, ntahlah permasalahan apa yang terjadi dengan mereka berdua."


Mendengar cerita Samuel, Sesilia menjadi hawatir jika sampai Maudy berpisah dengan Sebastian dia akan kembali menggoda Samuel.


Walaupun Sesilia mengetahui Samuel yang sangat cinta kepada Zivanna, tapi Sesilia tetap merasa hawatir.


" Samuel jangan sampai Maudy menggoda mu kembali, karena Mama merasa jika Maudy itu tidak cinta dengan Sebastian. Dia meninggal kan kamu dulu karena posisi kamu yang belum sehebat sekarang, sehingga Sesilia memilih Sebastian. Tapi sekarang kamu dan Sebastian sama hebat nya, jadi kamu harus bisa menjaga hati mu."


Samuel pun hanya bisa terdiam saja dan mereka berdua memutuskan untuk pergi ke kantor.


Walaupun dengan mobil masing-masing tapi Samuel selalu memperhatikan Mama nya, mobil Samuel selalu berada di belakang mobil Mama nya.


Di perjalanan menuju ke kantor Samuel terus saja memikirkan perkataan Mama nya.


" Walaupun Maudy adalah cinta pertama ku, tapi aku yakin jika Zivanna adalah cinta terakhir ku. Aku memilih Zivanna karena dia yang bisa akrab dengan Bianca, walaupun sekarang semuanya menjadi seperti ini karena kehadiran Maudy."

__ADS_1


Samuel kembali menyalahkan Maudy, dengan dia menyalakan Maudy maka Samuel akan semakin benci dengan Maudy.


__ADS_2