I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 357


__ADS_3

Kekhawatiran Lollyta kepada Irene ternyata nyata, Irene merasakan mules yang hilang timbul.


" Kenapa aku mules yaa, apakah mungkin aku ini akan melahirkan sekarang yaa."


Irene tidak punya tempat untuk mengadu dia hanya bisa merasakan sendiri.


" Lebih baik aku ke Rumah Sakit sekarang juga, aku tidak mau di diamkan seperti ini."


Irene melihat jam pukul.21:00 wib, Irene memaksakan diri untuk pergi.


" Nak, kamu harus kuat yaa sayang."


Irene masuk ke dalam mobil nya dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi, Irene menyadari jika ini sangat berbahaya untuk nya tapi dia tidak punya pilihan lagi.


Sepanjang perjalanan menuju ke Rumah Sakit, Irene tidak berhenti untuk berdoa meminta keselamatan untuk nya.


" Kamu anak kuat, kamu anak sehat yaa sayang. Ayo berjuang bersama dengan Mommy yaa, walaupun Mommy sudah bertemu dengan Papa mu tapi tetap saja kamu hanya mempunyai Mommy."


Dengan penuh perjuangan akhirnya Irene sampai di Rumah Sakit, dia langsung melambaikan tangan nya kepada pihak medis.


Pihak medis pun langsung menghampiri nya, dan Irene melakukan pemeriksaan terhadap kandung nya.


Irene ternyata hanya mengalami kontraksi palsu, tapi Irene tidak berani untuk pulang ke rumah nya dia memilih untuk bermalam di rumah sakit.


Irene merasa sangat binggung sekali dia harus menghubungi siapa, Irene pun memilih untuk mengirimkan pesan kepada Lollyta.


* Ibu Lollyta, sekarang aku sedang berada di Rumah Sakit Permata. Aku mengalami kontraksi palsu, aku tidak tahu harus menghubungi siapa lagi *


Irene pun menyimpan handphone nya kembali dia memegang perut nya.


" Aku adalah anak tunggal dari keluarga yang berkecukupan, tapi karena kesalahan bodoh ku ini aku seperti sudah tidak mempunyai keluarga."


Orang tua Irene pembisnis sukses, ibu nya pun memiliki bisnis yang sukses tapi mereka lebih memilih untuk mengusir Irene karena tidak mau sampai orang lain mengetahui anak nya hamil tanpa adanya ikatan pernikahan.


Irene menangis sambil mengelus perut nya.


Suster pun datang dan bertanya kepada Irene.


" Ibu Irene kenapa yaa,? Kenapa menangis seperti ini?."


Irene menghapus air mata nya dia menggelengkan kepalanya.


" Aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja."


Suster pun hanya bisa tersenyum kepada Irene dan langsung pergi.


" Irene, kamu harus kuat kamu jangan lemah kamu jangan menangis. Kamu adalah single mother, buktikan jika kamu bisa hidup dengan uang mu sendiri."


Irene memejamkan mata nya, dia ingin cepat-cepat pagi dan pulang ke rumah.


* Keesokan harinya *


Zivanna terbangun dari tidurnya tapi suaminya masih memeluk erat tubuh Zivanna.


Zivanna tersenyum sambut menepuk-nepuk pipi suaminya.


" Suamiku bangun yaa, ini sudah pagi kamu harus pergi ke kantor dan aku pun sama."


Samuel masih memeluk manja istrinya.


" Tidak mau, aku masih ingin tidur bersama dengan istri ku."


Zivanna melepaskan pelukan erat suaminya.


" Bangun, aku sudah tidak tahan ingin mandi ingin wangi dan bersih."


Samuel pun langsung terbangun dia mengajak Zivanna untuk mandi bersama.


Zivanna hanya bisa tersenyum menggelengkan kepalanya melihat sikap suaminya kepada nya.


Di saat Zivanna dan Samuel masih merasakan kerinduan yang mendalam.

__ADS_1


Suasana di tempat makan sedikit berbeda, Bianca makan dengan sangat cepat sekali dia yang tidak mau makan bareng bersama dengan Mommy Zivanna.


Sesilia yang melihat Bianca dia langsung menegur nya, dia melihat Bianca seperti orang yang tidak makan berhari-hari.


" Bianca, kenapa kamu makan sangat cepat sekali seperti ini. Kamu tidak telat loh, ini masih pagi."


Bianca tidak menjawab pertanyaan Omah nya dia hanya fokus pada makanan yang ada di hadapannya.


Suster Vina mengetahui Bianca yang ingin secepatnya pergi dari rumah, dan ternyata benar saja di saat kedua orang tuanya turun dari tangga.


Bianca langsung meminta untuk pergi.


" Omah, aku pergi ke sekolah yaa."


Bianca yang masih ingin tinggal bersama dengan Papa nya, dia tidak mau bersama dengan Mama nya.


Suster Vina pun langsung berlari menghampiri Bianca yang sudah berjalan cepat menuju pintu keluar.


Zivanna seketika langsung terdiam ketika melihat Bianca pergi, ternyata Bianca masih seperti dulu dia belum bisa menerima kehadiran nya.


Melihat Zivanna yang memperhatikan Bianca, Sesila mencoba untuk mengalihkan pandangan Zivanna dengan pembicaraan.


" Zivanna, bagaimana sekarang apakah kamu masih merasa mual dan pusing di saat sedang makan?."


Zivanna duduk dia pun bercerita kepada Mama mertua nya.


" Tidak Mam, sekarang aku sehat sekali. Aku sudah tidak manja, porsi makan aku pun sangat banyak sekali sekarang."


Sesilia ikut bahagia mendengar nya.


" Kamu akan tetap di sini kan,? Bersama dengan Samuel?."


Zivanna melirikan mata nya kepada suaminya.


" Zivanna akan tetap di sini, aku tidak mau jauh dari Zivanna. Aku ingin mendampingi Zivanna sampai saat nya melahirkan nanti, aku ingin melihat orang yang ada di samping Zivanna."


Zivanna hanya bisa tersenyum dia belum bisa berkata iya, karena Zivanna juga melihat bagaimana dengan Bianca.


Sesilia mengambilkan makanan untuk Zivanna, Sesila begitu sangat perhatian dan sayang dengan Zivanna.


" Terimakasih banyak Mama."


Zivanna menikmati sarapan pagi nya bersama dengan keluarga suami.


" Aku akan mengantarmu dan menjemput mu, mobil mu akan tetap di simpan di sini."


Samuel tidak mau Zivanna pergi dia ingin selalu dekat dengan Zivanna.


Setelah selesai sarapan pagi, mereka berdua pun berpamitan untuk pergi.


Samuel memegang erat tangan Zivanna, dia begitu sangat hati-hati sekali memperlakukan istrinya.


Kita sudah masuk mobil handphone Zivanna berdering kencang dia melihat panggilan telephone dari Ibunya.


Zivanna langsung menjawab panggilan telephone tersebut.


* Hallo Bu, ada apa*


* Zivanna, kamu sekarang di mana*


* Aku sedang di mobil Bu, aku mau pergi. Ada apa yaa Buu, membuat aku kaget saja*


* Zivanna ibu mendapatkan pesan dari Irene, sekarang dia sedang berada di Rumah Sakit Permata. Irene mengalami kontraksi palsu, bisakah kamu dan Samuel melihat kondisi nya sekarang*


* Baiklah ibu, aku akan ke sana sekarang*


* Hati-hati ya sayang*


* Iya Bu*


Zivanna mengakhiri panggilan telephone nya.

__ADS_1


" Kita pergi ke Rumah Sakit Permata yaa, wanita yang di hamili oleh Felix sekarang seperti akan melahirkan anak pertama nya."


Samuel seketika dia langsung terkejut ketika mendengar perkataan Zivanna.


" Felix ternyata sudah memiliki seorang istri,? Dan sekarang istri nya sedang hamil dan akan melahirkan?."


Samuel langsung mengingat Maudy yang juga di khawatirkan sedang hamil anak Felix.


" Setelah hamil, Felix tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan nya. Felix lebih menyarankan agar Irene menggugurkan kandungan nya, Irene juga di usir oleh orang tuanya. Luar biasa nya Irene, dia lebih memilih untuk mempertahankan kehamilan sampai saat nya melahirkan."


Samuel tidak menyangka jika Felix bisa sampai seperti itu, Samuel pun berpikir seperti nya banyak korban dari perbuatan Felix.


" Aku dan Ibu berencana untuk menjadikan Irene sebagai model produk kosmetik Ibu, nanti di saat Irene sudah melahirkan anak pertama nya."


Samuel belum berani menceritakan tentang Maudy kepada istrinya, karena Maudy yang belum melahirkan anak nya dan menjalankan test DNA.


Samuel merasa penasaran dengan Irene, dia pun mengantar Zivanna sampai di Rumah Sakit.


Zivanna dan Samuel turun dari mobil nya, mereka berdua berjalan masuk ke dalam.


Zivanna menghampiri salah satu Suster untuk mengantarkan nya ke Ruangan Irene.


Setelah mencari-cari tahu ruangan Irene, Zivanna dan Samuel pun masuk ke dalam.


Irene yang ternyata merasakan kembali mules kontraksi.


" Irene, bagaimana dengan kondisi mu sekarang."


Zivanna memegang tangan Irene.


" Sepertinya aku akan melahirkan sekarang, karena tadi subuh aku merasakan kembali mules dan Dokter bilang sudah pembukaan satu."


Mata Zivanna berkaca-kaca dia merasa sedih melihat kondisi Irene yang tidak ada pendampingan nya.


" Mas, aku akan menemani Irene di sini yaa. Kamu sekarang pergi saja ke kantor, aku akan baik-baik saja di sini karena nanti akan ada Ibu datang."


Samuel pun langsung pergi meninggalkan Zivanna.


Irene semakin sedih ketika dia melihat Zivanna yang mempunyai suami begitu sangat sayang kepada nya.


" Zivanna, suami sangat sayang sekali dengan mu. Beruntung sekali kamu mendapat nya, ya walaupun mungkin kamu harus sabar dengan sikap anak perempuan nya."


Zivanna tersenyum tipis sambil terus memegang tangan Irene.


" Aku merasa hubungan ku dengan Bianca, sudah tidak akan lagi seperti dulu. Bianca sudah sangat benci sekali dengan ku, aku pun merasa semuanya sudah berubah."


Irene mencoba untuk menguatkan Zivanna.


" Kamu sudah sangat sabar dan baik dengan Bianca, sekarang jika Bianca mengabaikan kebaikan mu lebih baik kamu fokus saja pada kehamilan mu yang sekarang."


Irene memegang perut Zivanna, mereka berdua saling menguatkan.


" Irene apakah kamu tidak berniat untuk menghubungi keluarga mu, mungkin saja sekarang mereka sudah berubah pikiran."


Irene sempat berpikir seperti itu, karena semenjak kabur dari rumah. Irene menganti nomber handphone nya, dan tidak menyimpan nomor handphone keluarga nya.


" Aku sudah tidak punya nomber handphone keluarga ku, aku tidak tahu harus menghubungi siapa."


Zivanna mengeluarkan handphone nya, dia mencari tahu tentang keluarga Irene di akun media sosial.


Zivanna tidak memberitahu Irene sebelumnya, dia mencoba untuk mencari tahu sendiri dan ternyata keluarga Irene seorang pembisnis sukses.


Zivanna sempat terkejut melihat nya, Zivanna merasa tidak menyangka seorang anak tunggal dari keluarga kaya raya.


Memilih untuk pergi dari rumah nya, dan tinggal dengan sederhana demi untuk memperjuangkan kehamilan nya.


Zivanna pun semakin penasaran dengan orang tua Irene, dia mencoba untuk mencari tahu informasi nomber handphone nya.


Irene terus saja memegang perut nya sambil memejamkan mata, dia sedang merasakan kontraksi kembali.


Irene menikmati momen di saat dirinya akan melahirkan anak nya, Irene akan menceritakan tentang perjuangan semenjak dia hamil sampai melahirkan di saat nanti jika dia menjadi model majalah kosmetik.

__ADS_1


Irene ingin kedua orang tuanya mengetahui perjuangan hidup dan mati nya untuk bisa bertahan hidup.


__ADS_2