I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *176*


__ADS_3

Sesilia menghampiri Zivanna di dalam kamar Bianca dia membuka pintu tersebut dan melihat kedekatan mereka berdua.


Zivanna tidak mau kehilangan Bianca, apalagi sekarang dia yang sedang di incar oleh Felix, Zivanna tidak mau menjalani hubungan dengan Felix tapi Samuel pun yang tidak pernah menerima kehadiran nya.


Sesilia menghampiri Zivanna dan Bianca, sedangkan Suster Vina memilih untuk keluar membuatkan makanan dan minuman untuk mereka yang ada di kamar.


" Zivanna, bagaimana dengan hubungan mu ini apakah kamu memang menginginkan bisa bersama dengan Samuel?."


Sesilia mengatakan hal tersebut tepat di depan Bianca.


" Aku tidak bisa menjawab nya karena Pak Samuel pun seperti nya dia tidak menginginkan ku dia datar sekali kepada ku tapi jika aku di tanya tentang perasaan ku. Sejak awal bertemu dengan Pak Samuel, aku sudah mempunyai perasaan terhadap nya."


Zivanna memegang tangan Bianca dia tersenyum manis kepada Bianca.


" Samuel dia masih saja trauma dengan kisah cinta nya bersama dengan Maudy, dia masih saja merasa takut ke gagalan ke dua kalinya. Tapi ini tidak bisa di biarkan, jangan sampai Samuel kembali dengan Maudy."


Apa yang di pikirkan oleh Sesilia di pikirkan kembali oleh Zivanna, Sesilia melihat Samuel yang masih saja perhatian kepada Maudy.


" Masalah itu hanya Pak Samuel yang mengetahui nya, tapi semakin saya dekat dengan keluarga ini semakin dendam rasa sakit hati Maudy terhadap saya."


Sesilia juga menghawatirkan kondisi Zivanna dan di saat Suster Vina datang, Sesilia memilih untuk pergi dari kamar Bianca untuk mencari Samuel.


Ketika Sesilia yang sudah mengetahui perasaan cinta Zivanna terhadap Samuel.


Bianca memandangi wajah Zivanna yang kelihatan sangat sedih sekali.


" Aku ingin Suster Zivanna yang menjadi ibu ku, aku tidak mau Papa kembali dengan Mama. Karena Mama itu sangat jahat sekali, aku mengetahui nya itu dari tatapan mata Mama."


Zivanna langsung memeluk erat tubuh mungil Bianca dan Suster Vina pun merasa sangat sedih sekali ketika melihat Bianca yang sampai bergetar di saat di peluk oleh Maudy tadi.


" Zivanna kamu bisa berjuang yaa, Bianca memang butuh kamu sebagai ibu nya. Karena tadi aku melihat ketika Bu Maudy yang memeluk erat Bianca, Bianca kelihatan sangat tegang dan tangan nya sampai bergetar. Bianca ketakutan sekali, beruntung dia bisa terlepas dari pelukan tersebut."


Zivanna pun langsung tersenyum kepada Bianca.

__ADS_1


" Jika sampai Suster Zivanna tidak bisa menjadi ibu untuk Bianca, percayalah akan ada sosok wanita terbaik untuk Bianca yaa. Dia yang sangat sayang sekali dengan Bianca, dan dia juga bisa membuat kebahagiaan di kehidupan Bianca."


Seketika Bianca pun langsung memeluk erat Zivanna dia yang tidak mau kehilangan Zivanna.


Di saat Bianca yang merasa sedih karena Papa nya yang tidak juga membalas perasaan Zivanna.


Sesilia mencoba untuk mendekati Samuel yang berada di kamar nya.


Sesilia mengetuk pintu kamar dan dia pun langsung masuk karena tidak di kunci kan.


" Samuel, Mama ingin membicarakan Zivanna kepada mu."


Samuel seketika dia langsung terdiam ketika Mama nya yang ingin membicarakan tentang Zivanna kepada nya.


" Kapan kamu membuka hati mu untuk Zivanna,? ada wanita yang begitu sangat sayang sekali dengan Bianca dan Bianca juga sangat sayang. Mereka berdua saling menyayangi, kamu tidak akan mendapatkan wanita seperti itu dengan cepat Samuel."


Samuel memang mengagumi Zivanna yang begitu sangat saling sayang terhadap Bianca tapi Samuel juga memikirkan bagaimana dengan keluarga Zivanna.


" Zivanna anak tunggal dari keluarga yang kaya raya, apakah dia mau menerima aku lelaki yang sudah mempunyai anak di saat Zivanna yang masih muda dan sangat cantik sekali."


Samuel pun langsung berjalan menuju ke pintu keluar kamar nya, dia melihat Maudy yang baru saja selesai mandi.


Maudy menatap wajah Samuel dengan tatapan yang begitu tajam dan menggoda, tapi Samuel pun langsung menundukkan kepalanya dan berjalan menuju ke kamar Bianca.


Maudy merasa sangat kecewa sekali ketika Samuel yang mengabaikan nya, dan memilih untuk pergi ke kamar Bianca.


Sesilia yang keluar dari kamar Samuel dia melihat Maudy yang sudah rapih dan bersih.


" Sebentar lagi suami mu akan datang menjemput mu, silahkan tinggalkan tunggu di depan tidak usah berlama-lama diam di situ yaa karena akan menimbulkan pemikiran yang negatif terhadap orang yang melihat nya."


Dengan langkah kaki yang terasa berat, Maudy pun mengikutinya apa yang di katakan oleh Sesilia. Dia menunggu suaminya datang dan duduk di luar rumah, Sesilia datang untuk menemani Maudy.


Tidak lama kemudian Sebastian pun datang dengan supir pribadi nya, Sebastian dan Maudy pulang dengan menggunakan mobil yang di pakai oleh Maudy.

__ADS_1


" Suami mu sudah datang, sekarang pergilah ke sana yaa."


Sesilia terlihat sangat jelas sekali dia seperti mengusir Maudy dan Sebastian langsung menghampiri Sesilia untuk bersalaman.


" Terimakasih banyak Bu Sesilia dan terimakasih sudah mau membuat istri nya membersihkan tubuh nya, sehingga tidak seperti sebelumnya nya."


Maudy kelihatan sangat malu sekali mendengar perkataan suaminya, dia pun memilih untuk masuk langsung ke dalam mobil nya.


Dia tidak mau berpamitan dengan Sesilia, karena dia merasa sangat sakit sekali mendengar perkataan nya.


" Oh iya tidak apa-apa, lain kali jika Maudy despresi lagi lebih baik kamu langsung bawa ke Rumah Sakit Jiwa saja yaa. Kamu jangan mau di bohongi oleh istri mu lagi, dia akan melakukan apapun demi mendapatkan Bianca tolong yaa ingatkan istri mu untuk tidak pernah datang ke rumah ini. Karena bagaimana pun juga pernah ada ikatan cinta antara Maudy dan Samuel di masa lalu, karena sekarang Samuel yang akan menjalani hubungan serius dengan Suster Zivanna."


Sebastian pun merasa sangat malu sekali dia sampai menundukan kepalanya.


" Baiklah Bu, saya akan membicarakan ini semua kepada Maudy."


Sebesar pun langsung pergi dan dia melihat Maudy yang sudah duduk di kursi depan dengan wajah yang kesal.


Sebastian masuk ke dalam mobil nya, dan dia mulai bicara dengan Maudy sambil menjelaskan mob nya.


" Sebenarnya kamu datang untuk bertemu dengan Bianca atau bertemu dengan Samuel,? kamu masih mempunyai perasaan terhadap Samuel?."


Maudy seketika dia langsung terdiam ketika mendengar perkataan Sebastian kepada nya.


" Jika kamu masih mempunyai perasaan terhadap Samuel, pergilah dari rumah tanpa membawa apapun karena aku tidak mau tinggal bersama dengan wanita yang sudah tidak memiliki perasaan cinta kepada ku."


Maudy kelihatan sangat ketakutan sekali ketika dia mendengar kata tersebut, dia tidak mau keluar dari rumah Sebastian sebelum dia bisa bersama dengan Sakit kembali.


" Ketika kamu sampai berani berkata seperti itu kepada ku,? apakah kamu yang sudah memilih wanita lain di belakang ku?."


Sebastian tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali.


" Maudy kenapa kamu harus menanyakan seperti itu kepada ku,? cuma hanya untuk menutupi kesalahan mu. Jika kamu masih mencintai Samuel, maka aku pun akan mencari wanita yang lain tapi jika kamu tidak menghianati ku maka aku akan selalu setia kepada mu."

__ADS_1


Maudy pun dia mulai merasa sangat ketakutan sekali jika Sebastian sampai menyuruh nya pergi dari rumah.


__ADS_2