
Zivanna dan Samuel dalam perjalanan menuju ke rumah nya, mereka tidak lupa membawa hadiah untuk Bianca walaupun sebenarnya mereka berdua yang tidak pergi ke luar kota.
" Semua sudah siap dan waktunya kita berdua untuk berangkat yaa, pokoknya semua hanya untuk Bianca."
Samuel pun menyalakan mesin mobil nya dan mereka berdua pun berangkat.
" Aku tidak sabar sekali ingin bertemu dengan Bianca, tapi aku tidak berani untuk menghampiri Bianca duluan karena takut Bianca yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran ku yang sekarang."
Samuel melihat wajah Zivanna yang sedih.
" Kenapa yaa semuanya bisa berubah total seperti ini, sekarang Bianca yang lebih overprotektif terhadap aku dan kamu padahal dulu dia sangat menginginkan kebersamaan kita berdua."
Zivanna merasa binggung memikirkan nya.
" Benar apa kata Ibu dan Ayah, aku harus bisa sabar menghadapi nya."
Samuel memberhentikan mobilnya dia memegang tangan Zivanna.
" Kamu semangat yaa sayang, aku yakin kamu bisa menjadi ibu yang terbaik untuk Bianca."
Zivanna tersenyum ketika dia mendapatkan semangat dari suaminya.
" Iya Suamiku aku akan selalu bersemangat untuk menjadi ibu yang terbaik."
Samuel menyalakan mesin mobil nya kembali dan sebentar lagi mereka sampai di rumah.
Bianca dan Suster Vina sudah menyiapkan rainbow cake untuk kedatangan Zivanna dan Samuel.
" Papa pasti suka sekali dengan rainbow cake ini, dan dia pasti akan meminta Suster Vina untuk selalu menyiapkan rainbow cake ini."
Terdengar suara klakson mobil dan Bianca pun langsung berlari menuju ke luar.
Suster Vina dan Omah Sesilia pun langsung berlari mengejar Bianca.
" Yeeeee Papa pulang."
Samuel keluar dari mobil nya tapi dia tidak langsung menghampiri Bianca.
Samuel membukakan pintu mobil untuk Zivanna keluar dan Samuel memegang erat tangan Zivanna.
Bianca seketika langsung terdiam dan mengingat perkataan Mama Maudy jika Mommy Zivanna itu hanya mencintai Papa tidak mencintai nya lagi.
Bianca menarik tangan Samuel supaya melepaskan genggaman erat tangan kepada Zivanna.
Zivanna merasa sangat terkejut sekali dan Suster Vina pun langsung menghampiri Zivanna.
" Papa ayo kita masuk ada kejutan untuk Papa di dalam loh."
Sesilia merasa sikap Bianca yang langsung berubah setelah pernikahan ini.
__ADS_1
" Zivanna kamu baik-baik saja kan,? maafkan sikap Bianca yang berubah seperti itu."
Zivanna pun langsung tersenyum.
" Tidak apa-apa Mama, mungkin Bianca yang memang sangat kangen Papa nya."
Sesilia memegang erat tangan Zivanna dia tidak mau Zivanna merasa sendirian.
" Papa lihat rainbow cake kesukaan Papa, huh enak sekali loh Papa."
Bianca mengambil pisau dan memotong kue untuk Papa nya.
" Ayo coba deh Papa enak sekali pasti Papa."
Samuel pun menikmati rainbow cake tersebut.
" Hmmmm, enak sekali yaa sayang."
Samuel kelihatan sangat lahap sekali memakan rainbow cake tersebut.
" Ini rainbow cake buatan Suster Vina, kalau Papa suka seharusnya Mommy Zivanna yang membuatkan nya tapikan Mommy Zivanna itu kan tidak bisa masak yaa."
Perkataan Bianca membuat Zivanna seketika langsung terdiam dan mencoba untuk menahan rasa kesalnya.
" Semuanya, aku ke kamar dulu yaa."
Samuel langsung menghampiri Zivanna dan tatapan mata sinis Bianca melihat nya.
Zivanna melepaskan genggaman tangan Samuel karena dia melihat tatapan mata Bianca yang seperti tidak suka.
" Iya aku bisa sendiri kok, yasudah yaa kamu tetap di sini yaa temani Bianca dia seperti nya sangat rindu kamu."
Sesilia menghampiri Zivanna.
" Ayo sayang Mama yang antar yaa sayang, kamar sudah di bersihkan dan di buat sangat nyaman untuk kamu dan Samuel."
Zivanna pun berjalan menuju ke kamar tersebut.
Bianca tidak mau Papa nya tidur bersama dengan Zivanna.
" Nanti malam aku ingin tidur bersama dengan Papa yaa, pokonya Papa harus tidur bersama dengan aku yaa tidak boleh dengan Mommy Zivanna."
Samuel pun hanya bisa tersenyum saja.
" Ayo Papa kita nikmati makanan nya Papa, Suster Vina tidak hanya bisa membuat kue tapi Suster Vina juga bisa buat spagheti yang sangat lezat sekali. Aku sekarang sangat lahap sekali makan loh Ayah, semenjak aku mengetahui Suster Vina yang pandai memasak."
Samuel tidak fokus pada perkataan Bianca, Samuel memikirkan perasaan Zivanna yang seperti orang asing di dalam rumah ini.
" Sayang, kamu di sini dulu yaa dengan Suster Vina. Papa meu melihat Mommy Zivanna dulu yaa, kasihan Mommy Zivanna."
__ADS_1
Bianca menggelengkan kepalanya sambil cemberut.
" Tidak boleh, Papa harus bersama dengan aku di sini. Sekarang Papa jadi nggak sayang lagi yaa sama aku, Papa lebih perhatian kepada Mommy Zivanna."
Bianca pun langsung menangis.
" Bianca sayang jangan seperti itu yaa, Papa sayang Bianca dan Papa juga sayang Mommy Zivanna. Kamu jangan seperti ini yaa, Papa tidak suka sikap kamu menjadi berubah dengan Mommy Zivanna."
Bianca merasa jika Papa nya yang sudah tidak sayang kepada dirinya.
" Yasudah sana Papa pergi ke Mommy Zivanna, aku tidak mau lagi bicara dengan Papa."
Samuel berlari mengejar Bianca yang mau masuk ke dalam kamar nya.
Suster Vina pun mencoba untuk membujuk Bianca.
Samuel dan Suster Vina berlari menuju ke kamar Bianca.
Samuel memilih untuk diam di depan pintu dia mempersilahkan Suster Vina untuk mendekati Bianca.
" Bianca sayang jangan seperti ini yaa, Papa sayang Bianca hanya saja Papa yang ingin melihat Mommy Zivanna saja. Kasih sayang Papa kepada Bianca tidak akan pernah hilang sayang, sekarang Bianca jangan seperti yaa sayang kasihan Mommy Zivanna."
Bianca hanya terdiam saja di tidak menjawab perkataan Suster Vina.
" Suster Vina keluar dari kamar aku, aku mau sendirian di kamar dan Papa juga keluar dari kamar aku."
Bianca kelihatan sangat marah sekali membuat Suster Vina dan Samuel keluar dari kamar nya.
Suster Vina menutup rapat pintu kamar nya, dan Bianca pun langsung mengambil handphone nya dia mencari keras yang di berikan oleh Mama Maudy.
Suster Vina memilih untuk masuk ke dalam kamar sedangkan Samuel pun pergi juga ke kamar nya melihat kondisi Zivanna.
Samuel masuk ke dalam kamar nya dia melihat Zivanna dan Mama nya sedang duduk di atas kasur.
" Bagaimana dengan Bianca,? apakah dia sudah tenang."
Sesilia berdiri dari tempat tidur dia mau berjalan ke luar kamar.
" Bianca ingin sendirian dia meminta aku dan Suster Vina keluar dari kamar nya."
Mendengar perkataan Samuel, Sesilia pun tidak akan masuk ke dalam kamar Bianca dia berpikir jika Bianca yang memang menginginkan waktu dirinya untuk menyendiri.
Samuel menutup pintu kamar nya dia pun fokus pada Zivanna.
" Maafkan sikap Zivanna yang pasti membuat kamu kesal, aku juga tidak tahu kenapa Bianca menjadi berubah seperti ini."
Samuel merasa sangat ketakutan sekali Zivanna akan pergi meninggalkan karena sikap Zivanna yang seperti mendadak tidak suka dengan nya.
" Sudahlah tidak apa-apa Mas, Semoga besok Bianca berubah sikap nya dan sekarang aku mau mandi dulu yaa."
__ADS_1
Samuel pun langsung tersenyum ketika mendengar istri nya yang mau mandi dan bersih-bersih.