
Keesokan harinya Zivanna sudah terbangun dari tidurnya dan tidak lama kemudian Bianca pun bangun.
" Ayo sayang kita mandi yaa, karena Mommy juga berangkat pagi hari ini."
Bianca dan Zivanna pun mereka berdua mandi bersama, selesai mandi mereka berdua memakai pakaian dan berdandan bersama.
Bianca memperhatikan Mommy nya yang memakai rangkaian skincare nya.
" Mommy banyak sekali yaa, yang Mommy pakai di wajah Mommy."
Bianca yang baru melihat untuk pertama kalinya.
" Iya sayang, ini produk skincare Ibu. Sebagai anak yang baik yaa Mommy harus pakai dong, supaya kelihatan cantik."
Bianca pun seketika dia langsung tertawa.
" Mommy seperti sedang promosi deh."
Zivanna pun tersenyum tipis dan dia langsung membawa Bianca keluar dari kamar nya.
Zivanna melihat Samuel yang sudah siap.
" Apakah kita langsung berangkat sekarang juga,? kita tidak sarapan dulu."
Samuel melihat jam di handphone nya.
" Seperti nya tidak karena Ibu Lollyta bilang jam 8 pagi kita sudah ada di butik langganan nya kan, lebih baik kita berangkat sekarang dari pada kita telat."
__ADS_1
Zivanna pun berpamitan dengan Bianca.
" Mommy pergi dulu yaa sayaaaaang, kamu jadi anak yang pintar yaa."
Zivanna memeluk erat Bianca.
" Mommy dan Papa hati-hati yaa."
Samuel mencium kening Bianca dan mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah.
Bianca tersenyum dia kelihatan sangat senang sekali melihat Mommy dan Papa nya.
" Bianca sayang, apa yang kamu rasakan sekarang?. Bagaimana rasanya kamu yang sebentar lagi akan mempunyai Mommy yang baru, apakah kamu senang?."
Bianca menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Sedikit pun merasa sangat senang sekali dia akhirnya bisa Menlu calon menantu yang menurut nya yang terbaik.
Zivanna tidak akan melihat harta kekayaan karena dia yang sudah mempunyai semuanya.
" Omah, jika Papa dan Mommy Zivanna menikah. Apakah Mama Maudy sudah bukan menjadi Mama ku lagi, aku bukan lagi anak nya."
Pertanyaan Bianca membuat Sesilia langsung terdiam dan Suster Vina mencoba untuk menjawab nya.
" Sayang, Bianca terakhir dari Mama Maudy.
Walaupun Mama Maudy seperti itu tapi Mama Maudy tetap Mama kandung Bianca, Mama Maudy tidak bisa di gantikan yaa sayang."
__ADS_1
Wajah Bianca kelihatan langsung sedih, seorang nya dia mengingat Mama Maudy yang jahat kepada nya.
" Tapi aku tidak mau bertemu dengan Mama Maudy, aku ingin selalu bersama dengan Mommy Zivanna dan Papa Sam."
Suster Vina langsung memeluk erat Bianca.
" Iyaa sayang, jangan menangis yaa."
Sesilia pun hanya bisa terdiam saja dia tidak berani berkata jika sudah membicarakan tentang Maudy.
Karena bagi Sesilia Maudy yang sangat jahat sekali tidak memiliki hati nurani sebagai seorang Ibu.
" Yasudah ya sayang, sekarang kita siap-siap berangkat yaa ke sekolah yaa."
Bianca dan Suster Vina bersikap untuk pergi ke sekolah, mereka berdua berpamitan dengan Omah Sesilia.
" Hati-hati yaa sayang, jadi anak yang pintar yaa sayang."
Bianca masuk ke dalam mobil nya dia pun melambaikan tangan kepada Omah Sesilia.
" Suster Vina, aku tidak sabar deh aku ingin cepat hari Minggu."
Biang kelihatan sangat gembira sekali ekpresi wajah nya langsung berubah drastis.
" Iyaa sayang, sabar yaa tiga hari lagi kok."
Bianca sudah membayangkan pernikahan tersebut.
__ADS_1