I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 371


__ADS_3

Irene mulai mencari tahu tentang kehidupan Sebastian dia begitu sangat menginginkan nya.


" Aku ingin dia menjadi suami ku apapun caranya, om tampan itu menjadi milik ku."


Irene mencari tahu nomor telepon nya, Irene sampai membayar orang untuk mendapatkan nomber handphone.


Irene mulai di sibukkan dengan pekerjaan nya, bahkan ternyata dia tidak sempat untuk mengendong anak nya.


" Seperti nya mulai besok Feerell, jangan di bawa ke kantor yaa. Aku merasa sangat kasihan sekali melihat nya, sekarang lebih baik kamu pulang saja bersama dengan Feerell."


Irene menyuruh Suster nya untuk pulang ke Apartemen nya, Irene menyimpan handphone dia mulai fokus kembali pada pekerjaan.


Lollyta melihat Suster membawa pulang Feerell.


" Irene lebih sibuk dari Zivanna, dia banyak menyita perhatian publik."


Lollyta menemani Irene karena dia juga yang bertanggung jawab atas semua yang di lakukan oleh Irene.


Di saat Lollyta sedang bersama dengan Irene, Zivanna dia merasa jika Ibu nya sudah tidak peduli lagi terhadap nya.


Zivanna menyendiri di kamar dia seperti kurang bertenaga.


" Apakah ini karena bawaan bayi yaa, kenapa aku merasa tidak suka melihat Ibu yang terlalu dekat dengan Irene."


Zivanna sampai menangis di dalam kamar dan terdengar oleh Suster Vina.


Suster Vina yang sedang bersama dengan Bianca yang mau bersiap-siap pergi menunggu Papa dan Omah nya.


" Bianca sebentar yaa, suster mendengar suara Mommy Zivanna menangis."


Suster Vina meninggal Bianca dia berjalan menuju ke kamar Zivanna.


Suster Vina mengetuk pintu kamar Zivanna.


" Zivanna, kamu baik-baik saja kan."


Mendengar suara Suster Vina, Zivanna langsung keluar dari kamar nya.


" Zivanna kenapa kamu menagis,?"

__ADS_1


Bianca membuka pintu kamar nya dia melihat Mommy Zivanna yang sedang menangis di depan kamarnya.


Bianca mulai mempunyai perasaan kasihan terhadap Mommy Zivanna.


" Kamu ceritakan yaa, jangan menangis."


Suster Vina dan Zivanna duduk berdua.


" Aku tidak suka melihat kesempatan Irene dengan ibu, aku merasa sakit hati ketika ruangan ku di pakai oleh nya dan tidak ada lagi satu pun photo ku di kantor semuanya di gantikan oleh photo Irene."


Bianca mendekati cerita Mommy Zivanna dari depan pintu kamar nya.


" Aku mengerti apa yang kau rasakan, apalagi di saat kamu yang sedang hidup seperti ini. Perasaan kamu yang lebih sensitif terhadap sesuatu, sekarang lebih baik kamu sabar yaa fokus pada proses persalinan mu setelah itu kamu kembali ke kantor dengan tubuh indah mu yang kembali seperti dulu."


Bianca merasa kasihan melihat Mommy Zivanna dia membawa kan tissue untuk Mommy Zivanna.


" Ini tissue nya."


Zivanna mengambil tissue tersebut.


" Terimakasih."


Suster Vina merasa Bianca sudah mulai seperti dulu lagi, dia bersikap baik dengan Zivanna.


" Hapus air mata mu yaa, jangan sampai suami mu melihat kamu sedih seperti ini."


Zivanna mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Vina, dia tidak mau Samuel melihat nya sedih.


Zivanna mencoba untuk menenangkan perasaan dan ternyata suaminya pun datang untuk menepati janji nya kepada Bianca.


" Yeee, Papa pulang hore."


Samuel dan Mama nya pulang mereka yang berencana untuk pergi bersama.


" Papa aku sudah siap, ayo kita pergi sekarang."


Zivanna menghampiri suaminya.


" Aku meminta maaf, seperti nya aku tidak bisa ikut yaa. Aku merasa kurang sehat, maafkan aku yaa."

__ADS_1


Samuel merasa sangat hawatir dengan Zivanna.


" Kamu pergi saja, aku baik-baik saja di rumah."


Zivanna memegang tangan suaminya.


" Biarkan saya bersama dengan Ibu Zivanna di rumah, saya akan merawat ibu Zivanna."


Samuel pun akhirnya dia terpaksa pergi bertiga saja.


" Kamu harus istirahat yaa, Suster Vina jika terjadi sesuatu dengan Zivanna segera beritahu saya."


Sesilia pun menghampiri Zivanna.


" Baik-baik di rumah yaa, jangan banyak pikiran."


Zivanna menganggukkan kepalaku sambil tersenyum manis kepada Mama mertua nya.


" Iya Mam, semoga kalian semuanya bahagia yaa di sana."


Zivanna mengantar sampai ke depan rumahnya.


Zivanna melambaikan tangan nya di saat mobil suaminya pergi.


" Zivanna, apakah kamu melihat perubahan pada Bianca tadi. Dia sudah mulai peka terhadap mu, dia memberikan kamu tissue."


Zivanna hanya bisa saja.


" Aku membiarkan Bianca bukan berarti aku tidak peduli dengan nya, tapi aku tidak mendengar perkataan nya yang selalu membuat ku sakit. Aku berharap jika Bianca bisa berubah, tapi dari hati nya sendiri."


Zivanna mengelus perut besar yang sebenarnya lagi akan melahirkan.


" Bulan depan aku akan menjadi seorang ibu, berjuang melahirkan anak ku ini."


Zivanna berharap proses persalinan nya lancar tanpa ada sedikit pun hambatan.


" Tapi aku merasa ingin sekali melihat Ibu Maudy melahirkan, apakah anak nya itu anak Felix atau suaminya. Jika sampai anak Felix, seperti Maudy menjadi istri ke dua Felix setelah Irene."


Zivanna dan Suster Vina ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh Maudy untuk bisa hidup bersama dengan Sebastian.

__ADS_1


__ADS_2