
Zivanna yang tidak mengetahui kondisi Ibunya dia menikmati kebersamaan bersama dengan Samuel, walaupun sebenarnya Samuel yang masih mengingat masa lalu nya bersama dengan Maudy.
" Aku sangat suka dengan bunga dan juga tanaman, di pinggir rumah ku. Ibu ku sampai menanam buah-buahan dan sayur-sayuran juga. Sedangkan bunga-bunga di simpan di pot depan rumah, bagaimana jika di rumah juga kita seperti itu."
Samuel yang tidak pernah berkebun dia pun hanya menganggukkan kepalanya.
" Baiklah aku setuju nanti kita beli bibit nya dan kita buat rumah kita menjadi banyak tanaman, buah-buahan dan bunga-bunga."
Samuel melihat langit yang sudah mendung seperti akan turun hujan sedangkan mereka berdua berniat untuk langsung pulang tidak bisa menginap.
" Zivanna bagaimana ini seperti nya akan turun hujan, kita pergi ke sana dulu."
Hujan pun tiba-tiba saja langsung turun Samuel pun menarik tangan Zivanna.
" Kamu baik-baik saja kan,? baju mu basah semua."
Zivanna begitu sangat kedinginan sekali dan Samuel pun mencoba untuk mencari payung.
" Zivanna Ayo kita masuk ke dalam mobil, kita cari toko pakaian untuk kamu ganti. Aku tidak mau kamu sampai sakit, bagaimana dengan Bianca jika kamu sampai sakit."
__ADS_1
Mereka berdua pun memakai payung sewa an dan masuk ke dalam mobil, Zivanna benar-benar merasa sangat kedinginan sekali karena dia memakai baju yang terbuka.
" Kemeja ku juga basah, bagaimana aku bisa membuat mu tidak kedinginan."
Zivanna hanya bisa menundukkan kepalanya dan Samuel mencoba untuk berbagai cara, hujan semakin deras akhirnya.
Samuel menyuruh Zivanna untuk pindah ke kursi belakang bersama dengan dirinya dan Samuel pun langsung memeluk erat Zivanna.
Seketika Zivanna pun merasa sangat terkejut sekali ketika dia di peluk oleh lelaki yang dia inginkan.
" Aku hanya bisa melakukan ini karena tidak ada cara lain, aku harap kamu tidak berpikiran negatif terhadap aku yaa."
Zivanna menganggukkan kepalanya dia seperti bermimpi bisa mendapatkan pelukan hangat dari Samuel.
" Suhu tubuh nya sangat panas sekali, astaga Zivanna kamu Sakit."
Karena merasa panik Samuel pun langsung menelephone Mama nya sambil masih memeluk erat Zivanna.
* Hallo Ibu, Bu di taman bunga hujan deras sekali dan Zivanna pun sampai kehujanan. Kita mencoba untuk meneduh di dalam mobil sampai hijau reda tapi ternyata suhu tubuh Zivanna sangat panas sekali, aku harus bagaimana sedangkan perjalanan untuk pulang sangat jauh sekali.*.
__ADS_1
* Cari hotel untuk kalian berdua, bawa Zivanna ke klinik terdekat. Biarkan dia istirahat semalam saja. Jangan langsung pulang kasihan Zivanna, Bianca aman bersama dengan ibu.*
* Baiklah Bu aku sekarang akan mencari Klinik terdekat*
* Semoga Zivanna cepat sembuh yaa*
* Iya Buu"
Samuel terus saja memandangi wajah Zivanna.
" Kasihan sekali dia, Zivanna maafkan aku yaa."
Samuel mencari Klinik terdekat dia terus saja mencari-cari dan akhirnya ketemu.
Samuel mencoba untuk membangunkan Zivanna dan Zivanna pun merasa sangat pusing sekali.
". Bangunlah kita sudah sampai di Klinik, kamu harus berobat dulu yaa.".
Zivanna yang masih merasa pusing dia pun seperti tidak kuasa untuk berjalan.
__ADS_1
Samuel mengendong Zivanna dan di bawa ke ruangan.
Zivanna pun mulai di periksa kondisi nya oleh Dokter, Dokter melihat tensi darah Zivanna yang sama rendah sehingga membuat pusing dan tidak bisa berjalan.