I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *158*


__ADS_3

Keadaan Maudy memberikan Sebastian sampai menghubungi Dokter Psikologi, karena Maudy yang mulai menjambak rambut panjang nya sampai rontok di tangan nya.


Sebastian merasa sangat kasihan sekali melihat Maudy, dia pun berusaha untuk bisa memberikan Maudy tenang.


" Maudy jangan seperti ini Maudy, aku tidak mau kamu tersiksa seperti ini cepatlah sembuh kembali."


Sebastian memeluk erat tubuh Maudy, dan seperti nya obat penenang nya mulai bereaksi Maudy pun seketika lemas dan seperti orang yang pingsan.


Sebastian menidurkan Maudy, dia langsung mengambil benda-benda tajam yang ada di kamar Maudy.


Sebastian tidak mau mengulangi kesalahannya yang sama ketika Maudy sampai memegang pisau di tangan nya.


Sebastian membuka pintu kamar nya dan pemberitahuan tentang kondisi Maudy, Sebastian berharap besar para pegawai bisa melindungi Maudy agar tidak sampe keluar rumah dalam kondisi seperti ini.


Sebastian mengeluarkan handphone dia mencoba untuk menghubungi Lollyta, Sebastien harus memberitahu Lollyta tentang ini semua.


Lollyta yang sedang di ruangan nya dan tiba-tiba saja Zivanna masuk ke dalam ruangan nya.


" Sebastian ada apa yaa dia menghubungi ku."


Mendengar nama Sebastian Zivanna pun langsung menghampiri Ibunya.


* Hallo Sebastian ada apa yaa*

__ADS_1


* Hallo Bu Lollyta, saya ingin memberitahu tentang Maudy Larissa*


* Ada apa dengan Maudy Larissa*


* Maudy Larissa kembali despresi, seperti nya dia sedang memikirkan sesuatu*


* Astaga kenapa harus sampai terulang kembali, sekarang bagaimana dengan kondisi Maudy dia masih saja berteriak-teriak kencang*


* Sebelumnya iya Bu, tapi sekarang sudah tidak Bu karena sudah minum obat penenang*


* Syukurlah kalau begitu yaa, semoga bisa cepat pulih kembali, utama pekerjaan jalan hawatir yaa. Ada Zivanna yang akan mengantikan nya, jadi lebih baik fokus pada kesehatan Maudy*


* Terimakasih Bu Lollyta atas kebijakan nya*


" Ada apa lagi dengan nya, apa pikiran berat yang membuat nya seperti ini."


Lollyta menyimpan handphone di atas meja kerjanya.


" Pikiran beratnya adalah ketika Mantan suami mencintaimu ku."


Zivanna tersenyum tipis kepada Ibunya.


" Bukannya Maudy itu mempunyai cita-cita ingin mendapatkan cinta mantan suami dan juga cinta dari anak nya, itu mimpi yang ingin dia dapatkan. Ketika mantan suami menyukai wanita lain, membuat Maudy tidak bisa menggapai mimpi nya."

__ADS_1


Lollyta pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Zivanna yang benar adanya.


" Zivanna, kamu harus semakin hati-hati yaa di saat Maudy sudah sembuh. Biasanya dia akan balas dendam dengan caranya yang lebih kejam, Maudy begitu sangat berbahaya sekali."


Zivanna pun menyadari hal tersebut dia memang harus berhati-hati.


" Aku akan memberitahu Pak Samuel, agar dia bisa melindungi ku dari jahat nya mantan istri."


Lollyta melihat Zivanna yang sangat bersemangat sekali, dia seperti begitu sangat percaya diri sekali jika Samuel memang benar-benar mencintai nya.


" Yasudah jadi sekarang kamu memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa mendapatkan perhatian khusus dari Bapak Samuel,? menari-nari di atas penderita orang lain."


Lollyta pun terdiam ketika mendengar perkataan Ibunya, tapi dia juga berpikir memang seperti itu keadaan nya.


" Dia begitu sangat jahat kepada ku Buu, aku pernah ada orang yang misterius menyiram kan kopi panas yang hampir saja ke wajah ku. Aku merasa itu adalah orang suruhan Maudy, karena sebelumnya semua nya sangat aman sekali."


Lollyta mendekati Zivanna yang matanya mulai berkaca-kaca ketika menceritakan hal tersebut.


" Yasudah yaa sayang, sekarang kamu yang harus hati-hati yaa. Ingat jangan terlalu percaya jika ada orang asing yang menghampiri mu yaa, kamu harus bisa menjaga diri mu sendiri."


Zivanna menganggukkan kepalanya sambil memeluk erat tubuh ibunya.


" Sekarang persiapan fisik kamu yaa, karena kamu akan mengantikan posisi Maudy selama dia despresi. Ibu tidak mau menunda-nunda proses pemotretan dan pembuatan iklan, semuanya harus beres tepat waktu."

__ADS_1


Zivanna pun harus bisa menerima kenyataan nya, dia harus semangat walau dia hanya sebagai pemeran pengganti saja.


__ADS_2