
Maudy tidak bisa tidur dengan nyenyak dia selalu mengingat perkataan Felix.
" Aku benci Felix, aku tidak akan pernah membiarkan Felix hidup bahagia."
Maudy terbangun dari tidurnya, dia ingin bisa keluar dari ruangan ini.
" Aku harus keluar dari ruangan ini, aku ingin membalaskan dendam ku kepada Felix."
Maudy mencoba untuk berpikir bagaimana cara nya dia bisa keluar dari ruangan ini, jika kondisi membaik dia akan di pulangkan ke rumah Sebastian.
" Sebastian dia akan bersama dengan Irene, tidak akan aku biarkan dia menikah dengan wanita itu. Sekarang aku harus bisa membuat Irene dan Felix mati di tangan ku, mereka tidak boleh bahagia jika Sebastian sudah tidak akan lagi bersama dengan ku."
Maudy mengetuk pintu kamar nya, dan Suster pun langsung membukakan pintu untuk nya.
" Suster aku ingin menephone orang tua ku."
Suster melihat jam sudah pukul 23:00 wib.
" Ini sudah malam, bagaimana jika besok saja."
Maudy menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Tidak, aku ingin sekarang menelephone orang tua ku."
Melihat Maudy yang sampai bersujud sambil menagis, Suster merasa kasihan dengan Maudy.
" Baiklah, saya beri waktu sebentar saja yaa."
Suster mengantarkan Maudy ke ruangan.
" Silahkan Bu Maudy."
Maudy mulai mengingat kembali nomber handphone Mama nya.
__ADS_1
Maudy berharap Mama nya bisa langsung menerima panggilan telephone nya.
" Ayo Mama bantu aku."
Akhirnya nomber handphone pun tersambung.
* Hallo selamat malam, siapa yaa ini*
* Mama, ini aku Maudy tolong aku Mam*
* Maudy, kamu kenapa? kamu di siksa oleh suami mu*
* Tidak, aku di masukkan ke Rumah Sakit Jiwa*
* Astaga, kenapa kamu sampai di masukkan ke rumah sakit jiwa*
* Sudahlah Mam, besok jemput aku di sini yaa*
Maudy kembali ke ruangan nya, dia berharap orang tua nya akan datang.
" Bu Maudy, sekarang istirahat yaa."
Maudy kembali masuk ke dalam kamar nya.
Keesokan harinya.
Orang tua Maudy pun datang ke rumah sakit yang sudah di beritahu alamat nya oleh Suster.
Mereka merasa sangat kecewa sekali dengan Sebastian yang sampai memasukkan Maudy ke rumah sakit jiwa.
" Kenapa Sebastian begitu sangat jahat sekali kepada Maudy, seperti nya Sebastian sudah mempunyai wanita idaman lain."
Mama Maudy begitu sangat kecewa sekali dia terus saja berkata di sepanjang perjalanan.
__ADS_1
Sesampainya mereka berdua di sana, mereka pun diantarkan ke ruangan Maudy.
Melihat orang tua nya datang Maudy langsung menangis di hadapan nya, Orang tua Maudy tidak kuasa menahan air mata nya.
" Maudy kamu kenapa menjadi seperti ini, wajah tidak secerah dulu kamu pun sangat kurus sekali. Apakah selama ini kamu tidak bahagia bersama dengan Sebastian, dia memasukkan mu ke rumah sakit jiwa karena apa."
Maudy mulai mengarang cerita kepada orang tua nya, agar kedua orang tuanya mau mendukung rencana jahatnya.
" Aku di fitnah Bu, aku hamil anak nya tapi Sebastian itu bukan anak nya. Dia sampai membuat hasil DNA palsu, jika anak lelaki ku itu bukan anak nya. Aku despresi Bu, sampai akhirnya aku tidak bisa mengendalikan emosi ku sehingga mereka menganggap ku despresi."
Maudy menangis histeris di hadapan kedua orang tuanya.
" Aku baru saja melahirkan dia sudah akan menceraikan aku, ternyata dia sedang merencanakan pernikahan dengan wanita yang lebih muda."
Rasa marah dan emosi orang tua Maudy begitu sangat besar sekali.
" Mam, aku ingin keluar dari rumah sakit ini tolong aku Mam. Aku ingin membalas dendam kepada mereka berdua, aku sakit hati Mam."
Melihat Maudy tersiksa dengan Sebastian, Papa Maudy mencoba untuk bicara dengan pihak rumah sakit.
Mereka menginginkan Maudy untuk di rawat di rumah saja.
Maudy menangis di pelukan Mama nya, dia seperti meluapkan perasaan hatinya.
" Kamu tenang saja Maudy, Mama tidak akan pernah diam. Lihatlah saja Sebastian dan wanita itu akan lebih menderita, apalagi wanita yang sudah menggoda suami mu itu."
Maudy merasa senang karena rencana nya akhirnya bisa sesuai dengan yang dia inginkan.
" Terimakasih banyak Bu, aku sekarang merasa sangat menyesal sekali karena telah meninggalkan Samuel demi Sebastian. Dan sekarang Bianca sudah mempunyai ibu sambung, tapi aku ingin Bianca bisa bersama dengan ku."
Maudy ingin bisa mendapatkan Bianca kembali, dia juga berniat untuk membuat membunuh Felix.
Maudy begitu sangat dendam kepada Felix, dia juga berniat untuk membuat Irene despresi seperti dirinya juga.
__ADS_1