
Lollyta masih terlihat sangat emosional sekali dengan Maudy.
" Maudy tidak datang di jadwal pemotretan nya, ternyata ini jawaban nya karena ini dia tidak datang. Dan membuat kita menunda nya menjadi besok, kadang aku ingin sekali kontrak nya habis. Akan aku gantikan dengan Zivanna, biarkan Zivanna menjadi Brand Ambassador seluruh produk kosmetik ku."
Dokter Richard melihat rasa peduli yang tinggi istri nya terhadap Bianca begitu juga dengan Zivanna, tapi memang jika di lihat dari cerita nya Bianca memang sangat kasihan sekali.
"Seperti nya sekarang Maudy mulai menyadari jika dia menyesal telah meninggalkan Bianca dari sejak bayi, dan sekarang dia ingin berubah ingin bisa bersama dengan Bianca tapi cara yang memaksa."
Lollyta pun hanya minum saja dia merasa tidak merasa lapar sama sekali.
"Aku tidur duluan yaa, aku merasa sangat lelah sekali. Dan besok aku akan berhadapan langsung dengan Maudy, akan aku buat dia ketakutan dengan perkataan ku."
Lollyta pun berjalan menuju ke kamar nya sedangkan suaminya dia belum merasa ngantuk dan lebih memilih untuk menonton televisi.
__ADS_1
Zivanna memeluk Bianca yang akhirnya bisa berada bersama dengan nya di rumah nya.
"Bianca seperti keinginan kamu yang ingin sekali main ke rumah Suster dan sekarang akhirnya kamu bisa berada di sini yaa sayang."
Zivanna mematikan lampu kamar nya dan mereka berdua pun tidur bersama.
Di saat Zivanna yang merasa sangat senang bisa bersama dengan Bianca di tempat yang lain Maudy yang mendapatkan pesan dari Sesilia dan juga Lollyta dia semakin merasa sangat ketakutan sekali.
"Bagaimana ini semuanya sudah mengetahui jika Bianca hilang dan semuanya juga mencurigai ku. Aku tidak mau masuk penjara aku tidak mau, aku takut sekali."
"Maudy kamu kenapa menangis kencang seperti ini dan wajah kamu begitu sangat ketakutan sekali,? apakah kamu sudah membunuh seseorang?."
Sebastian langsung berpikir negatif terhadap istrinya karena dia mengetahui jika istri nya yang begitu sangat membenci Lollyta dan Zivanna.
__ADS_1
Maudy pun langsung memeluk erat suaminya sambil menangis dan membuat suaminya semakin yakin jika Maudy sudah melakukan hal yang sangat menyeramkan.
"Maudy apakah perkataan ku tadi benar,? kamu sudah membunuh seseorang?."
Maudy menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil menangis.
"Lalu apa yang membuat kamu menangis kencang histeris seperti ini,? jangan membuat suami mu yang baru pulang kerja ini menjadi kebingungan. Coba ceritakan apa yang sebenarnya terjadi, sehingga aku mungkin bisa mencarikan pengacara untuk melindungi kamu."
Sebastian mulai emosional terhadap Maudy.
"Aku pergi ke sekolah Bianca dan kebetulan yang menunggu Bianca itu adalah Omah nya, di saat jam pulang Omah nya sibuk dengan telephone nya dan itu menjadi kesempatan aku untuk bisa bersama dengan Bianca. Tapi ternyata ketika melihat wajah ku, Bianca langsung berlari kencang dan sampai sekarang dia belum di temukan."
Sebastian pun langsung terdiam ketika mendengar cerita istrinya, dia merasa sedikit tenang karena ternyata Maudy tidak sampai membunuh orang.
__ADS_1
"Dan secara bersamaan Lollyta dan Ibu Sesilia mereka berdua mengirimkan pesan kepada ku tentang Bianca yang di culik, Bu Sesilia di mencurigai aku dan seperti mengancam akan melaporkan aku ke polisi karena dia akan melihat Cctv depan gerbang sekolah."
Sebastian mencoba untuk menenangkan perasaan istrinya walaupun dia mengetahui jika istri itu salah.