
Sebastian memilih untuk pulang lebih cepat dia ingin bertemu dengan Bianca dan Maudy.
" Aku harus bisa menunjukkan bahwa Samuel dan Zivanna adalah orang tua terbaik untuk Bianca, bukan Maudy yang mempunyai keinginan jahat dengan memanfaatkan Bianca untuk bisa bersama dengan Samuel kembali."
Sebastian masuk ke dalam mobil nya, dia langsung menjalankan mobil nya, Sebastian harus bisa membuat Bianca merasa tidak nyaman tinggal bersama nya.
Sebastian memilih untuk membelikan bucket coklat yang akan dia berikan kepada Maudy bukan Bianca.
Di saat Sebastian dalam perjalanan menuju ke rumah nya, Maudy dan Bianca sudah menyiapkan makanan spesial untuk makan malam mereka.
Bianca dan Maudy memaksa sendiri, ini benar-benar membuat Maudy merasa sangat berbeda.
Maudy yang sebelumnya tidak pernah mau pergi ke dapur sekarang akhirnya Maudy mau memasak untuk Sebastian untuk pertama kalinya.
Sebastian pun datang dan Maudy dan Bianca masih sibuk di dapur, Sebastian mencari Maudy dia pun langsung masuk ke dapur.
" Maudy, aku membawa kan bucket coklat untuk kamu."
Maudy mengambil nya dan Maudy tidak melihat bucket untuk Bianca, Bianca masih bisa sabar.
" Sayang, aku dan Bianca untuk malam ini kita berdua yang masak untuk kamu loh sayang."
Sebastian hanya terdiam saja dia tidak tersenyum sedikit pun kepada Bianca.
__ADS_1
" Aku temani aku ke kamar yaa, aku sangat capek sekali."
Maudy merasa sangat sedih sekali ketika melihat sikap dingin Sebastian kepada Bianca.
" Sayang maafkan Mama yaa, Mama harus ke kamar dulu yaa. Kamu di dapur di temani oleh asisten rumah tangga yang pintar masak yaa."
Maudy meminta asisten pribadi untuk menemani Bianca.
" Bianca kamu melihat saja yaa, tidak usah untuk membantu yaa."
Maudy begitu sangat emosional sekali dengan Sebastian dia berjalan cepat menuju ke kamar dia ingin marah besar kepada Sebastian.
Maudy membuka pintu dan menutup pintu depan sangat kasar sekali.
" Kamu kenapa sih, jutek sekali dengan Bianca. Lalu kenapa bucket coklat ini tidak kamu berikan saja karena Bianca, jangan kepada ku."
Sebastian pun mengambil bucket coklat tersebut dan membuka jendela kamar nya, Sebastian melempar bucket coklat tersebut.
Maudy sebelum tidak pernah melihat Sebastian marah seperti ini kepada dirinya.
" Kamu sengaja mengajak Bianca ke sini agar perjalanan kita berdua untuk bisa honeymoon batal, dengan alasan Bianca."
Sebastian mengambil tiket pesawat nya dia langsung merobek kertas tersebut di hadapan Maudy.
__ADS_1
" Sebastian kamu kenapa sih,? Kenapa sikap menjadi berubah seperti ini yaa. Ada apa dengan kamu Sebastian? Apakah kamu sekarang sudah mempunyai wanita lain? Sehingga sikap mu menjadi berubah."
Sebastian tersenyum ketika mendengar perkataan Maudy yang selalu menyudutkan dirinya berselingkuh dengan wanita lain.
" Kamu selalu menuduh aku berselingkuh dengan wanita lain,? tanpa bukti nya. Baiklah Maudy jika ingin keinginan mu aku bersama dengan wanita lain, sekarang lebih baik kamu pergi dari rumah ini sekarang juga dan bawa anak mu itu."
Bianca tidak sengaja mendengar perkataan Sebastian dia berniat untuk datang menyuruh orang tua nya untuk makan.
Bianca pun langsung pergi ke kamar nya dia menangis.
" Sebastian kamu kenapa sih,? kamu menyuruh aku keluar dari rumah hanya karena kehadiran Bianca. Kamu sangat jahat sekali Sebastian, apa yang membuat kamu berubah? Oh seperti nya karena sekertaris itu yaa kamu berubah menjadi seperti ini yaa."
Plaaaakkkk
Sebastian menampar wajah Maudy sampai dia terjatuh ke lantai.
" Kesabaran ku sudah di luar batas Maudy, aku sudah sabar dengan sikap mu. Ketika aku ingin mempunyai anak, kamu menolak nya dan ketika aku ingin kebersamaan bersama kamu pun menolak nya tapi aku masih baik dengan mu."
Sebastian membukakan pintu kamar nya.
" Pergilah sekarang juga, aku akan mencari wanita yang lebih menghargai ku yang memberikan keturunan kepada ku."
Maudy hanya terdiam saja sambil menangis dan Sebastian memilih untuk pergi meninggalkan Maudy di kamar nya.
__ADS_1
Sebastian merasa sangat puas sekali ketika dia bisa meluapkan semua emosi nya kepada Maudy.
Emosi yang dia pendam bertahun-tahun selama rumah tangga nya.