
Ketika Zivanna yang sudah mengetahui semuanya sekarang giliran Bianca, Samuel merasa tidak tega untuk memberitahu Bianca yang sebenarnya terjadi.
Mereka bertiga yang sedang berada di sebuah taman tidak terlalu banyak orang tapi taman itu begitu sangat indah dan segar.
Samuel terus saja memandangi wajah Ibu nya seakan pertanda jika dia tidak berani untuk menjelaskan semuanya kepada Bianca.
Sesilia pun akhirnya memberanikan diri untuk berbicara kepada Bianca, Sesilia membawa majalah dengan wajah Maudy dan memberikan nya kepada Bianca.
Bianca langsung mengambil majalah tersebut.
"Aku pernah melihat Tante ini di Restoran waktu kita makan malam, ketika aku dan Suster Zivanna mau ke toilet."
Samuel dan Sesilia pun seketika langsung terkejut ketika mendengar nya.
"Lalu bagaimana sikap Tante ini kepada mu Bianca,?"
Samuel bertanya kepada Bianca dengan wajah yang sangat serius sekali.
"Dia lebih memperhatikan Suster Zivanna dari pada aku Pap, dia seperti melihat sinis kepada Suster Zivanna. Seperti ekpresi wajah tidak suka gitu."
Sesilia pun langsung berpikir jika Maudy menyangka jika Zivanna itu adalah kekasih Samuel atau Istri Samuel dan dari sikap nya yang seperti itu menandakan jika Maudy yang masih memiliki perasaan terhadap Samuel.
"Bianca, jika Mommy kamu itu ternyata masih hidup apa yang akan kamu lakukan kepada nya? apakah kamu akan meninggalkan Omah dan Papa pergi bersama dengan Mommy kamu ?."
Samuel menundukkan kepalanya dia benar-benar tidak mau kehilangan Bianca, dia sangat mencintai Bianca.
"Jika Mommy masih hidup, kenapa Mommy tidak jaga aku tidak rawat aku."
Sesilia pun langsung menangis ketika mendengar perkataan Bianca.
"Yasudahlah sayaaaaang, sekarang tanpa Mommy pun kamu bisa bahagia bersama dengan Omah dan Papa yaa."
Bianca menghapus air mata Omah nya.
__ADS_1
"Dan juga ada Suster Zivanna yang baik hati, aku merasa sangat senang sekali ketika aku yang bisa bertemu dengan Suster Zivanna."
Sesilia pun langsung memandangi wajah Samuel jika anak nya yang merasa nyaman dengan kehadiran Suster Zivanna.
"Suster Zivanna yang baik dan cantik, dia yang akan selalu ada untuk kamu sayang."
Sesilia merasa tidak perlu mengatakan jika Maudy Larissa adalah Mommy nya yang masih hidup, karena Bianca yang sudah pintar dia yang pasti akan banyak memberikan pertanyaan kepada Maudy.
Sesilia menarik tangan Samuel dia pun langsung bicara pelan kepada Samuel.
"Kita tidak perlu menghawatirkan jika Maudy sampai bertemu dengan Bianca, karena Bianca anak yang pintar dia pasti akan banyak memberikan banyak pertanyaan kepada Maudy sekarang lebih baik kita pulang saja."
Samuel mengajak pulang Bianca dan Bianca pun mengikuti apa yang di katakan oleh Papa nya.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan Bianca meminta Papa nya untuk menelephone Suster Zivanna.
"Papa aku ingin menelephone Suster Zivanna, apakah dia sudah berada di rumah atau masih bersama dengan Ibu nya."
Zivanna yang masih bersama dengan Ibu nya dia mendengar suara dering handphone nya, Zivanna mengeluarkan handphone dan dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat siap yang menelephone nya.
"Pak Samuel Mahendra."
Zivanna pun dengan cepat menjawab panggilan telephone tersebut.
*Hallo Pak Samuel*
*Hallo Suster Zivanna*
*Bianca sayang, ada apa Nak*
*Suster masih di mana,? Suster Zivanna sudah pulang kah?*
*Suster Zivanna masih bersama dengan Ibu, mungkin sebentar lagi pulang sayaaaaang*
__ADS_1
*Oh begitu yaa, aku sudah selesai bermain ke tanam nya dan sekarang aku menuju pulau Suster*
*Begitu yaa sayang, hati-hati yaa tunggu Suster pulang yaa*
*Baiklah Suster*
Bianca yang mengakhiri panggilan telephone nya.
Lollyta melihat wajah Zivanna yang tersenyum manis ketika mendapatkan telephone tersebut.
"Kamu sangat akrab sekali dengan anak perempuan itu,? kamu terlihat dewasa sekali sekarang. Banyak perubahan yang kamu tunjukkan sekarang, kamu menjadi Suster yang baik hati."
Zivanna pun langsung tersenyum ketika mendengar perkataan Ibu nya.
"Apa yang ada di pikiran wanita itu yaa, ketika dia mempunyai anak perempuan yang cantik pintar seperti Bianca. Adakah penyesalan di hati kecil nya,? seperti tidak ada dan benci dia."
Zivanna seketika saja dia langsung membenci Maudy.
"Itu adalah pikiran hidup nya, dia yang akan yang ingin bahagia tanpa ada anak di sisi nya dan sekarang ketika anak nya sudah besar apakah dia akan mengambil anak nya kembali. Kita lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya."
Zivanna pun melihat jam di handphone nya.
"Seperti aku harus pulang, kasihan Bianca sendirian di rumah."
Zivanna berpamitan dengan Ibu nya.
"Hati-hati yaa sayang, selalu menjadi anak yang rendah hati yaa."
Zivanna mencium tangan Ibu nya dan dia langsung pergi untuk menunggu taksi kembali.
Zivanna mulai merasa kepanasan dia sampai menutup wajahnya dengan masker yang bisa melindungi wajah nya karena terik matahari yang cukup panas sekali.
Sampai akhirnya ada juga taksi dan Zivanna langsung masuk ke dalam taksi untuk menuju ke rumah Samuel Mahendra.
__ADS_1