I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 386


__ADS_3

Bianca memikirkan Mama nya, dia ingat jika Mama nya sedang sakit dan di rawat di Rumah Sakit yang sama.


" Omah, aku ingin bertemu dengan Mama."


Sesilia seketika terkejut sekali ketika mendengar perkataan Bianca.


" Bianca, kondisi mu masih lemah nanti saja yaa kamu jika ingin melihat Mama."


Bianca kelihatan sangat sedih sekali dia ingin bertemu dengan Mama nya.


Sesilia merasa sangat kebingungan sekali dia tidak tahu harus beralasan apalagi.


" Bianca jangan sedih ya sayang, besok kita lihat Mama yaa sekarang Biang istirahat yaa."


Bianca kelihatan sangat senang ketika dia mendengar perkataan Omah nya.


Tidak lama kemudian Samuel datang untuk melihat kondisi Bianca.


" Bianca kenapa bisa seperti sih sayang."


Samuel menghampiri Bianca dia mencium kening Bianca.

__ADS_1


Bianca menangis di hadapan Papa nya.


" Papa, aku merasa kasihan dengan adik lelaki ku. Dia harus pisah dengan Mama, bagaimana jika Papa membawa adik lelaki ku ke rumah saja."


Samuel melirikan mata nya kepada Mama, Samuel merasa ini akan menambah masalah baru untuk kehidupan rumah tangga nya dengan Zivanna.


" Bianca, Christian masih mempunyai Papa. Papa Sebastian di rumah nya menyediakan Suster untuk merawat nya, walaupun Mama sekarang sedang berada di Rumah Sakit semuanya tetap aman."


Ekpresi wajah Bianca seketika langsung berubah.


" Papa ini tidak punya perasaan, apa karena Adik Christian itu bukan anak Papa tapi dia tetap adik lelaki ku."


Bianca menangis histeris dan membuat Samuel sampah menghela nafas panjang nya.


Samuel memilih untuk pergi dari ruangan Bianca, dia tidak mau sampai emosional terhadap Bianca.


Sesilia menghampiri Bianca dia mencoba untuk bicara dengan Bianca.


" Omah mengerti kamu kasihan dengan adik lelaki mu itu, tapi Bianca Mama mu mempunyai suami adik lelaki mu itu tanggung jawab Papa nya."


Bianca masih tidak bisa menerima perkataan Papa dan Omah nya.

__ADS_1


" Jika kamu tetep seperti, lebih baik kamu hanya tinggal bersama dengan Omah saja. Papa dan Mommy mu, biarkan mereka membeli rumah untuk mereka tinggal jika kamu selalu membuat masalah."


Bianca seketika dia langsung terdiam ketika mendengar perkataan Omah nya.


Bianca pun memilih untuk memejamkan mata nya, dia memilih istirahat.


Samuel keluar dari ruangan Bianca, dia secara diam-diam melihat kondisi Maudy.


Samuel bertanya kondisi Maudy kepada Suster, tapi ternyata mulai besok Maudy sudah di bawa ke Rumah Sakit Jiwa.


Samuel seketika merasa sedih tapi ini untuk kebaikan Maudy, Samuel memikirkan bagaimana dengan anak nya Maudy karena belum tahu kapan Maudy bisa sehat kembali.


Samuel tidak melihat keberadaan Sebastian, dia tidak berani masuk ke dalam.


Samuel hanya melihat dari luar kaca pintu.


" Maudy kenapa kamu harus seperti ini, apakah ini karena karma atas perbuatan kamu kenapa ku dan Bianca di masa lalu."


Samuel memilih untuk pergi dia tidak tega melihat kondisi Maudy.


Samuel memilih untuk pergi membeli buah-buahan untuk Bianca, dia ingin Bianca cepat sembuh.

__ADS_1


" Bianca tidak boleh mengetahui jika Mama nya harus di bawa ke Rumah Sakit Jiwa, Bianca pasti merasa sangat sedih mendengar nya."


Samuel masuk ke dalam mobil nya dia pergi dari rumah sakit.


__ADS_2