
Bianca terbangun dari tidurnya dia pun langsung berjalan menuju ke meja makan, Suster Zivanna yang melihat sudah pada kumpul di meja makan dia pun membuka lebar pintu kamar karena dia yang merasa sangat lapar sekali.
Suster Zivanna menundukkan kepalanya karena dia merasa malu sudah di gendong oleh Samuel.
Suster Zivanna duduk di samping Bianca dan Bianca tersenyum manis kepada Suster Zivanna.
"Aku pikir Suster Zi, tidur di sebelah ku tapi ternyata Suster Zi keluar dari kamar."
Suster Zivanna tidak tahu dia harus menjawab apa dia merasa sangat malu sekali untuk menjawab nya.
"Suster Zivanna dia memang tidur di sebelah mu sayang tapi Papa Sam dia memindahkan Suster Zivanna ke kamar karena kasihan tidur di lantai."
Bianca langsung menatap wajah Papa yang kelihatan sangat malu-malu sekali.
Suster Zivanna pun juga tidak berani menatap wajah Bianca.
"Yasudah sekarang kita makan yang banyak yaa, nanti ada yang mau Omah bicarakan dengan kalian berdua."
__ADS_1
Suster Zivanna mengetahui apa yang akan di katakan sedang Bianca dia tidak mengetahui nya.
Suster Zivanna dan Bianca terlihat sangat lahap sekali makan nya, dan Sesilia merasa sangat bahagia sekali karena Suster Zivanna yang sedang sabar makan sambil menyuapi Bianca.
Akhirnya mereka sudah selesai makan dan Sesilia pun langsung memberitahukan apa tentang acara tersebut.
"Besok kita di undang untuk datang ke acara peresmian toko kosmetik baru seseorang wanita yang sangat terkenal sekali, dia mengundang kita sekeluarga untuk datang ke acara tersebut jam satu siang di saat Bianca libur sekolah."
Suster Zivanna lagi memandangi wajah Bianca yang terlihat biasa saja padahal dia hari besok dia akan bertemu dengan Ibu kandungnya nya.
"Mungkin akan ada surprise untuk kamu Bianca sayang, sesuatu hal yang tidak pernah kamu pikirkan selama ini."
"Omah akan libur ke kantor besok kita akan pergi untuk membeli baju untuk ke acara besar itu yaa, terutama kamu Suster Zivanna harus terlihat cantik di sana."
Sesilia ingin membuat Maudy merasa tidak percaya diri untuk bisa kembali bersama dengan Samuel karena ada sosok wanita muda yang cantik di samping nya.
"Tidak harus berlebih-lebihan juga Mam, make up sederhana saja karena Suster Zivanna dia sudah cantik."
__ADS_1
Perkataan Samuel membuat orang-orang yang ada di sekitar nya terkejut dan Suster Zivanna tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya di sebut cantik oleh CEO yang di cintai.
Karena merasa malu Samuel pun memilih untuk pergi dari tempat makan tersebut dia berjalan menuju ke luar rumah.
Terlihat sangat jelas sekali wajah Samuel yang memerah karena menahan rasa malunya.
"Wah, Papa bilang cantik ke Suster Zivanna seperti nya Papa menyukai Suster Zivanna."
Suster Zivanna menutup rapat mulut Bianca dengan tangan nya.
"Jangan bicara seperti itu sayaaaaang, nanti Papa semakin marah sama kamu."
Suster Zivanna melepaskan tangan nya yang menutup mulut Bianca.
"Baiklah Suster Zivanna, aku tidak akan berbicara seperti itu lagi."
Suster Zivanna pun memeluk erat Bianca dan Sesilia mencoba untuk mendekati Samuel yang berada di luar rumah.
__ADS_1
Suster Zivanna dan Bianca yang baru bangun tidur mereka tidak mungkin bisa tidur cepat malam ini.