
Zivanna dan Samuel menuju ke perjalanan menuju ke alamat yang di berikan oleh Suster Diana.
" Bagaimana ini kenapa Bianca bisa sampai pergi dari rumah Maudy dan bertemu dengan wanita yang sudah kehilangan anak perempuan nya, Bianca dia anggap anak perempuan yang sudah meninggal dunia."
Zivanna terus saja memikirkan Bianca.
" Aku pun merasa sangat sedih kenapa Bianca harus kabur dari rumah Maudy, seperti nya memang terjadi sesuatu dengan Maudy."
Ketika mobil Samuel sampai di depan gerbang rumah tersebut, mobil hitam keluar dari gerbang rumah besar.
Samuel keluar dari mobil nya, begitu juga dengan Zivanna.
" Ini sesuai dengan alamat yang di berikan, semoga saja Bianca baik-baik saja."
Samuel menghampiri satpam dia bicara dengan satpam agar bisa masuk ke dalam, Zivanna berjalan mendekati gerbang dan ternyata Suster Dian melihat kedatangan Zivanna.
" Seperti itu orang tua Bianca, aku harus segera menghampiri mereka."
Suster Diana berlari menghampiri Zivanna.
" Selamat siang apakah ibu ini orang tua Bianca,? Yang tadi telephone dengan saya?."
__ADS_1
Zivanna menganggukkan kepalanya dia mencari keberadaan Bianca.
" Iya saya mommy nya Bianca, sekarang di mana yaa Bianca nya."
Samuel yang sudah di berikan ijin oleh satpam dia langsung menghampiri Zivanna.
" Bianca di bawa oleh Ibu Melinda pergi untuk membeli mainan, mereka berdua baru saja pergi dengan menggunakan mobil berwarna hitam."
Samuel mengingat mobil hitam yang keluar dari gerbang ketika mobil nya baru sampai.
" Bagaimana jika ibu dan bapak menunggu di dalam rumah saja, untuk menunggu Bianca pulang."
Samuel memandangi wajah Zivanna.
Zivanna seperti tidak mau membuang-buang waktu percuma.
" Tapi Bu seperti tidak semudah itu untuk membawa Bianca ketika dia sedang bersama dengan Bu Melinda, karena Bu Melinda depresi dia pasti tidak akan memberikan Bianca karena menurut nya Bianca itu adalah Belinda."
Wajah Samuel kelihatan sangat panik sekali.
" Ahhh, Bianca kenapa kamu seperti ini."
__ADS_1
Zivanna mencoba untuk menenangkan perasaan suaminya.
" Sudahlah semoga saja Bianca baik-baik saja, bagaimana jika kita masuk ke dalam rumah nya saja sambil sedikit mengobrol dengan tentang Belinda."
Mereka pun masuk ke dalam rumah, Zivanna melihat rumah yang lebih besar dari rumah nya.
Ketika masuk ke dalam rumah photo Belinda terpasang di mana-mana, wajah Belinda yang sekilas mirip dengan Bianca.
" Warna kulit nya putih seperti Bianca, hidung mancung dan mata yang sipit juga mirip dengan Bianca."
Zivanna dan Samuel duduk tapi pandangan mata mereka tertuju pada photo-photo Belinda.
" Kepergian Belinda membuat Ibu Melinda merasa sangat kehilangan sekali, dia selalu saja menagis dan menganggap jika Belinda itu selalu ada di rumah ini."
Zivanna yang sudah menjadi seorang ibu dia merasakan apa yang di rasakan oleh Melinda, kehilangan anak yang di cintai.
Perbedaan sikap Bianca kepada nya pun membuat Zivanna merasa sangat sakit sekali.
" Semoga saja Ibu Melinda mau melepaskan Bianca kembali bersama kami, karena walaupun saya hanya ibu sambung nya tapi saya sangat peduli terhadap Bianca."
Samuel memegang tangan Zivanna dia mencoba untuk menguatkan Zivanna.
__ADS_1
" Iya Bu saya juga berharap seperti itu, karena saya melihat Bianca merasa tidak nyaman bersama dengan Ibu Melinda."
Zivanna dan Samuel hanya bisa berharap ibu Melinda bisa luluh hatinya.