
Zivanna tidak mau memikirkan permasalahan nya di meja makan bersama dengan Bianca, Zivanna yang sudah mulai tidak bisa menahan emosi nya.
" Apakah yang aku lakukan tadi kepada Bianca sangat keterlaluan sekali yaa, hmmm tapi aku juga merasa sangat kesal sekali jika Bianca terus saja seperti itu kepada ku."
Zivanna sampai di depan kantor dia melihat sudah banyak orang di depan kantor nya.
" Wahhh, apakah kedatangan ku telat yaa. Padahal aku yang menjadi Brand Ambassador yang baru loh, seharusnya aku datang lebih awal."
Walaupun sudah mencoba untuk datang lebih awal tapi kenyataan Zivanna masih saja telat.
Zivanna turun dari mobil nya dan dia pun tersenyum manis pada setiap camera yang fokus kepada nya.
Zivanna melihat Ayah dan Ibu nya yang sudah ada menunggu kehidupan nya.
" Zivanna kamu datang sendirian,? kamu tidak bersama dengan suami mu ?."
Zivanna seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan Ibu nya.
" Seharusnya kamu dan Samuel ada di sini juga, tapi jika Samuel yang sibuk bekerja yasudah tidak apa-apa kamu saja yaa."
Zivanna tersenyum tipis karena dia yang tidak tahu bahkan tidak memberitahu suaminya.
Karena Zivanna yang sudah datang Lollyta pun langsung pada inti acara nya.
" Selimut siang semuanya, Saya Lollyta Putri. Saya ingin memperkenalkan Brand di terbaru untuk produk skincare saya. Dia adalah putri saya sendiri, Zivanna Lollyta Lenoel."
Zivanna pun tersenyum manis sambil melambaikan tangan nya.
" Untuk Ibu Maudy Larissa, dia memutuskan kontrak dengan saya jadi tidak usah di bahas lagi yaa."
Zivanna dan Lollyta pun kelihatan sangat senang sekali.
"Ternyata banyak yaa Buu, yang mau memberikan kepercayaan kepada aku untuk menjadi Brand Ambassador produk kecantikan ibu."
Lollyta memeluk erat tubuh Zivanna.
" Ibu melakukan ini semua karena ibu sangat sayang kamu, dan ibu yakin sekali jika produk skincare ibu akan laku keras jika kamu yang menjadi Brand Ambassador nya."
Zivanna berjanji kepada ibu nya, dia akan berubah untuk memberikan yang terbaik untuk ibu nya.
Zivanna masuk ke dalam ruangan Ibu nya dan Ayah nya pun mengikuti nya, di saat Ibu nya yang sedang sibuk dengan para wartawan Zivanna memilih untuk pergi saja menyerahkan semuanya kepada ibu nya.
" Zivanna bagaimana dengan rumah tangga mu,? awal-awal menikah pasti sangat indah sekali."
Zivanna tersenyum manis ketika mendengar pertanyaan Ayah nya.
" Apakah kamu sudah melakukan program kehamilan,? agar kamu bisa segera hamil?."
Zivanna semakin merasa nungguan dengan pertanyaan dari Ayah nya.
" Hmmmmm, rumah tangga ku penuh dengan warna. Untuk program kehamilan aku belum memikirkan nya Ayah biarkan saja semua terjadi jika Tuhan sudah memberikan aku kepercayaan."
Dokter Richard seperti tidak melihat kebahagiaan di wajah Zivanna.
__ADS_1
" Apakah kamu tidak bahagia Zivanna,? Ayah bisa melihat nya. Kamu seperti mengambil beban permasalahan, ceritakan kepada Ayah Nak jangan di tutupi seperti ini."
Zivanna menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
" Tidak ada beban Ayah, aku merasa sangat senang sekali menjalani kehidupan baru ku ini."
Lollyta masuk ke dalam ruangan dia melihat Zivanna dan suami nya seperti sedang membicarakan hal yang serius.
" Kenapa kalian berdua diam ketika ibu masuk ke dalam ruangan,? apakah kalian berdua sedang membicarakan sesuatu yang tidak bisa memberitahu kepada ibu."
Zivanna memeluk erat tubuh Ibu nya.
" Aku sayang ibu, ibu yang baik dan sabar kepada ku."
Pelukan erat Zivanna membuat Lollyta terdiam dan Ayah nya pun menghampiri mereka berdua.
" Zivanna jika kamu merasa tidak bahagia bicaralah tidak usah di sembunyikan, Ayah tidak mau kamu terpaksa menjalani hubungan tapi kenyataannya kamu tidak bahagia."
Dokter Richard keluar dari ruangan Lollyta karena dia yang harus segera kembali ke Rumah Sakit.
Pelukan Zivanna semakin erat sekali sehingga membuat Lollyta merasa sangat menghawatirkan Zivanna.
" Kamu baik-baik saja kan,? kamu tidak membohongi Ibu dan Ayah. Pernikahan mu dengan Samuel dalam kondisi baik, tidak ada masalah?."
Zivanna menganggukkan kepalanya sambil masih memeluk erat tubuh Ibunya.
" Aku baik-baik saja Buu, aku tidak mau sampai harus mempunyai masalah dengan pernikahan ku ini."
Zivanna melihat tempat kerjanya Maudy, dia masuk ke dalam.
" Wahhhh ruangan yang sangat indah sekali yaa, tapi kenapa hanya ada fotonya saja yaa tidak ada foto keluarga apalagi foto Bianca."
Zivanna melihat ke seluruh ruangan.
" Ini akan menjadi ruangan mu Zivanna, kita akan Menganti semuanya mulai dari cet dan mungkin isi dari ruangan ini."
Zivanna membuka jendela dia lebih ingin udara segar yang masuk ke ruangan nya.
" Zivanna apakah Maudy menggangu mu,? setelah dia yang tidak menjadi Brand Ambassador lagi."
Zivanna menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
" Maudy tidak akan pernah menganggu ku karena sekolah dia sangat bahagia sekali bisa bersama dengan Bianca."
Lollyta begitu sangat terkejut sekali ketika dia mendengar perkataan Zivanna.
" Zivanna maksud mu apa,? jadi sekarang Bianca tidak tinggal dengan kalian berdua? Maudy tinggal bersama dengan Bianca."
Zivanna baru menyadari dia yang keceplosan ngomong kepada ibunya, tapi semua sudah terlanjur.
Zivanna pun akhirnya mengatakan semuanya kepada Ibu nya.
" Maudy tidak membawa Bianca, tapi sekarang Bianca dekat dengan Maudy. Dan setelah aku honeymoon bersama dengan Papa nya, sikap Bianca berubah total dia tidak lagi menyapa ku seperti dulu."
__ADS_1
Apa yang di takutkan Lollyta pun ternyata terjadi juga pada Zivanna.
" Bianca seperti cemburu ketika melihat aku bersama dengan Papa nya, dia seperti tidak suka dan selalu menyindir ku."
Lollyta menghampiri Zivanna dia memegang tangan Zivanna.
" Sabar ya Nak, mungkin memang Bianca masih belum bisa menerima kenyataan yang ada. Mungkin Bianca yang lebih menginginkan kalian bertiga bukan berdua, kamu yang harus sabar yaa ini adalah salah satu godaan menjadi ibu sambung."
Zivanna menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" Aku akan selalu sabar Buu, karena menikah dengan lelaki yang sudah mempunyai anak itu adalah pilihan ku. Yaa walaupun aku yang masih tidak sabar selalu emosional jika melihat Bianca seperti itu, aku sangat capek sekali."
Ketika sedang mengobrol ada salah satu pegawai yang masuk ke dalam ruangan Zivanna.
" Nona Zivanna mohon untuk mempersiapkan diri karena sebentar lagi kita akan segera melakukan pemotretan, Nona Zivanna akan menjadi model shampo untuk rambut panjang yang terawat."
Zivanna dan Lollyta pun langsung pee ke luar ruangan nya, Lollyta tidak mau jauh dari Zivanna karena dia ingin Zivanna melalui yang terbaik.
Zivanna pun pergi ke ruang make up agar penampilan lebih istimewa, Lollyta mencarikan pakaian untuk Zivanna.
" Ibu tidak membiarkan mu memakai pakaian Seksi yaa, karena kamu yang sudah mempunyai suami dan juga anak."
Zivanna pun melirikan mata sinis nya kepada ibunya.
" Apakah ibu akan memilihkan kan aku pakaian panjang, ohhh ibu ku aku sangat kepanasan sekali ibu."
Lollyta memilihkan gaun pink untuk Zivanna.
" Pakailah gaun pink fanta ini kamu pasti akan sangat cantik sekali Zivanna."
Setelah selesai di catok rambut nya, Zivanna pun langsung memakai gaun pemilihan ibu nya
Zivanna langsung pergi ke luar ruangan untuk melakukan pemotretan.
Zivanna kelihatan sangat cantik sekali dia seperti boneka Barbie.
" Apakah kamu sudah siap Nona Zivanna,?"
Tanya salah satu fotografer profesional kepada Zivanna.
" Aku sudah siap dan sangat siap sekali."
Zivanna yang selalu di dampingi oleh Lollyta dia melirikan mata nya kepada ibu nya.
" Kamu sangat cantik sekali Zivanna, kamu lebih cantik dari Brand Ambassador sebelum nya."
Zivanna tersenyum puas ketika mendengar perkataan ibu nya.
" Aku harus lebih cantik dari dia, karena dia adalah musuh ku sampai sekarang. Aku akan membuktikan jika aku lebih baik dari nya, walaupun aku bukan model profesional."
Pemotretan pun di mulai Zivanna mengikuti arahan fotografer nya.
__ADS_1