I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 359


__ADS_3

Orang tua Irene pun langsung pergi ke Rumah Sakit Permata, mereka merasa sangat bersalah sekali dengan Irene.


Rasa bersalah mereka berdua terus saja memandangi mata mereka.


" Ayah, lalu bagaimana dengan kehidupan Irene sehari-harinya selama sembilan ini. Apalagi dia yang sedang hamil butuh nutrisi yang dibutuhkan untuk kehamilan, Irene maafkan ibu nak."


Irene mulai mulai merasakan mules kontraksi kembali, dia mengelus perut besar nya.


" Ahhhh, sakit sekali."


Irene mencoba untuk menenangkan diri nya, dia berpikir ini sama seperti sebelum nya mules yang hilang timbul tapi ternyata hilang timbul yang semakin meningkat.


Irene mencoba untuk menekan tombol bell sehingga Suster datang, dan langsung memeriksa kondisi Irene.


Zivanna yang sedang bersama dengan Ayah nya, dia melihat Suster yang menangani Irene kelihatan sangat panik sekali.


" Ayah, seperti nya Ireng akan Mekah anak nya."


Dokter Richard memegang tangan Zivanna.


" Untuk apa kamu pergi ke sana, itu sudah buka lagi urusan mu. Biarkan Sud ada yang tanggung jawab, kamu tidak usah ikut panik ingat kamu sekarang sedih hamil."


Zivanna tidak sadar dia pun kembali duduk bersama dengan Ayah nya.


" Maafkan aku Ayah, aku jadi ikutan panik."


Zivanna mengeluarkan handphone nya dia mengirimkan pesan kepada Felix.


" Datanglah ke Rumah Sakit Permata, Irene mau melahirkan anak pertama mu*


Zivanna sudah tidak lagi basa basi terhadap Feiix, dia sampai benci sekali dengan Felix.


" Seharusnya Felix datang dan melihat perjuangan antara hidup dan mati Irene melahirkan anak pertama nya, sudah ku duga Felix yang banyak uang dia juga banyak wanita."


Dokter Richard terdiam mendengar perkataan Zivanna, dia tidak bisa lagi membela Felix di hadapan Zivanna.


Zivanna ingin sekali bisa melihat kondisi Irene, dia merasa sangat kasihan sekali melihat Irene sendirian.


Ketika Zivanna mulai mendekati ruangan Irene, dia melihat Sebastian datang.


" Bastian, untuk apa dia berada di sini yaa.'


Sebastian menghampiri Zivanna.

__ADS_1


" Zivanna, aku ingin melihat wanita mana yang sedang hamil anak Felix tapi tidak mendapatkan rasa tanggung jawab."


Zivanna merasa sangat terkejut sekali ketika Sebastian yang mengetahui semuanya.


" Irene, dia sedang mengalami kontraksi seperti nya akan melahirkan sekarang."


Dokter keluar dia menghampiri Zivanna dan Sebastian.


" Nona Zivanna, apakah ada keluarga atau suaminya di sini. Seperti nya Irene butuh seorang untuk mendampingi nya, sekarang Irene sudah pembukaan delapan."


Zivanna merasa bingung karena Ayah nya yang sudah menghubungi nomer keluarga tapi Zivanna tidak tahu apakah mereka akan datang atau tidak.


" Saya akan mendampingi Irene, saya adalah suaminya."


Sebastian masuk ke ruangan persalinan dia menggunakan masker wajah, dan siap untuk memegang tangan Irene.


Zivanna yang melihat ini semua dia merasa tidak menyangka jika Sebastian yang tidak mengenal Irene dia mau masuk ke ruangan persatuan.


" Apa kabar jika nyonya Maudy mengetahui ini semua, dia pasti akan marah besar kepada Sebastian apalagi Maudy juga yang sedang hamil besar."


Sebastian masuk ke dalam ruangan persalinan, pandangan mata Irene tertuju pada lelaki yang ada di samping nya.


" Ibu Irene, semangat yaa sudah ada suaminya yang mendampingi."


Tapi karena sudah sangat mules sekali, Irene memegang erat tangan lelaki tersebut.


Sebastian menjadi saksi perjuangan Irene melahirkan anak pertama nya, saat tangisan anak pertama nya lahir.


Irene meneteskan air mata nya, dia tidak menyangka jika dia sudah menjadi seorang ibu.


Bayi tersebut di mandikan dan Sebastian membuka masker nya, ternyata seorang lelaki tampan yang sudah berumur.


" Aku akan menceritakan semuanya kepada mu nanti, sekarang aku ucapkan selamat atas kelahiran anak pertama lelaki mu yaa."


Sebastian memilih untuk pergi dari ruangan tersebut, Irene aku selalu mengingat wajah lelaki yang sudah ada di samping nya itu.


Ketika semuanya sudah selesai, Irene mengendong bayi lelaki nya.


Zivanna pun akhirnya bisa masuk ke dalam ruangan.


" Selamat yaa Irene, kamu sekarang sudah menjadi seorang ibu. Maafkan ibu ku yang mungkin tidak bisa langsung datang ke sini, karena dia sibuk di kantor."


Zivanna menghampiri Irene semakin dekat.

__ADS_1


" Zivanna, siapa lelaki tampan yang mau mendampingi ku di saat melahirkan. Aku tidak tahu nama nya, tapi aku akan selalu mengingat wajah nya."


Zivanna pun tersenyum tipis kepada Irene, karena jika di ceritakan Irene masih merasa tidak percaya.


" Dia bernama Sebastian Gunawan, dia adalah suami dari many istri suamiku. Isterinya sekarang sedang hamil, tapi seperti tidak mempunyai perasaan bahagia terhadap kehamilan istrinya."


Irene pun langsung berpikir jika Sebastian memiliki permasalahan dengan istrinya.


Ketika Irene sedang fokus memandangi wajah tampan putra nya, tiba-tiba sesuatu yang mengejutkan datang.


Orang tua Irene datang untuk melihat cucu dari mereka, Irene merasa sangat terkejut sekali ketika dia bisa melihat orang tua nya.


" Irene sayangku, maafkan ayah dan ibu."


Orang tua Irene menghampiri Irene sambil menangis, Zivanna memilih untuk pergi meninggalkan ruangan Irene.


Dia ingin membiarkan orang tua Irene bersama dengan cucu pertama mereka.


Irene seketika langsung terdiam ketika orang tua nya meminta maaf.


" Kenapa kamu tidak pulang, setiap bulan Ayah mu mengirimkan uang ke ATM mu tapi kamu tidak membawa ATM tersebut. Lalu bagaimana kamu bisa hidup Nak, dengan kondisi tidak bekerja dan juga hamil siapa yang memberikan mu makan dan fasilitas rumah."


Irene menangis sambil mengendong anak nya.


" Untuk apa Ayah dan Ibu datang, bukan kah kalian berdua malu dengan ku. Aku yang lebih memilih untuk mempertahankan kehamilan ku, akan berdampak negatif terhadap karir kalian berdua. Sekarang tinggal aku dengan anak ku, anggap saja aku sudah bukan anak kalian berdua."


Rasa sakit hati Irene masih membekas ketika kedua orang tuanya memilih Irene untuk menggugurkan kandungan nya.


" Maafkan kita berdua sayang, maafkan sekarang kita kembali ke rumah yaa."


Irene menggelengkan kepalanya berkali-kali.


" Aku tidak mau kembali ke rumah, aku ingin tetap bersama dengan anak di rumah yang kita tinggali selama aku hamil anak pertama ku ini."


Karena merasa terganggu dengan kehadiran orang tua nya, Irene menyuruh orang tua nya untuk pergi dari ruangan nya.


Orang tua Irene pun dengan terpaksa keluar dari ruangan, karena Irene yang sampai berteriak-teriak kencang.


Melihat orang tua Irene keluar dari ruangan Irene, Dokter Richard memilih untuk pergi karena dia mau mendengar pembahasan tentang Felix.


Dokter Richard yang merasa sangat marah ketika dia berencana ingin mendekatkan kembali Felix dengan Zivanna tapi lagi-lagi Felix selalu membuat permasalahan yang besar.


Permasalahan Felix sekarang sangat fatal dia yang sampai menghamili wanita tanpa ada sedikit pun rasa tanggung jawab.

__ADS_1


Dokter Richard menghapus nomber handphone Felix, dia seperti tidak mau lagi berurusan dengan Felix.


__ADS_2