
Zivanna terbangun dari tidurnya dia langsung melihat handphone nya dan ternyata tidak ada panggilan telephone masuk atau pesan masuk dari Samuel.
" Hmmmm, seperti nya memang tidak datang ke sini dan aku merasa sangat lelah sekali sehingga tidur ku begitu sangat nyenyak sekali."
Zivanna langsung mandi dan bersiap-siap dia yang akan melamar pekerjaan ke Rumah Sakit yang dekat Apartemen nya.
Zivanna berharap dia bisa segera berkerja karena dia yang hanya mengandalkan uang tabungan bisa habis.
Zivanna selesai mandi dia pun langsung bersiap-siap untuk berangkat.
" Semoga ini adalah hari pertama ku untuk bisa bekerja, aku berharap besar aku bisa bekerja di rumah sakit tersebut."
Zivanna keluar dari kamar nya, dia melihat ada wanita seksi dan cantik yang masuk ke kamar Apartemen berdekatan nya.
Wanita tersebut memperhatikan Zivanna, tapi Zivanna berjalan cepat mengabaikan wanita tersebut.
" Dia yang menjadi model iklan shampoo produk Dokter Lollyta Skincare kan yaa, astaga cantik sekali yaa. Bapak nya Dokter Specialis Anak dan Ibu nya Dokter Kecantikan anak seperti bidadari."
Wanita tersebut masuk ke dalam Apartemen milik Felix, dia membersihkan Apartemen tersebut jika Felix yang akan berkencan dengan wanita bayaran nya.
Felix membayar wanita tersebut dia benar-benar sangat kaya raya sekali.
Zivanna masuk ke dalam mobil walaupun jarak nya yang tidak terlalu jauh dari Apartemen nya.
" Jika sampai aku tidak di terima yasudahlah, aku langsung pergi ke sekolah Bianca saja."
Zivanna yang awalnya optimis ketika dia masuk ke dalam Rumah Sakit tersebut dia merasa pesimis untuk bisa keterima bekerja.
Zivanna mencoba untuk menyimpan lamaran nya dan ternyata ada salah satu Dokter yang mengenali Zivanna.
" Bukan itu adalah Zivanna yaa, anak dari Dokter Richard dan Dokter Lollyta. Dia seperti sedang memegang lamaran pekerjaan, lebih baik aku tanyakan pada Dokter Richard saja."
Dokter tersebut pun langsung menghubungi Dokter Richard.
* Hallo Dokter Richard, Saya Dokter Pearlyta Hasna. Dokter Spesialis Kandungan di Rumah Sakit Harapan, saya melihat nona Zivanna ada di Rumah Sakit ini*
* Zivanna ada di rumah sakit harapan, apakah dia sedang sakit?*
* Tidak Dokter, Zivanna baik-baik saja dia seperti nya ingin melamar pekerjaan di sini*
* Astaga Zivanna, dia kabur dari rumah dan sekarang dia sampai harus mencari pekerjaan*
__ADS_1
* Lalu bagaimana sekarang Dokter Richard*
* Dokter Pearlyta Hasna, saya mohon pekerjaan Zivanna jika memang sedang membutuhkan dia bisa di bilang Suster terbaik tapi jangan dia mengetahui jika saya yang meminta seperti ini kepada Dokter Pearlyta Hasna*
* Baiklah, Dokter Richard di rumah Sakit ini memang sedang membutuhkan perawat. Sekarang saya akan menghampiri Zivanna yaa, kalau begitu maaf sudah menganggu waktu bertugas nya*
* Tidak apa-apa Dokter Pearlyta Hasna*
Dokter Pearlyta Hasna pun menghampiri Zivanna dan dia mengambil berkas lamaran milik nya.
" Besok kamu bisa langsung bekerja yaa, saya ambil berkas lamaran ini karena di sini memang membutuhkan perawat."
Zivanna merasa sangat aneh sekali kenapa semudah itu dia bisa langsung bekerja di Rumah Sakit.
" Terimakasih banyak Dokter."
Zivanna pun langsung meninggalkan Rumah Sakit tersebut, dia berjalan seakan tidak percaya.
" Rumah Sakit Harapan ini sangat besar sekali yaa, dan aku langsung masuk yaa."
Zivanna berjalan sambil memikirkan nya tiba-tiba ada Suster yang menghampiri Zivanna.
" Tadi adalah Dokter Pearlyta Hasna, Dokter Specialis Kandungan dia juga yang memiliki Rumah Sakit Harapan ini. Seperti kamu memang sangat beruntung sekali, semoga besok kita bisa berteman yaa."
" Ini adalah sebuah keberuntungan untuk ku, seketika aku berpikir jika aku bisa masuk karena Ayah tapi ternyata seperti nya tidak."
Zivanna masuk ke dalam mobil nya, seperti keinginan nya Zivanna ingin menjemput Bianca di sekolah dia ingin mengajak Bianca bermain kembali.
Zivanna merasa dia harus semakin dekat dengan Bianca agar mereka berdua bisa saling komunikasi dengan baik.
" Aku tidak mau gagal menjadi seorang ibu sambung, aku pun tidak mau sampai di bilang jahat dan hanya mencintai Papa nya saja."
Zivanna selalu tersenyum manis ketika dia melihat cincin berlian di jari manis nya dan juga kalung berlian yang sangat indah sekali.
" Dia benar-benar membuat aku bahagia, dia bisa merubah segalanya."
Zivanna menyalakan mesin mobil nya, dia kelihatan sangat bersemangat sekali dia ingin mengajak Bianca untuk membeli es krim dengan nya.
" Seperti nya aku juga yang harus merayakan aku yang sekarang mempunyai pekerjaan lagi, wahhh senang sekali aku terasa hidup mandiri."
Di perjalanan Zivanna sambil bernyanyi hingga akhirnya dia pun sampai di depan sekolah.
__ADS_1
Zivanna turun dari mobil nya dia menghampiri Suster Vina.
Suster Vina tersenyum ketika melihat wajah Zivanna yang berseri-seri.
" Hari yang sangat bahagia sekali untuk ku, aku sekarang sudah mempunyai pekerjaan."
Zivilia duduk di sebelah Suster Vina.
" Wah benarkah, selamat yaa."
Suster Vina ikut merasa senang mendengar nya.
" Besok aku mulai bekerja di Rumah Sakit Harapan, jarak nya tidak jauh dari Apartemen ku."
Suster Vina langsung terdiam ketika dia mendengar Rumah Sakit Harapan, yang seperti pernah dia dengar.
Tapi di saat Suster Vina mau mengatakan nya, bel pulang berbunyi dan Zivanna pun langsung berdiri di depan pintu gerbang untuk menunggu Bianca.
Zivanna kelihatannya sangat bersemangat sekali dan akhirnya Bianca pun keluar dari kelas nya.
Zivanna melambaikan tangan nya, Bianca langsung berlari menghampiri nya.
" Mommy Zivanna, aku sangat senang sekali Mommy yang menjemput ku hari ini."
Zivanna langsung mengendong Bianca dan dia pun meminta ijin kepada Suster Vina.
" Vina, aku ingin mengajak Bianca untuk makan es krim bersama dengan ku boleh tidak?. Tapi aku pasti menghubungi Papa nya dulu, karena aku tidak mungkin langsung membawa Bianca pergi begitu saja."
Zivanna melihat Bianca yang begitu sangat senang sekali ketika dia akan pergi bersama Mommy Zivanna.
" Lebih baik sekarang kamu hubungi Pak Samuel, langsung saja bicara dengan Pak Samuel."
Zivanna pun langsung mengeluarkan handphone nya, tapi panggilan telephone nya tidak ada jawaban.
" Seperti nya Papa Sam sedang sibuk sayang, yasudah Mommy kirim pesan saja yaa."
Bianca menganggukkan kepalanya dia memegang erat tangan Mommy Zivanna.
* Pak Samuel, saya mau mengajak Bianca pulang sekolah untuk makan ice cream bersama yaa. Saya janji akan menjaga Bianca baik-baik, dan akan membawa pulang Bianca dengan selamat*
" Suster Vina, aku sudah mengirimkan pesan kepada Pak Samuel sekarang aku bisa membawa Bianca untuk pergi kan."
__ADS_1
Suster Vina tersenyum dan mereka berdua pun langsung berlari menuju ke mobil Zivanna.