
Maudy yang sebenarnya dia jadwal pemotretan jam 2 siang tapi dia menyempatkan untuk datang pagi hanya karena ingin bertemu dengan Zivanna si Pelakor cantik.
"Hmmmm, lebih baik sekarang aku ke sekolah Bianca. Karena Zivanna yang sedang berada di sini kan, jadi tidak ada dia samping Bianca."
Maudy pun keluar dari ruangan nya dan dia melihat Lollyta yang baru saja datang.
"Aku merasa dia sangat bodoh sekali, ntahlah seperti apa kelanjutan drama ini tapi kembali lagi dia punya bisnis yang besar sehingga walaupun berpisah dia tidak menjadi miskin."
Maudy berjalan saja dia tidak menyapa Lollyta dan Lollyta pun melihatnya.
"Bukan kah Maudy itu pemotretan nya jam 2 siang yaa, tapi jam 8 dia sudah ada di kantor."
Lollyta pun langsung mencari Zivanna.
"Bagaimana jika Zivanna kesiangan dia kan paling tidak bisa bangun pagi."
Lollyta seketika dia panik tapi ternyata Zivanna sedang berada di ruangan make up.
Zivanna tersenyum manis ketika ibu nya menghampiri nya.
"Berikan penampilan yang menarik karena ternyata penjualan shampo terbaru itu sangat fantastis."
__ADS_1
Lollyta tidak menyangka bahkan mungkin popularitas Zivanna bisa sebanding dengan Maudy.
"Jangan lupa juga yaa bayaran mahal nya, karena aku juga sangat mahal sekali."
Lollyta pun langsung menarik tangan Zivanna agar secepatnya melakukan pemotretan.
Lollyta tersenyum manis melihat Zivanna yang tidak kelihatan kaku dan gugup seperti sebelumnya.
Zivanna benar-benar menampilkan yang terbaik untuk pemotretan di hari terakhir nya.
Setelah selesai pemotretan Zivanna pun langsung terdiam melihat hasil nya.
"Ini untuk khusus shampo rambut di warnai yaa. Aku merasa cukup baik tapi kembali lagi pada Ibu Lollyta."
Lollyta pun langsung menghampiri dan melihat rambut merah Zivanna.
"Ya bagus sekali untuk rekomendasi rambut di warnai, selamat yaa Zivanna kamu dan mengagumkan sekali."
__ADS_1
Zivanna pun tersenyum tipis ketika dirinya bersalaman dengan Ibu nya.
"Ini adalah hari terakhir aku yaa Ibu Lollyta untuk berkerja sama dengan bisnis Ibu Lollyta, saya berharap bisnis Ibu Lollyta selalu sukses."
Lollyta pun langsung memeluk Zivanna dan mereka melihat pelukan yang sangat erat sekali, dan begitu sangat akrab.
"Aku pergi dulu yaa, terimakasih untuk semua nya yaa atas kerjasama nya dengan aku yang masih pemula."
Zivanna pun memilih untuk pulang ke rumah nya karena besoknya dia akan kembali ke untuk menjadi Suster Zivanna kembali.
"Bianca tunggu Suster yaa sayang, aku tidak memikirkan bayaran. Karena aku merasa sangat senang dan nyaman bersama dengan Zivanna dan mempunyai harapan bisa juga membuat seorang CEO tampan itu juga mempunyai perasaan terhadap ku."
Semenjak kehadiran Maudy membuat Zivanna menjadi berpikir kembali untuk bisa mendapatkan Samuel.
Zivanna merasa Maudy pasti tidak akan pernah setuju dengan nya.
"Walaupun umur ku yang masih muda, tapi aku sangat bisa menerima kehadiran Bianca. Aku juga tulus menyukai Pak Samuel, aku merasa dia pasti akan menjadi suami yang sangat penyayang karena dia yang sudah di khianati cinta oleh mantan istri nya."
Zivanna masuk ke mobil dengan halusinasi nya bisa menjadi pendamping hidup Samuel Mahendra.
"Hmmmm, jika dia mengatakan cinta kepada ku. Seperti nya besok aku langsung minta menikah dengan nya, aku tidak akan menunda kesempatan ini."
__ADS_1
Zivanna terus saja berhalusinasi dengan keinginan nya itu.