I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (132)


__ADS_3

Mata Zivanna terus saja memandangi Zivanna seakan ingin meminta bantuan kepada nya, jika dirinya ingin sekali bertemu dengan Ibunya yang sedang sakit.


" Papa bolehkah Suster Zivanna bertemu dengan Tante Lollyta, karena bagaimana pun juga Tante Lollyta itu sangat baik sekali Papa kepada aku dan Suster Zivanna."


Bianca terus saja meminta ingin pergi kepada Papa nya, dan Samuel memperhatikan Zivanna yang sampai menundukan kepalanya dia merasa sangat sedih sekali.


" Baiklah sayaang, tapi jangan lama-lama yaa. Papa yang akan mengantarkan kalian berdua ke rumah sakit yaa."


Zivanna pun langsung mengucapkan terimakasih kepada Samuel dengan mata yang berkaca-kaca.


" Terimakasih banyak ya Pak Samuel, sangat baik sekali kepada ku."


Zivanna dan Bianca berjalan menuju ke luar rumah.


" Titipkan salam dari Mama yaa, semoga Bu Lollyta bisa cepat sembuh."


Samuel menganggukkan kepalanya dan dia pun menyusul Bianca dan Zivanna yang sudah menunggu di depan mobil.


Mereka pun masuk ke dalam mobil dan Bianca terus saja mencoba untuk menenangkan hati Suster Zivanna.


" Suster Zivanna yang sabar yaa, semoga saja Tante Lollyta tidak mempunyai penyakit yang parah yaa."


Suster Zivanna memeluk Bianca yang begitu sangat perhatian kepada nya.


Samuel merasa jika ada sesuatu di balik ini semua, Zivanna keluh sangat menghawatirkan kondisi Ibu Lollyta. Sedangkan mereka berdua hanya terikat dalam pekerjaan saja, tapi Zivanna bisa sangat baik sekali kepada Ibu Lollyta.

__ADS_1


Di perjalanan yang mulai sebentar lagi sampai ke Rumah Sakit Permata, Zivanna merasa panik bagaimana jika Samuel mengetahui jika pemilik Rumah Sakit itu adalah Ayah nya Dokter Richard.


Zivanna berdoa semoga saja tidak ada yang membicarakan tentang semua itu.


Mereka berdua pun akhirnya sampai di Rumah Sakit, Zivanna memegang erat tangan Bianca.


" Papa lebih baik diam di dalam mobil saja, jangan ikuti kita berdua. Supaya nanti Papa bisa masuk bersama dengan Omah, jadi Papa pergi melihat nya bersama dengan Omah."


Bianca menyuruh Papa nya untuk masuk kembali ke dalam mobil menunggu di dalam mobil.


Karena tidak mau berdebat dengan Bianca, Samuel pun mengikuti apa yang di katakan oleh Bianca.


Bianca terus saja berdiri dengan Suster Zivanna, mereka tidak akan pergi jika Papa nya belum masuk ke dalam mobil.


" Ayo Suster Zivanna, kita masuk untuk mencari ruangan nya."


" Apa yang terjadi dengan Ibu,? kenapa Ibu sampai seperti ini? Ibu sangat tidak pernah mau masuk ke Rumah Sakit. Sekarang aku mendekati pemberitaan di media sosial dan televisi mereka menyebut jika Ibu yang tidak sadarkan diri di dalam kantor nya, ini sangat membuat aku panik sekali karena sebenarnya aku sekarang sedang sakit."


Zivanna bertanya pada salah satu perawat yang mengantarkan nya ke ruangan Ibu nya.


" Tidak ada penyakit serius, dan seperti Ibu Lollyta itu kecapean karena sekarang pun sudah sadarkan diri."


Zivanna dan Bianca akhirnya sampai di depan ruangan Ibu nya.


" Terimakasih Febi, kamu sudah mengantarkan aku ke ruangan Ibu."

__ADS_1


Perawat itu pun hanya tersenyum kepada Zivanna dan dia pun langsung pergi.


Zivanna membuka pintu ruangan tersebut dan dia melihat Ibu nya yang sedang terbaring lemah di atas kasur.


Zivanna langsung berlari menghampiri Ibu nya dan menangis sambil memegang teguh Ibu nya.


Bianca merasa sangat sedih dia pun sampai meneteskan air mata nya.


Lollyta seketika dia pun bangun ketika mendengar ada suara tangisan di sebelah nya.


" Zivanna,? kamu ada di samping Ibu. Apakah kamu baik-baik saja Sayang,? ibu sangat menghawatirkan mu Nak."


Lollyta memeluk Zivanna dengan sangat erat sekali.


" Siapa yang tega melakukan ini semua kepada mu,? apakah ibu harus mencurigai Maudy yang melakukan nya ?."


Lollyta tidak menyadari berkata seperti padahal ada Bianca yang memperhatikan mereka berdua.


Seketika Bianca pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Lollyta yang menyebutkan jika Mama nya yang melakukan nya.


Bianca merasa jika Mama nya yang sangat jahat sekali sampai setiap kejadian yang membahayakan itu pelaku nya adalah Mama nya.


Lollyta melepaskan pelukan erat nya dan membalikkan badannya melihat Bianca di belakang nya.


" Kita tidak bisa menyebutkan jika ini adalah perbuatan Maudy, karena bukan dia yang melakukan secara langsung tapi seorang lelaki yang melakukan nya."

__ADS_1


Zivanna mencoba untuk menjaga perasaan Bianca tapi Lollyta merasa jika Maudy yang melakukan ini semua, Lollyta seperti tidak memperdulikan posisi Bianca sebagai anak dari Maudy.


__ADS_2