I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *163*


__ADS_3

Sebastian merasa sangat kecewa sekali dia tidak menyangka akan seperti ini, sekarang dia mengetahui betapa sakit hati nya keluarga Samuel terhadap Maudy.


" Maudy kamu harus bisa sembuh sendiri dan berusaha berbuat baik untuk Bianca, supaya Bianca mau menerima kehadiran mu.


Sebastian Gunawan dia masuk ke dalam mobil dan dia pun langsung melanjutkan perjalanan nya untuk pulang bertemu dengan Maudy.


Samuel kembali memikirkan Maudy, tapi handphone tiba-tiba saja bergetar.


" Pesan masuk dari siapa yaa ini."


Samuel merasa sangat terkejut sekali ketika Zivanna mengirimkan pesan kepada nya.


" Zivanna tumben sekali yaa."


Samuel langsung membuka pesan tersebut.


* Selamat siang Pak Samuel, saya ingin mengajak Pak Samuel untuk makan siang bersama dengan aku hari ini apakah bisa*


Seketika Samuel pun merasa bahagia tapi dia juga gugup dengan ajakan dari Zivanna.


" Degup jantung ku terasa bergetar sangat kencang sekali, padahal Zivanna hanya ingin mengajak ku makan siang saja."


Samuel seketika dia merasa sangat gugup sekali, dia harus membalas bagaimana.


Akhirnya Samuel pun memberanikan diri untuk membalas nya.


* Baiklah Zivanna, rencana kita berdua akan makan di mana*


* Bagaimana jika di Restoran Mawar saja, dekat dengan kantor ku*


* Oke, aku berangkat sekarang juga*


* Baiklah Pak Samuel*


Zivanna tersenyum puas dia memberanikan diri untuk bisa bertemu dengan Samuel.


" Aku memanfaatkan waktu di mana Maudy yang sedang sakit dan aku mendekati mantan suami nya, di saat Maudy sembuh aku berharap aku sudah menjadi kekasih Samuel Mahendra."


Zivanna terus-menerus tersenyum di depan layar handphone nya, Lollyta yang melihat nya dia pun langsung menghampiri Zivanna.


" Kamu sadar kan Zivanna,? kamu tidak sedang sakit? kenapa kamu senyum-senyum sendiri seperti itu? sangat menghawatirkan sekali Ibu."

__ADS_1


Zivanna memberikan handphone nya kepada ibunya.


" Aku harus satu langkah lebih maju, aku memanfaatkan waktu itu sebaik-baiknya. Aku ingin sekali bisa menjadi ibu sambung untuk Bianca, dia harus menjadi anak ku dan aku akan selamanya bersama dengan Bianca."


Lollyta hanya bisa mendukung keinginan Zivanna, karena dia melihat betapa besar cinta nya kepada Bianca.


" Jika kamu mencintai Papa nya, kamu juga harus mencintai anak nya. Dan di saat kamu menikah dengan Samuel dan kamu mempunyai anak dari Samuel, jangan sampai rasa cinta kamu berubah kepada Bianca kaku harus bisa seperti itu Zivanna."


Mendengar perkataan Ibunya, Zivanna pun baru menyadari jika betapa sangat berat nya jika kita ingin menikmati dengan seorang lelaki yang sudah mempunyai anak.


Zivanna memang sangat sayang sekali dengan Bianca, tapi dia juga tidak pernah tau bagaimana rasanya jika dia mempunyai anak dari hasil pernikahan nya dengan Samuel.


" Aku akan selalu ingat perkataan ibu, aku akan mencoba untuk mempelajari nya."


Zivanna melihat jam di handphone nya.


" Sudah menunjukkan jam istirahat untuk kantor, aku pergi dulu yaa buuu."


Zivanna bersalaman dengan ibunya dia pun langsung pergi.


" Hati-hati yaa sayang."


Lollyta selalu saja memberikan perhatian yang lebih kepada Zivanna, dia sangat sayang sekali Zivanna.


Zivanna langsung memesan makanan dan minuman dia ingin pada saat Samuel datang bisa langsung menikmati makanan dan minuman tersebut.


Ketika Zivanna yang sudah sampai di Restoran tersebut, Samuel yang masih di kantor nya dia pun terlihat sangat buru-buru sekali keluar dari ruangan nya.


" Samuel, kamu kelihatan sangat buru-buru sekali, memang nya kamu mau makan siang di mana Samuel."


Samuel pun seketika dia langsung terdiam dan berpikir jawaban apa yang akan di katakan, Samuel tidak mungkin mengatakan jika dia yang akan makan siang bersama dengan Zivanna.


Melihat wajah Samuel yang panik membuat Sesilia semakin merasa sangat penasaran sekali dengan nya.


" Aku akan makan siang bersama dengan teman kuliah ku, sudah ya Mam aku harus sampai secepatnya di sana."


Samuel pun langsung pergi dan berjalan sangat cepat sekali sehingga membuat Sesilia merasa bertanya-tanya dengan Samuel.


" Samuel kuliah di luar negeri, mungkin kah itu adalah sahabat nya yang dari luar negeri yaa."


Sesilia pun mencoba untuk mengabaikan.

__ADS_1


Samuel akhirnya bisa pergi dia langsung masuk ke dalam mobil nya, karena jarak dari kantor nya menuju ke Restoran tersebut lumayan jauh.


" Semoga saja Zivanna tidak menunggu terlalu lama dengan kehadiran ku ini, kasihan jika dia sampai menunggu lama."


Samuel menjalani mobil nya dengan kecepatan yang lumayan tinggi sehingga Samuel bisa sampai lebih cepat.


Tapi tiba-tiba saja jalanan macet dan membuat Samuel merasa sangat panik sekali.


" Ternyata ada perbaikan jalan, bagaimana mungkin aku bisa sampai dengan cepat."


Samuel membuka jendela mobil nya dan dia pun melirikan mata nya kepada sebuah toko bunga, Samuel mengetahui jika Zivanna yang begitu indah menyukai bunga-bunga.


" Apakah aku harus membelikan bunga untuk Zivanna, dia kan sangat menyukai bunga."


Melihat jalanan yang masih sangat macet, Samuel pun akhirnya turun dari mobil nya dan membeli bunga tersebut.


Samuel membeli bunga mawar merah untuk Zivanna, dia berharap besar Zivanna menyukai nya.


Samuel membelinya dan dia pun masuk kembali ke dalam mobil, Samuel benar-benar merasa sangat takut jika dia bisa datang telat di Restoran tersebut.


Zivanna yang sudah menunggu kedatangan Samuel yang cukup lumayan lama dia pun mulai merasa sangat bosan sekali.


" Seharusnya sudah datang yaa, perjalanan sekitar satu jam saja. Apa mungkin masih banyak pekerjaan yang belum di selesaikan yaa, yasudahlah aku mencoba untuk belajar sabar aku tunggu tiga puluh menit lagi dan setelah itu jika tidak juga datang aku kembali ke kantor."


Zivanna menunggu sambil melihat jam di handphone nya, dia juga tidak bisa marah kepada Samuel karena dia mengetahui jika Samuel itu seorang pemimpin perusahaan dia pasti sangat sibuk sekali.


Sampai akhirnya setelah menunggu waktu tiga puluh hari telah usai dan Zivanna pun tetep untuk meninggalkan Restoran tersebut, karena Zivanna juga yang harus kembali untuk bekerja.


" Seperti aku harus pergi, dan membagikan makanan ini untuk orang yang membutuhkan."


Karena memesan makanan yang banyak, Zivanna meminta uang di bungkus kan dia berniat untuk memberikan makanan tersebut ke anak jalanan yang dia temui nanti di jalan.


Setelah makan dan minum yang sudah di bungkus kan, Zivanna begitu sangat terkejut sekali melihat Samuel datang dengan membawakan bucket bunga mawar di tangannya.


Zivanna benar-benar di buat tidak percaya dengan kedatangan Samuel, setelah dia yang berniat untuk pergi dari Restoran tersebut.


Samuel langsung memberikan bunga mawar merah kepada Zivanna.


" Mbak bagaimana ini apakah makanya jadi di bungkus kan, karena kekasih mbak sudah datang."


Zivanna di buat salah tapi ketika pelayan tersebut mengatakan Samuel adalah kekasih nya.

__ADS_1


" Sudahlah bungkus saja yaa, karena saya ingin memberikan makanan tersebut untuk anak jalanan. Saya memilih untuk memesan makanan dan juga yang sama di meja yang berada ya mbak, tolong di bungkus sangat rapih yaa."


Samuel melihat kebaikan Zivanna yang memang sangat tulus sekali


__ADS_2