
Sesilia memikirkan perkataan Maudy yang menyebutkan jika Suster Zivanna adalah wanita simpanan Dokter Richard.
" Jika Suster Zivanna wanita simpanan Dokter Richard, lalu bagaimana ceritanya jika Suster Zivanna bisa sampai sedekat itu dengan Lollyta Isteri nya."
Maudy yang merasa belum puas dia pun langsung mengirimkan foto-foto ini Suster Zivanna bersama dengan Dokter Richard.
Sesilia pun begitu sangat terkejut sekali melihat nya.
" Foto kapan ini yaa, seperti nya foto masa lalu Suster Zivanna."
Sesilia mencoba untuk bersikap tenang dia tidak mau langsung termakan informasi dari Maudy.
" Aku harus berhati-hati karena Maudy juga dia yang begitu sangat menginginkan untuk bisa bersama dengan Bianca, apakah Maudy merencanakan cara ini agar membuat Samuel menjadi membenci Suster Zivanna."
Sesilia berharap jika Samuel tidak sampai melihat foto tersebut karena ini hanya akan membuat dirinya terpancing emosi.
Sesilia melihat Suster Zivanna yang sedang tidur bersama dengan Bianca.
" Jika aku melihat wajah nya tidak mungkin dia seorang pelakor, aku merasa sangat yakin sekali. Tapi aku juga nanti butuh penjelasan dari Suster Zivanna, di saat tidak ada Bianca."
Sesilia pun memilih untuk masuk ke dalam kamar nya sambil memperhatikan foto tersebut.
" Jika aku perhatikan ini bukan foto masa lalu, ini foto yang sekarang karena aku sangat mengenal baju tersebut. Baju ini pernah di pakai Suster Zivanna untuk mengantar Bianca ke sekolah nya."
Bianca memperbesar foto tersebut dia melihat jika Dokter Richard memberikan kalung berlian yang sama dengan nya.
" Kalung berlian yang sangat mahal sekali, jika Suster Zivanna adalah wanita simpanan Dokter Richard kehidupan pasti sangat terjamin sekali dan dia tidak perlu bekerja sebagai seorang Suster di sini."
Sesilia lebih memikirkan ke hal-hal, yang logis untuk di bayangkan.
" Sudahlah aku menjadi pusing sendiri, ini semua gara-gara Maudy dia membuat aku berpikiran negatif terhadap Suster Zivanna."
Sesilia menyimpan handphone dia memilih untuk tidur siang karena besok dia yang harus bekerja keras kembali.
__ADS_1
Sesilia lebih memilih untuk bertanya kepada Suster Zivanna dari pada dia menyimpulkan cerita sendiri.
****
Keadaan berbeda di Rumah Sakit ketika Dokter memperbolehkan Lollyta untuk pulang ke rumah.
Lollyta dengan segala rencana nya dia pun ingin membalaskan dendam kepada Maudy yang sudah membuat Zivanna anak menjadi korban.
Tatapan mata Lollyta begitu sangat tajam sekali sehingga membuat suaminya pun merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh dirinya.
" Lollyta kamu baik-baik saja kan,? kenapa tatapan mata mu yang seperti penuh dengan kebencian."
Lollyta pun seketika dia langsung tersenyum manis kepada suaminya.
" Masa sih, aku sedang bahagia kok tidak ada rasa kebencian sama sekali."
Lollyta yang sudah di buka infusan dirinya pun langsung pergi menuju ke mobil nya karena Rumah Sakit Permata milik suaminya.
Lollyta merasa sangat beruntung sekali mendapatkan suami yang sangat perhatian dengan nya.
" Jika kondisi ku semakin membaik, maka aku akan pergi ke kantor besok. Aku ingin bertemu dengan Maudy, dan sedikit memberikan kejutan cantik untuk nya."
Dokter Richard pun akhirnya mengetahui jika tatapan kebencian itu terhadap Maudy.
" Seperti nya kita harus segera menkonfirmasi jika Zivanna Lollyta Lenoel itu adalah putri kita, karena Ayah tidak mau jika sampai Maudy menyebarkan ke media sosial. Ya mungkin untuk pihak Rumah Sakit Permata mereka akan tertawa mendengar pemberitaan ini, tapi untuk keluarga Samuel mereka pasti akan terkejut sekali mendengar pemberitaan ini."
Lollyta tidak memikirkan ke arah sana dia pun seperti nya harus membicarakan dengan Zivanna.
" Aku akan membicarakan semuanya dengan Zivanna, karena dia yang menginginkan rahasia ini tidak di publikasikan."
Mereka berdua pun akhirnya sampai di rumah dan Lollyta yang kelihatan sudah sehat dia seperti melupakan kursi roda nya.
" Astaga aku tidak mengerti Lollyta dan Zivanna mereka berdua sangat sehat dan kuat sekali badan nya."
__ADS_1
Lollyta masuk ke dalam kamar nya dia merasa sangat merindukan sekali suasana kamar nya.
" Akhirnya aku merasa tidur yang sangat nyaman sekali hanya di kamar sendiri, dan aku berjanji kepada diriku sendiri jika aku tidak akan pernah masuk lagi ke Rumah Sakit."
Dokter Richard mendengar perkataan istrinya.
" Lalu apa sebenarnya yang membuat kamu bisa masuk ke Rumah Sakit,? seperti bukan karena kamu yang tidak makan seharian kamu langsung pingsan. Karena posisi nya di saat kamu sedang pingsan kamu sedang memegang handphone, apakah ada yang membuat kamu terkejut sehingga membuat kamu langsung tidak sadarkan diri?."
Lollyta tidak mungkin mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dengan nya, dia tidak mau suaminya menjadi sangat panik sekali mendengar nya.
" Tidak ada kok, yaa mungkin memang harus nya aku pingsan karena aku juga manusia bukan yang mempunyai rasa lelah dalam kehidupan ku dan pekerjaan ku."
Lollyta mencoba untuk menyakinkan suaminya nya tapi dia melihat tatapan mata suaminya yang datar.
" Kenapa harus menatap ku seperti itu,? apakah kamu tetap tidak percaya dengan perkataan istri mu ini hah ?. Yasudah jika tidak percaya aku pun tidak peduli, karena sekarang aku ingin tidur nyenyak tanpa ada yang menggangu ku."
Lollyta mematikan lampu kamar nya dan dia pun menarik selimut nya, Dokter Richard pun memilih untuk pergi dari kamar tersebut karena masih sangat siang Lollyta yang sudah mematikan lampu kamar nya.
Melihat suaminya keluar dari kamar nya, Lollyta pun kembali menyalakannya lampu kamar nya.
Dia duduk bersandar di tempat tidur nya.
" Apa yang membuat Maudy yang begitu sangat membenci Zivanna, dia yang menginginkan Zivanna untuk keluar dari rumah Samuel. Agar dia bisa masuk kembali ke dalam rumah tersebut dan kembali menjalin hubungan dengan Samuel, apakah seperti itu keinginan Maudy."
Lollyta merencanakan untuk besok dia yang akan masuk ke kantor tanpa sepengetahuan semua pegawai kantor.
" Ada yang mengirim pesan kepada ku, jika selama aku di Rumah Sakit, Maudy yang mengatur semua pegawai yang ada di kantor dengan mudahnya dia bilang dia yang di berikan perintah dari Ibu Lollyta."
Lollyta semakin membenci Maudy dia benar-benar merasa sangat marah dengan Maudy.
" Lihat saja besok yaa, jika aku melihat kamu mengatur-atur para pegawai ku. Maka aku akan mempermalukan mu di depan banyak orang, aku tidak segan-segan melakukan nya. Ini semua karena sikap mu yang keterlaluan sekali dengan Zivanna, jika Zivanna harus merasa sakit maka kamu juga harus merasakan sakit yang sama."
Rasa lelah Lollyta tiba-tiba saja hilang ketika dia memilih untuk keluar dari kamar nya dan dia melihat suaminya yang sudah tersenyum manis menunggu nya di ruangan tamu.
__ADS_1